Beranda > Penyakit fisik > Candidiasis, Yeast infection

Candidiasis, Yeast infection

Candidiasis, disebut juga infeksi ragi (Yeast infection) atau sariawan, Candidosis, Moniliasis, dan Oidiomycosis, adalah infection fungi (mycosis) dari salah satu spesies Candida, dimana Candida albicans adalah yang paling umum. Candidiasis meliputi infeksi yang berkisar dari yang ringan seperti sariawan mulut dan vaginitis, sampai yang berpotensi mengancam kehidupan manusia. Infeksi Candida yang berat tersebut dikenal sebagai candidemia dan biasanya menyerang orang yang dalam kondisi sangat lemah imun, seperti penderita kanker, AIDS dan pasien transplantasi.

Infeksi kulit ringan dan membran mucosal oleh Candida menyebabkan radang lokal dan kegelisahan, infeksi ini yang umum diderita manusia.

Manifestasi

Infeksi Candidial bisa mengakibatkan komplikasi minimal seperti kulit menjadi lebih kemerahan, gatal dan kegelisahan, meskipun mungkin juga bisa mengakibatkan komplikasi parah atau fatal jika tidak diobati secara dini. Orang yang dalam kondisi immunocompetent (imun yang baik/normal), bentuk candidiasis biasanya hanya berupa infeksi kulit atau membran mucosal lokal, juga infeksi pada rongga mulut (sariawan), tekak atau kerongkongan, saluran pencernaan, saluran kencing, dan kemaluan (vagina, penis).

Candidiasis yang sangat umum adalah penyebab iritasi vaginal , atau vaginitis, dan dapat juga terjadi pada alat kelamin laki-laki. Dalam pasien dengan imun rendah, infeksi Candida dapat mempengaruhi kerongkongan dengan potensi menjadi sistemik, menyebabkan kondisi lebih serius (candidemia). Anak-anak, umumnya antara usia tiga dan sembilan tahun, dapat dipengaruhi oleh infeksi kronis mulut ragi (yeast infection), biasanya hal ini ditunjukkan dengan terdapat warna putih di sekitar mulut (berbelang). Namun, ini bukan kondisi umum.

Type/Jenis

Candidiasis dapat dibagi ke dalam jenis berikut ini:

  1. Oral candidiasis.
  2. Perlèche, luka dan radang pada tepi kanan/kiri mulut luar, penyebab candida albicans.
  3. Candidal vulvovaginitis, infeksi membran mucous vagina.
  4. Candidal intertrigo, infeksi pada kulit.
  5. Diaper candidiasis, infeksi pada daerah yang ditutupi diaper (popok) bayi.
  6. Congenital cutaneous candidiasis, infeksi pada kulit bayi lahir prematur.
  7. Perianal candidiasis, infeksi pada kulit muara anus.
  8. Candidal paronychia, infeksi pada lipatan kuku.
  9. Erosio interdigitalis blastomycetica, infeksi pada kulit jari.
  10. Chronic mucocuntaneous candidiasis, infeksi kronis pada kuku dan mukosa kulit.
  11. Candidiasis sistemik, infeksi yang menyebar dan menyebabkan keracunan darah khususnya pada imun rendah.
  12. Candidid, peradangan pada kulit tangan akibat jamur dari kaki (seperti dermatophytids).
  13. Antibiotik candidiasis, dapat terjadi karena kelebihan pemakaian atau pe-resep-an berbagai antibiotik (seperti oxytetracycline yang umumnya digunakan untuk mengontrol acne). Efek dari antibiotik adalah mengurangi flora bakteri yang umum terdapat dalam sistem gastrointestinal, sehingga menimbulkan lingkungan yang kondusif untuk perkembangbiakan Candida yang ada karena tidak adanya kompetisi utama. Situasi ini dapat tetap stabil sampai pasien berhenti mengkonsumsi antibiotik. efek antibiotik yang diharapkan terjadi pada satu wilayah tubuh, akan berefek negatif pada wilayah lain jika pemakaiannya berlebihan, contohnya di wilayah genital/kemaluan. Bakteri flora yang normal terdapat pada wilayah kemaluan dan tidak berbahaya bagi tubuh akan banyak yang terbunuh oleh antibiotik ini. Gejalanya, akan muncul kemerahan dan rasa gatal (jamur-an pada genital wanita dan rasa gatal pada genital pria) yang dapat berlangsung selama periode pemakaian antibiotik. Ruam dapat diobati atau dikontrol oleh obat antifungal yang cocok, tetapi infeksi kemungkinan baru dapat terhapus bila keseimbangan jumlah bakteri / fungal asli telah dikembalikan seperti semula (dengan berhenti menggunakan antibiotik).

Penyebab
Yeasts Candida biasanya hadir pada manusia, dan pertumbuhannya biasanya dibatasi oleh sistem kekebalan tubuh manusia. Mikroorganisme  tertentu dalam tubuh manusia yang menempati lokasi yang sama dengan yeast candida misal bakteri (niches) dalam tubuh manusia dapat juga menghambat pertumbuhan yeast candida ini.

Begitu juga yang terjadi pada vagina, mikroorganisme tertentu dapat membantu manusia mencegah perkembangbiakan candida. Penggunaan pembersih kimia (deterjen) pada vagina, penyemprotan (air), dan gangguan internal (hormonal atau fisiologis) tertentu dapat mengganggu keseimbangan ‘ekosistem’ tadi. Kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral telah dilaporkan sebagai faktor risiko, sedangkan anggapan pembersihan sesegera mungkin setelah melakukan hubungan seks vaginal dan seks anal dengan menggunakan pelumas yang mengandung gliserin tetap menjadi kontroversi sampai saat ini. Diabetes mellitus dan penggunaan antibiotik anti bakteri (khususnya tanpa pengawasan medis) juga dihubungkan dengan meningkatnya insiden infeksi ragi.

Kekebalan tubuh yang lemah dan penyakit metabolis seperti diabetes menjadi faktor penting yang signifikan membantu perkembangan candidiasis. Penyakit atau kondisi yang terhubung dengan candidiasis yaitu HIV/AIDS, mononucleosis, perawatan kanker, steroids, stres, dan kekurangan gizi. Hampir 15% dari orang-orang yang dalam tubuhnya kurang mampu mengembangkan sistem kekebalan tubuh mengalami penyakit sistemik yang disebabkan oleh spesies Candida. Dalam kasus ekstrim, infeksi candida yang biasanya tergolong ringan pada kulit atau lendir membranes bisa masuk ke dalam darah dan menyebabkan infeksi sistemik Candida.

Kasus candidiasis penis (yang ditularkan melalui hubungan seksual vaginal atau anal) dapat terjadi jika individu yang terinfeksi memiliki imunitas rendah, mengkonsumsi antibiotik tanpa pengawasan, dan diabetes. Infeksi ‘Male genital yeast’ sangat sedikit, dan insiden infeksi lebih sedikit/ kecil (yang terlaporkan/tercatat medis) dari perempuan, namun infeksi ragi pada penis ini dari kontak langsung melalui hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi sebenarnya sering terjadi.

Pencegahan
Hindari berganti-ganti pasangan seks, (jika terpaksa) gunakan kondom (walau itu hanya mungkin melindungi daerah kontak seks), jaga kebersihan – namun hati-hati terhadap bahan kimia tertentu yang dapat merusak keseimbangan mokroorganisme pada vagina dan anus. Jangan minum antibiotik tanpa pengawasan medis (dokter) karena dapat menimbulkan resistensi (kekebalan) jamur terhadap antibiotik tersebut di kemudian hari, hal ini sudah sering dianjurkan.

Gejala

Gejala candidiasis mungkin bervariasi tergantung pada daerah yang terkena/terpapar. Infeksi pada vagina atau vulva dapat menyebabkan rasa gatal yang parah, rasa terbakar, rasa sakit, dan iritasi, dan menimbulkan bercak keputih-putihan atau abu-abu keputih-putihan pada kulit/dinding vagina, sering dengan tampilan seperti curd/keju. Gejala juga hadir seperti yang ditimbulkan oleh bacterial vaginosis. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynecology (2002), hanya 33 persen perempuan yang benar-benar mengobati infeksi ragi, sedangkan sisanya hanya fokus mengobati bacterial vaginosis (Trichomonas vaginalis) atau infeksi campuran. Gejala infeksi pada laki-laki yaitu iritasi dengan kemaluan berwarna merah di dekat kepala penis atau pada kulup, gatal, atau sensasi rasa terbakar. Candidiasis pada penis dapat juga memiliki menimbulkan warna putih, meskipun jarang.

Diagnosis
Medis profesional dapat menggunakan dua metode dasar untuk mendiagnosa infeksi ragi: pemeriksaan mikroskopis dan culturing.

Pengobatan
Dalam dunia klinis, kandidiasis umumnya diobati dengan jenis antimycotics (obat anti jamur) misalnya: clotrimazole topikal, nistatin topikal, flukonazol, dan ketokonazol topikal.

Sebagai contoh, dosis satu kali flukonazol (sebagai Diflucan 150 mg tablet diambil secara oral) telah dilaporkan 90% efektif dalam mengobati infeksi jamur vagina. Perawatan/pengobatan harus melihat kemungkinan terjadinya reaksi alergi terhadap kelompok obat-obatan azole. Obat ini memiliki tingkat reaksi contraditory yang berbeda dengan obat-obatan lainnya. Dosis ini hanya efektif untuk infeksi ragi vagina, dan jenis infeksi ragi lainnya  mungkin memerlukan perawatan yang berbeda pula. Pada infeksi berat (umumnya pada pasien rawat inap), amfoterisin B, caspofungin, atau vorikonazol dapat digunakan.

Perawatan lokal mungkin termasuk suppository vagina (sejenis obat kapsul yang dimasukkan ke vagina) dan douches (penyiraman bagian dalam vagina). Obat Gentian violet dapat digunakan untuk daerah payudara (bagi ibu yang menyusui), tetapi bila digunakan dalam jumlah besar dapat menyebabkan ulceration pada mulut dan tenggorokan bayi.

Memperlakukan candidiasis hanya dengan obat-obatan belum tentu memberikan hasil yang diinginkan, dan diperlukan penelitian untuk kemungkinan lainnya sebagai penyebab infeksi parah/berulang/tak kunjung sembuh. Candidiasis pada mulut dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti infeksi HIV atau penyakit Immunodeficiency lainnya. Menjaga kesehatan Vulvovaginal dapat membantu mencegah candidiasis vaginal.

Jamur C. albicans dapat mengembangkan resistensi (perlawanan) terhadap jenis obat antimycotic, seperti fluconazole (salah satu obat yang sering digunakan untuk mengobati candidiasis). Infeksi berulang mungkin dapat diobati denggan penggunaan obat anti-fungal, tetapi resitensi terhadap agen (obat) alternatif ini juga dapat terjadi.

Catatan:
Genus Candida mencakup sekitar 150 spesies yang berbeda, namun hanya sedikit yang diketahui menyebabkan infeksi manusia, C. albicans adalah spesies patogen yang paling signifikan. Selain itu terdapat jenis spesies patogen Candida yang sering menginfeksi misal: C. tropicalis, C. glabrata, C. krusei, C. parapsilosis, C. dubliniensis, dan C. lusitaniae.

Sumber: Wikipedia

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Iklan
  1. 20 Mei 2009 pukul 15:26

    Thanks for this informative post. Im pretty sure that many people searching information at this topic . Btw nice blog.

    • pisangkipas
      22 Mei 2009 pukul 02:54

      Thankyou to visited my blog.

      • Anonim
        7 Oktober 2009 pukul 06:22

        i think you reset very2 good

  2. 18 Oktober 2009 pukul 05:38

    makasi yo……………………tas artikelnya

  3. suarta
    19 Desember 2009 pukul 16:49

    Sebelumnya terimakasi atas informasinya.
    Saya minta tolong diberikan ifo lebih lanjut mengenai candidiasis yang menyerang kakek saya pada bagian mulut dan tenggorokan bagian dalam. Sebelumnya kakek saya sering mengalami hipertensi. Umur kakek saya 85th.. Kira-kira apa penyebab terjadinya? Serta mohon solusinya!
    Terimakasi

    • pisangkipas
      20 Desember 2009 pukul 01:34

      faktor usia bisa menjadikan penyakit ini mudah menyerang, karena seiring semakin tua seseorang maka kekebalan tubuh terhadap penyakit semakin lemah. Namun, dari berbagai penelitian, seseorang yang sedang mengidap diabetes parah bisa menjadikan kekebalan tubuhnya lemah. Jika kakek anda sedang mengidap diabetes maka gula dalam darahnya harus rajin dikontrol seiring dengan pengobatan candidiasis dari dokter itu sendiri.

  4. maya
    21 Desember 2009 pukul 14:36

    saya br tau klo saya mengidap candida, bercak2 ada dsluruh tubuh, paling banyak dileher & wajah..apakah bsa mnular, dan penyembuhan brp lama?tx

  5. Rina
    26 April 2010 pukul 11:27

    terimakasih atas penjabarannya, saya baru saja pulang dr dokter, dan melakukan test lab yang hasilnya baru bisa saya terima minggu depan, dengan adanya informasi dr blog ini, saya merasa lebih tenang, karna paling tidak saya sudah bs memperkirakan apa yg terjadi pada saya..dan karna gejala yg saya alami gatal pada bagian luar vagina dan keputihan, mudah2an infeksi yg saya alami ini masih ringan..amiiiien

    • pisangkipas
      26 April 2010 pukul 13:06

      aminnn juga. Penyakit ini paling takut dengan kekebalan tubuh kita yang normal, jadi jagalah kesehatan: istirahat cukup, makan yg bergizi, tidak merokok, jangan terlalu stres, dll. Obat dari dokter hanya membantu, tetapi kondisi tubuh yang sehat di diri kita lah yang paling penting untuk selalu dijaga. Terimakasih sudah berkunjung.

  6. 5 Januari 2011 pukul 07:01

    thank,z. atas infonya,,

  7. 1 November 2011 pukul 10:06

    Ijin Share bro… sangat informatif…

    thanks sharing nya….

  8. Anonim
    17 Januari 2012 pukul 08:58

    dok bayi saya umurnya 1 setengah bulan terkena jamur dirongga mulut, sy sudah menjaga kebersihan pada botol dan dotnya, dan sudah diberi nistatin oleh dokter.tp masih belum hilang sampai obatnya habis,pada hari pertama dan kedua kemarin sempat jamurnya agak hilang tapi kemudian tumbuh lagi – tumbuh lagi sampai obatnya habis, bagaimana ya dok….trims

  9. 24 Januari 2013 pukul 21:13

    you are in point of fact a excellent webmaster. The site loading pace is incredible. It kind of feels that you’re doing any unique trick. In addition, The contents are masterwork. you’ve done a wonderful task in this matter!

  10. 9 Juni 2013 pukul 13:30

    After I initially left a comment I seem to have clicked on the -Notify me when new comments are added-
    checkbox and from now on each time a comment is added I receive 4 emails with the same comment.
    Is there a way you can remove me from that service?
    Cheers!

  11. 22 Juli 2013 pukul 00:38

    This is a whole other topic and a very important one.

    I sought avant garde clinicians such as Deepak Chopra, Andy Weil
    and Chris Northrup as my mentors, and never looked back.
    Based on your medical condition, your health care provider will decide the usage.

  12. 5 September 2014 pukul 08:49

    Hello There. I found your blog the usage of msn. That is a very well written article.
    I will make sure to bookmark it and come back to learn more of your helpful information. Thank you for
    the post. I’ll certainly comeback.

  13. 13 November 2014 pukul 15:59

    Fresh in salads, fresh in juices, fruits and vegetables, drinking hygienic water, apply the remedies
    after steaming. If you want a bleach, that’s making you lose out on parts
    of your hair and wear it in a cool and dry
    place. Drinking lot of water in the direction of
    the inflammation and irritation that accompanies acne.

  14. ira
    17 April 2017 pukul 18:07

    Trimakasih bnyk informasinya cukup detail…ini sangat membantu…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: