Beranda > Penyakit fisik > H5N1, Flu burung, Avian influenza

H5N1, Flu burung, Avian influenza

Avian influenza, Avian flu, dan umumnya disebut flu burung, merujuk kepada influenza yang disebabkan oleh virus yang telah beradaptasi dalam tubuh unggas. “Flu burung” adalah sebuah istilah yang mirip dengan “flu babi”, “flu anjing”, “flu kuda” atau “flu Manusia” karena merujuk ke salah satu penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari berbagai jenis virus influenza yang telah menyesuaikan diri (dan bermutasi) dengan host (rumah tempat dia bereplikasi) tertentu. Semua virus yang menyebabkan influenza pada spesies burung disebut virus Influenza A.

Terdapat banyak subtype dari virus flu burung ini, namun hanya empat subtypes yang sangat patogen (menimbulkan penyakit parah) bagi manusia, yaitu: H5N1, H7N3, H7N7 dan H9N2.

H5N1
H5N1 telah membunuh jutaan unggas yang berkembang di banyak negara di Asia, Eropa dan Afrika. Ahli kesehatan khawatir bahwa keberadaan bersama atau kedekatan manusia dengan ternak ayam/unggas/burung atau karena sebab lain yang menyebabkan manusia dekat dengan unggas akan memberikan kesempatan bagi virus flu manusia dan burung untuk saling bertukar genetik.

Bagaimanapun, virus dari satu spesies tidak begitu gampang menular ke spesies lainnya. Perlu adaptasi karena kedekatan hubungan lingkungan antar mereka. Hambatan spesies yang signifikan yang ada antara manusia dan burung menyebabkan virus tidak mudah menyeberang ke manusia.

Melihat beberapa kasus infeksi yang terjadi, penelitian dilakukan untuk melihat apakah transmisi virus A dari manusia ke manusia bisa berlangsung. Penelitian juga diperlukan untuk memahami pathogenesis dan epidemiologi virus H5N1 pada manusia. Rute paparan dan penularan penyakit lainnya seperti karakteristik transmisi seperti faktor-faktor imunologi dan genetik yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi, masih belum jelas dipahami.

Flu Burung diklaim telah menyebabkan kematian sedikitnya pada 200 manusia di Indonesia, Vietnam, Laos, Rumania, Cina, Turki dan Rusia. Secara Epidemiologis, timbul kekhawatiran bahwa pada saat mendatang virus akan bermutasi sehingga memungkinkan flu burung dapat menular dari manusia ke manusia. Jika bentuk penularan ini terjadi, maka hal ini dapat mengakibatkan pandemi lain. Oleh karena itu, pusat kontrol-penyakit di seluruh dunia menjadikan flu avian sebagai sebuah prioritas utama. Mereka berencana merekomendasikan perlunya menyediakan pakaian pelindung untuk pekerja (peternakan unggas) dan pengisolasian ternak (dari unggas/burung lain) untuk mencegah penyebaran (dan pertukaran genetik) virus.

Penularan dan jangkauan host
Burung-burung yang terinfeksi H5N1 dapat menularkan virus ini melalui air liur, cairan hidung (ingus), kotoran dan darah. Burung sehat yang lain dapat terinfeksi virus melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau melalui kontak dengan suatu permukaan yang mengandung virus. H5N1 tetap menular setelah lebih dari 30 hari pada 0 ° C (32,0 ° F) atau lebih dari satu bulan pada suhu beku) dan 6 hari pada 37 ° C (98,6 ° F) atau satu minggu pada suhu tubuh manusia.

Karena burung-burung selalu bermigrasi antar tempat (sesuai musim) sekaligus mungkin membawa patogen virus H5N1, menyebabkan virus ini menyebar ke seluruh belahan dunia.

Gejala pada manusia (baca juga informasi ini di Influenza)
Pada umumnya, manusia yang terkena virus Influenza A (virus flu tipe A pada manusia) biasanya memiliki gejala demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, conjunctivitis, dan dalam kasus yang parah bisa menimbulkan radang paru-paru dan masalah pernapasan yang mungkin fatal.

Data WHO menunjukkan bahwa 60% dari kasus-kasus yang tergolong sebagai H5N1 mengakibatkan kematian. Namun, ada beberapa bukti bahwa sebenarnya tingkat kematian avian flu bisa lebih rendah, karena mungkin ada banyak orang yang sebenarnya terinfeksi dengan gejala yang sama namun tidak mencari pengobatan dan ini tidak tercatat.

Gejalanya mirip dengan influenza yang biasa menyerang manusia, namun untuk keperluan penentuan jenis obat/perawatan untuk menyembuhkannya diperlukan diagnosis dan tes cairan tubuh untuk mencari tahu strain apa yang terdapat di dalamnya. Diagnosis dan tes cairan tubuh juga diperlukan untuk pencegahan ke depan dan pengecekan kemungkinan perubahan genetik virus.

Pengobatan dan pencegahan untuk manusia
Tidak ada obat yang sangat efektif untuk mengobati flu H5N1 , tetapi oseltamivir (komersial dipasarkan oleh Roche sebagai Tamiflu) kadang dapat menghalangi penyebaran virus influenza yang tersebar di dalam tubuh pengguna. Obat ini telah menjadi fokus bagi pemerintah dan beberapa organisasi dunia untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pandemi H5N1.

Ada beberapa vaksin untuk beberapa H5N1 dari avian jenis H5N1, namun mutasi H5N1 terus berlangsung. Sehingga penelitian terus berlangsung.

Hewan dan laboratorium studi menunjukkan bahwa Relenza (zanamivir), yang berada di kelas yang sama seperti obat Tamiflu, mungkin juga akan efektif terhadap H5N1. Dalam studi pada tikus yang dilakukan pada tahun 2000, zanamivir menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam penyembuhan tikus itu terhadap infeksi virus flu burung H9N2, H6N1, dan H5N1. Meskipun tidak ada seorangpun yang tahu jika zanamivir akan berguna atau tidak pada kondisi pandemi strain H5N1.

Masalah baru muncul: Pada bulan September 2006, seorang ilmuwan telah mengumumkan bahwa studi kasus menunjukkan bahwa jenis H5N1 resisten terhadap Tamiflu dan Amantadine. Strain virus resisten terhadap Tamiflu juga muncul di Uni Eropa, namun tetap peka terhadap Relenza.

Sumber: Wikipedia (H5N1 dan Avian influenza)

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Kategori:Penyakit fisik Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: