Beranda > Renungan > Motivasi beribadah

Motivasi beribadah

Pernahkan anda mengalami kemalasan untuk beribadah? apapun itu bentuk ibadahnya, yang gampang-gampang saja misal menunaikan sholat lima waktu (saya bicara tentang melakukan sholat saja terlepas seseorang itu ikhlas atau khusyu apa tidak, atau berjamaah ke mesjid apa tidak). Kalo kita mau jujur melihat bahwa mungkin lebih banyak orang yang tidak menunaikan sholat sebagai kewajiban atau konsekuensinya dalam mengikuti ajaran yang dibawa Rasulullah SAW, right? Kebanyakan karena malas, walau ada juga yang disebabkan karena rasa malu karena banyak melakukan dosa besa. Mungkin kita sendiri termasuk di dalam kelompok yang malas ini. Mengapa kita menjadi malas? mungkin karena kurang motivasi. Kenapa kita kurang motivasi? mungkin karena dari kecil kita selalu termanjakan dengan realita hidup bahwa tanpa sholat pun kita masih bisa menikmati hidup enak. Juga ada kemungkinan bahwa kita memang merasa buat apa beribadah toh hidupnya begitu-begitu saja.

Apa itu motivasi? motivasi adalah sesuatu yang membuat kita bersemangat luar biasa untuk melakukan sesuatu secara sadar dan tanpa paksaan. Jika kita percaya adanya Tuhan yang menciptakan kita, jika kita percaya bahwa dan ini tak terelakkan) suatu saat pasti mati, jika kita percaya akan ditanya oleh secara kasar kedua malaikat setelah kita berada di dalam liang lahat, jika kita percaya adanya surga dan neraka. Jika kita percaya bahwa apapun dalam hidup kita merupakan kebaikan, rasa cinta, dan titipan dari Allah Swt. Jika kita percaya bahwa tidak ada jalan kecuali berbagi denganNya adalah hal yang melegakan semua problem hidup kita. Nah jika kita percaya dengan semua itu, ada apa dengan diri kita jika kita masih malas?

Setiap hari kita mendapat anugerah yang kadang kita tidak sadari yaitu masih bisa bangun pagi, lebih-lebih dengan badan bugar dan hampir tidak ada beban pikiran di kepala. Setiap hari kita ditunjukkan pada jalan-jalan mendapat pengalaman baru, juga kita setiap hari bisa makan enak, masih punya HP untuk komunikasi, kendaraan pribadi untuk alat transportasi, dan sebagainya yang kalo dihitung hampir kita sendiri tidak mampu melakukannya secara terperinci. Belum lagi hal-hal yang jauh dari di dalam diri kita sendiri misalnya otak yang sehat, badan yang sehat, cerdas, punya pengalaman hidup yang membantu usaha kita, dan sebagainya. Juga hal-hal yang lebih mendalam lagi misalnya seperti kita memiliki sifat-sifat pemaaf, sabar, tidak dengki, tidak sombong, dan lain sebagainya. Kita harus syukuri semua itu.

Pernahkan kita berpikir bahwa adanya surga dan neraka itu merupakan hal yang patut disyukuri?🙂 Coba aja dipikirkan misalnya Allah Swt tidak menciptakan surga dan neraka apakah kita ada motivasi untuk makin kuat beramal (kita belum masuk dalam taraf motivasi yang lebih mendalam lagi: karena cinta dan rindu untuk selalu berhadapan denganNya saat sholat)? No pay no gain, gak ada yang dibayarkan gak ada barang kan. Kalo gak ada amal ya gak ada hal yang bisa dipertimbangkan untuk bisa masuk surga kecuali cuma berharap pada belas kasihan Allah Swt., padahal dalam hidup di dunia kita sendiri lebih sering gak peduli padaNya.. No pay no gain.

Memang berat memulai untuk menentang rasa malas ini, dus seperti bunyi ayat dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Nikmat mana lagi dari Kami yang kamu dustakan?” . Ini merupakan kritikan pada manusia, hampir pada semua manusia yang memang merupakan makhluk yang berpotensi untuk hidup sombong untuk tidak mau mengakui bahwa apapun yang kita nikmati dalam hidup ini adalah karena rahman dan rahimNya, kasih dan sayangNya.

Memang berat memulai untuk menentang rasa malas ini, karena di hati kita ada nafsu syahwat dan godaan syetan laknatullah. Tapi jika motivasi kita kuat : saya menginginkan ketenangan batin, pemecahan problem hidup, tambah kaya ilmu dan harta, mati dalam Islam, tidak disiksa di alam barzakh, dan masuk surga nantinya, maka kita akan dengan semangat bergegas mengambil air wudlu saat adzan berkumandang lalu melakukan sholat. Dunia dan semua urusannya tidak abadi, hanya Allah Swt. yang abadi dan tempat memohon. Oleh sebab itu mintalah, tapi harus sholat dulu karena syaratnya begitu.

Allah tidak akan kehilangan sedikitpun dari kekayaanNya jika kita tidak bersyukur, Dia hanya minta kita menunaikan sujud menyembahnya, merendahkan diri, berserah diri, dan memohon dengan langsung apa yang kita harapkan (tentunya yang baik-baik). Tidak berat bagi orang yang sudah mendapat motivasi itu, dan menjadi berat bagi orang yang tidak mau berpikir. Makanya, gunung dan bumi tidak mau diserahkan posisi sebagai khalifah bumi ini karena mereka mengerti benar betapa beratnya menunaikan kewajiban tanpa bisa berpikir, mengapa saya harus melakukannya? Mereka tahu bahwa mereka tak punya akal untuk bisa berpikir, sedangkan manusia diberi akal, apakah menunggu sudah tua penyakitan dan pikun baru mau sholat?

Merenungkan arti dari semua ini bisa menjadi pembuka jalan bagi diri kita untuk belajar mensyukuri itu. Jika kita masih sulit menemukan sesuatu yang disebut syukur ini, cobalah mulai menuliskan pada sehelai kertas setiap hal yang baik-baik, yang enak-enak, yang nikmat-nikmat pada diri kita sendiri. Kita bisa menuliskan kekayaan, berapa kekayaan harta yang kita miliki termasuk barang-barang yang selama ini kita klaim sebagai milik kita. Kepintaran, gelar-gelar akademis, pujian orang lain, pangkat, jabatan, apapun itu.. kita bisa tulis karena segala hal itu semua pada hakekatnya adalah titipin yang sekaligus juga cobaan (apakah kita mau bersukur apa tidak).

Seberat-beratnya kita memulai memenuhi kewajiban kita, insyaAllah pasti suatu saat akan ringan juga karena terbiasa. Lebih-lebih jika meningkatkan kualitas khusyu dan keikhlasan kita melakukannya. Allah pasti melihat hambanya yang selalu berusaha mensucikan dirinya. Alah Maha segalanya, cintai Dia melebihi cinta kita pada apapun. Mudah-mudahan lelah kita bukan membawa kesia-siaan, mudah-mudahan kita diberi petunjuk olehNya untuk lebih bersemangat mendekatkan diri kita padaNya.

Apalah arti manusia dibanding tinggi besarnya gunung, apalah arti manusia dibanding luasnya lautan, apalah arti manusia dibanding bumi, matahari, ruangan di alam semesta yang luas ini? Apalah arti kita mengharapkan bisa masuk syurga, berapa banyak kekayaan yang kita miliki untuk membelinya? We are nothing, kita tidak ada apa-apanya.

Bagai musang merindukan bulan itulah manusia.

Kategori:Renungan Tag:,
  1. 10 Januari 2011 pukul 05:03

    bacaan ya bagus sebagai bukti kebesaran-Nya terhadap diri insan

  2. 10 Juli 2014 pukul 21:11

    Heya i’m for the primary time here. I came across this board and I find It truly helpful & it helped me out a lot.
    I hope to offer one thing again and help others such as you helped me.

  3. 10 Juli 2014 pukul 21:12

    Usually I do not learn article on blogs, however I wish
    to say that this write-up very pressured me to try and do so!
    Your writing taste has been surprised me. Thank you, very great article.

  4. 15 Juli 2014 pukul 14:21

    Greetings! Very useful advice in this particular post!

    It’s the little changes that make the largest changes.
    Thanks a lot for sharing!

  5. 17 Juli 2014 pukul 11:58

    Asking questions are really good thing if you are not understanding anything entirely, however this piece of writing presents nice understanding
    even.

  6. 18 Juli 2014 pukul 19:33

    An interesting discussion is definitely worth comment.
    I do think that you should write more about this topic, it might not be a taboo matter but usually people don’t
    speak about these issues. To the next! Best wishes!!

  7. 21 Juli 2014 pukul 19:38

    of course like your website however you have to check the spelling
    on quite a few of your posts. A number of them
    are rife with spelling issues and I to find it very troublesome to tell the truth on the other
    hand I’ll surely come back again.

  8. 25 Juli 2014 pukul 07:22

    Amazing issues here. I’m very glad to look your post. Thank you so much and
    I’m looking ahead to contact you. Will you please drop me a e-mail?

  9. 26 Juli 2014 pukul 17:51

    A motivating discussion is worth comment. I believe that you need to write more about
    this subject matter, it might not be a taboo subject but generally
    people don’t speak about such topics. To the next! Many thanks!!

  10. 27 Juli 2014 pukul 07:09

    I think this is one of the most significant info for me.
    And i am glad reading your article. But should remark on some general things, The site style is
    ideal, the articles is really nice : D. Good job, cheers

  11. 31 Juli 2014 pukul 17:45

    hello there and thank you for your info – I’ve definitely picked
    up anything new from right here. I did however
    expertise several technical points using this website, since I experienced to reload the website lots
    of times previous to I could get it to load properly. I had
    been wondering if your web hosting is OK? Not that I am complaining, but slow loading instances times
    will very frequently affect your placement in google and could damage your
    high-quality score if advertising and marketing with Adwords.
    Well I am adding this RSS to my e-mail and could look out for a lot more of your
    respective intriguing content. Ensure that you update this again very soon.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: