Beranda > Penyakit fisik > HIV/AIDS

HIV/AIDS

Apakah AIDS itu?
AIDS (Acquired immunodeficiency syndrom). Artinya sindrom/kondisi/keadaan yang menunjukkan gejala dimana tubuh kehilangan/kekurangan kekebalan tubuh. Sedangkan HIV adalah virus-nya yang menyebabkan tubuh kehilangan kekebalan terhadap penyakit tadi. HIV menyerang sel CD4 yaitu sel yang bertugas memberi kode apakah suatu benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita itu adalah musuh atau bukan, kode ini akan dibaca oleh sel pembunuh CD8.

HIV merupakan jenis virus dengan beberapa varian yang menyebabkan seseorang kehilangan kekebalan tubuh perlahan tapi pasti. Virus ini menular dari satu manusia ke manusia yang lain. Tidak ada manusia yang tertular HIV dari unggas seperti pada flu burung. HIV juga tidak bisa menular lewat gigitan nyamuk. Namun kalau kita melihat sejarahnya, virus ini berasal dari semacam simpanse di benua afrika yang virusnya bermodifikasi sedemikian rupa supaya bisa masuk ke tubuh manusia.

Dalam 2 minggu sampai 3 bulan, HIV yang telah masuk ke dalam tubuh tidak akan dapat dideteksi oleh sistem tes darah di laboratorium, karena HIV bersembunyi sambil bereplikasi dalam sel-sel CD4 yaitu anggota sistem imun tubuh yang bertugas memberikan informasi jenis penyakit kepada limposit, makrofag, dan sel pembunuh CD8. HIV suka bersarang di tempat-tempat produksi/markasnya CD4. Dengan cara halus dan ‘bersahabat’, virus ini masuk kedalam sel CD4 dan mereplikasi/menggandakan dirinya di dalam sel tsb. Akibatnya sel tersebut menjadi sakit dan akhirnya mati.

Tapi lambat laun, tubuh akhirnya bisa membuat antibodi/penanda untuk virus ini. Namun virus ini terus menerus menyerang dan bereplikasi pada CD4. HIV Baru keluar dari CD4 dengan jumlah ribuan virus baru, sebagian terbunuh, sebagian lagi masuk ke sel-sel CD4 lain yang masih sehat. Nah, karena CD4 sendiri terbagi menjadi banyak jenis spesialisasi tergantung jenis kuman maka lambat laun, sel-sel CD4 yang memiliki kemampuan memerangi penyakit tertentu akan musnah. karena musnah, maka tentu saja tidak bisa menggandakan diri. Dan tubuh akan mulai kewalahan memerangi penyakit-penyakit tertentu yg biasanya gampang sekali dimusnahkan dengan bantuan informasi dari CD4. ini lah yang disebut masa-masa stadium awal AIDS.

Proses perusakan sel CD4 ini berlangsung cukup lama (tapi pasti) yaitu antara 2-10 tahunan bahkan lebih, tergantung daya tahan tubuh, nutrisi yg kita makan, dan kebiasaan pola hidup kita. Kalo daya tahan tubuh lemah, cuma 2 taunan bisa memasuki tahap AIDS.

Bagaimana orang bisa tertular HIV?
Virus ini berenang di cairan-cairan tubuh yang ada CD4-nya. Paling banyak di cairan otak, trus di darah, air susu, sperma, cairan vagina, keringat, dan air ludah. Paling banyak ditemukan pada cairan otak dan darah. Oleh sebab itu, banyak orang bisa tertular kalo ada pintu masuk dan pintu keluar darah. Contoh adanya luka/ iritasi. Penularan virus bisa mencapai 100 % jika melalui jalur transfusi darah yg tidak di screening ketat. Juga lewat pertukaran jarum suntik antar penggunda narkoba.

Kemungkinan penularan lain adalah melalui hubungan seksual baik vaginal, maupun anal. Bagaimana dengan ciuman/kiss? bisa saja tertular jika ada luka/lesi di mulut. Kuncinya adalah HIV ini perlu jalan masuk menuju darah.

Juga volume darah yang akan terkontaminasi ikut menentukan seberapa ‘berhasilnya’ infeksi HIV terjadi. Semakin banyak darah yang terlibat maka semakin besar kemungkinan terjadinya penularan.

HIV tidak dapat berpindah/ditularkan melalui gigitan nyamuk, karena jika nyamuk menggigit seorang pengidap HIV (ODHA), maka HIV dari darah ODHA tersebut akan memasuki saluran pencernaan nyamuk. Di sini tidak ada sel CD4 manusia yang dibutuhkan HIV, sehingga virus ini akan segera mati dan dihancurkan oleh enzim-enzim di dalam sistem pencernaan nyamuk tersebut.

Pada kasus malaria, kuman pada nyamuk itu bukan virus tapi sejenis protozoa. Di dalam tubuh nyamuk, protozoa tersebut dapat berkembang biak menjadi sporozoit, yang kemudian akan pindah ke kelenjar air liur nyamuk. Ketika nyamuk menggigit seseorang, maka bersama air liur nyamuk tersebut akan terbawa sporozoit kuman malaria, masuk ke dalam tubuh orang tersebut.

Bagaimana dengan ‘jarum suntik’ pada mulut nyamuk? cara kerja jarum suntik/mulut yang dimiliki nyamuk berbeda dengan jarum suntik yang dipakai seperti pada suntikan untuk medis atau pemakai drug. Jarum suntik biasa hanya memiliki 1 lorong/saluran (keluar masuk cairan hanya lewat satu lorong itu saja), sedangkan pada nyamuk memiliki dua lorong, yang satu digunakan untuk mengeluarkan air liur (sebelum menghisap darah) dan satunya untuk mengisap darah. Namun keduanya tidak menjadi satu. Yang satu berasal dari tempat pembuatan/penyimpanan air liur, sedangkan yg lain berpangkal/menuju ke pencernaanya.

Gejala HIV/AIDS
Pada umumnya tidak ada gejala khusus bagi orang yang telah terinfeksi HIV selama bertahun-tahun. beberapa kasus memang ada beberapa orang yang mengalami semacam gejala flu dan demam pada awal terpajan, ini adalah reaksi umum tubuh jika ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak. Sedangkan pada masa AIDS, akan timbul gejala-gejala oportunistik, dalam hal ini segala macam kuman akan berkembang dengan mudah dalam tubuh kita karena tubuh kekurangan CD4. Lihat gejala macam-macam penyakit oportunistik pada lampiran link di bagian bawah artikel ini.

Pengobatan
Belum ada obat yang bisa memberantas HIV dari tubuh kita, obat-obatan yang ada sekarang dikenal sebagai ARV/antiretroviral (antireplikasi/penggandaan) virus hanya mencegah virus bisa masuk ke dalam sel CD4, dan memutus rantai replikasi kromosom virus dalam CD4. Berbagai jenis antiretroviral harus diminum dengan dan di bawah pengawasan dokter karena ada beberapa efek samping yang ditimbulkannya. Cara minumnya setiap hari , pada jam-jam tertentu sesuai hasil koordinasi dengan dokter. Sangat dilarang untuk menunda meminumnya karena jika telat meminumnya maka virus akan kebal terhadap obat itu.

Baca juga :

Sumber: arsip materi penyuluhan pribadi, Wikipedia.org, dan Grup Diskusi: AIDS Indonesia – Friendster.com.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Iklan
  1. 10 Maret 2013 pukul 00:02

    Hello! I could have sworn I’ve been to this site before but after checking through some of the post I realized it’s
    new to me. Nonetheless, I’m definitely delighted I found it and I’ll be
    book-marking and checking back often!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: