Beranda > Penyakit fisik > Mononucleosis karena Epstein-Barr virus (EBV) – Herpes 4

Mononucleosis karena Epstein-Barr virus (EBV) – Herpes 4

Mononucleosis EBV, Pfeiffer (kadang disebut penyakit kissing , penularan lewat oral/mulut atau sebagai mono di Amerika Utara dan lebih dikenal sebagai glandular fever di negara-negara berbahasa Inggris) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus penyakit yang paling sering menyerang remaja dan dewasa muda. Hal ini ditandai demam, sakit tenggorokan dan kelelahan, bersama dengan beberapa kemungkinan tanda-tanda dan gejala.

Tanda-tanda dan gejala
Gejala yang klasik adalah sakit tenggorokan, demam, kelelahan, kehilangan berat badan, rasa tidak enak, radang pharyngeal dan petechiae (tanda kecil pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah), dan tanda-tanda termasuk lymphadenopathy (pembesaran Kelenjar getah bening), splenomegaly (pembesaran limpa), hepatitis (merujuk pada peradangan sel-sel hati) dan hemolysis (ledakan/bursting di sel darah merah). Orang dewasa (>25 tahun) mungkin mengalami sakit tenggorokan atau lymphadenopathy, namun jika tidak mengalami itu bisa saja mengalami hepatomegaly (pembesaran pada hati) dan penyakit kuning. Jarang terjadi gejala thrombocytopenia (trombosit rendah, dengan atau tanpa pancytopenia (sel darah putih rendah)), kebocoran limpa, pendarahan (parah) limpa, atas upper airway obstruction, pericarditis dan pneumonitis. Bentuk lainnya, namun jarang, yaitu erythema multiforme.

Mononucleosis kadang-kadang disertai oleh penyakit secondary cold agglutinin – penyakit autoimmune.

(catatan pisangkipas: Ada beberapa tambahan informasi gejala, jika anda menginginkan informasi tambahan mohon dicek lagi pada alamat (Wikipedia) di bawah).

Pathogenesis
Mononucleosis terjadi karena infeksi virus Epstein-Barr (kondisi yang sama dapat disebabkan oleh cytomegalovirus). Karena itu, beberapa sumber mengatakan bahwa gejala mononucleosis adalah “biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr” (klik disini untuk penjelasannya). Sumber lain mengatakan istilah yang berbeda, “cytomegalovirus mononucleosis”, untuk mononucleosis yang disebabkan oleh cytomegalovirus (klik disini). Beberapa sumber menyatakan bahwa mononucleosis menular juga dapat disebabkan oleh virus hepatitis atau toxoplasmosis (klik disini).

Penularan
Melalui kissing/cium bibir ke bibir/pertukaran cairan liur langsung. Infeksi yang terjadi memiliki masa inkubasi sampai 8 minggu.

Diagnosis dan pengobatan
Cek pada dokter (karena terjemahannya agak rumit :)), untuk medis bisa di cek pada alamat Wikipedia di bawah).

Pencegahan
Hindari berciuman dengan pasangan yang berganti-ganti.

Sumber: Wikipedia

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Iklan
Kategori:Penyakit fisik Tag:,
  1. 31 Desember 2014 pukul 22:30

    I enjoy what you guys are usually up too. This sort of clever work and exposure!

    Keep up the fantastic works guys I’ve added you guys to my personal blogroll.

  2. 2 Oktober 2015 pukul 15:38

    I’ll immediately clutch your rss feed as I can not find your email subscription hyperlink or e-newsletter service.
    Do you’ve any? Please allow me recognize so that I may subscribe.
    Thanks.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: