Beranda > Penyakit fisik > Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi bagian manapun dari saluran kemih. Agen etiologi (kuman) utamanya adalah Escherichia coli. Meskipun urin mengandung berbagai cairan, garam, dan produk-produk limbah, adanya kuman/bakteri di dalamnya merupakan hal yang tidak biasa. Ketika bakteri masuk ke kandung kemih atau ginjal dan berkembang biak dalam urin, mereka dapat menyebabkan ISK.

Jenis ISK yang paling umum ISK adalah sistitis akut yang sering disebut sebagai infeksi kandung kemih. Infeksi saluran kemih atas atau ginjal dikenal sebagai pielonefritis, dan secara potensial lebih serius. Infeksi saluran kencing biasanya dapat dengan mudah diobati dengan antibiotik dalam waktu  singkat. Gejalanya meliputi perasaan sering dan / atau ingin buang air kecil, sakit saat buang air kecil, dan urin keruh.

Tanda dan gejala
Gejala yang paling umum dari infeksi kandung kemih yaitu rasa nyeri saat buang air kecil (dysuria), frekuensi buang air kecil tinggi, sering ingin buang air kecil, tanpa disertai keluarnya cairan dari vagina atau rasa sakit yang signifikan. Gejala Infeksi saluran kemih atau pielonefritis (selain gejala sebelumnya disebutkan) juga bisa disertai gejala rasa sakit di ulu hati dan demam. wanita sehat memiliki waktu gejala rata-rata selama 5 hari.

Faktor risiko

Aktifitas Seksual
Aktifitas seks wanita muda yang aktif secara seksual adalah penyebab 75-90% infeksi kandung kemih, ini berkaitan dengan frekuensi seks yang cukup tinggi. Istilah “cystitis bulan madu” merujuk pada masa awal-awal pernikahan yang merupakan saat tingginya aktifitas seksual. Pada wanita menopause, aktivitas seksual tidak mempengaruhi risiko mengembangkan ISK.

Jenis Kelamin
Wanita lebih rentan terhadap ISK daripada pria karena pada wanita, uretra lebih pendek dan dekat ke anus dari pada laki-laki; juga pada wanita tidak memiliki sifat bakteriostatik sekresi prostat. Pada orang usia lanjut, frekuensi ISK memiliki proporsi hampir sama pada wanita dan laki-laki. Hal ini disebabkan karena terjadi perbesaran prostat pada pria yang lebih tua. Pembesaran prostat terjadi pada hampir semua pria yang semakin menua. Ini dapat  menekan uretra dan menyebabkan masalah buang air kecil dan kandung kemih. Kelenjar pada prostat yang membersar dapat  menghalangi uretra, sehingga menyebabkan kesulitan dalam berkemih pun meningkat. Kesulitan ini menyebabkan kurangnya terjadi pembilasan uretra yang pada gilirannya menyebabkan  kolonisasi e. coli di kandung kemih.

Kateter urin
Penggunaan Kateter urin (khususnya yang tidak steril) dapat meningkatkan risiko ISK. Di sini, Staphylococcus epidermidis adalah yang paling umum menyebabkan infeksi.

Faktor risiko lainnya yaitu penyakit diabetes, drepanocytosis (kelainan pada sel darah merah), dan kelainan pada anatomi saluran kemih seperti pembesaran prostat.

Pencegahan
Berikut ini adalah langkah-langkah yang diharapkan dapat mengurangi kejadian infeksi saluran kemih.

  • Penggunaan antibiotik dosis rendah (biasanya nitrofurantoin atau TMP / SMX) adalah efektif dalam mengurangi frekuensi ISK pada mereka dengan ISK berulang (penggunaan 6 bulan – 1 tahun).
  • Cranberry (jus atau kapsul) dapat menurunkan kejadian ISK pada mereka dengan infeksi sering. Namun toleransi jangka panjangnya masih diperdebatkan.
  • Bagi wanita pasca-menopause, aplikasi intravaginal krim estrogen topikal dapat mencegah cystitis berulang.
  • Studi menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi resiko ISK pada bayi.
  • Mengurangi (atau sebisa mungkin menghindari) aktifitas berganti-ganti pasangan seks, apalagi tanpa pengaman kondom.

Diagnosis
Selain gejala yang terlihat pada pasien, tentunya ini disertai dengan pemeriksaan urin di laboratorium. Harap dibaca pada sumber tulisan ini.

Pengobatan

Non komplikasi
ISK non komplikasi dapat didiagnosis dan diobati berdasarkan gejala saja. Antibiotik seperti trimetoprim, sefalosporin, nitrofurantoin, atau fluorokuinolon seperti siprofloksasin secara substansial membantu untuk mempersingkat waktu pemulihan. The Infectious Diseases Society of America merekomendasikan kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol sebagai agen baris pertama untuk ISK tanpa komplikasi daripada fluoroquinolones. Obat lain dapat ditanyakan pada dokter.

Phenazopyridine dapat membantu dengan buang air kecil yang menyakitkan.

Pielonefritis
Pielonefritis diperlakukan lebih agresif dibanding infeksi kandung kemih sederhana baik menggunakan  antibiotik oral atau intravena antibiotik. Rejimen bervariasi, dan termasuk SMX / TMP dan fluorquinolones.

Jika ada respon yang buruk terhadap antibiotik (ditandai oleh demam persisten, dan memburuknya fungsi ginjal), maka ini mungkin karena terjadinya pembentukan abses (di dalam atau di sekitar ginjal), atau adanya sesuatu yang menghalangi seperti batu atau tumor.

Sumber: Wikipedia.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Iklan
Kategori:Penyakit fisik Tag:, ,
  1. 3 Desember 2012 pukul 07:57

    wadow….
    tpi makasih infonya om

  2. anton medan
    13 April 2013 pukul 06:03

    kemaren saya sudah berobat kedokter..dan sembuh..tidak ada keluar lagi nanah dan sakitnya..
    tpi kok warna kencing saya masih hijau ya mass broo..
    apakah saya belom sembuh dr GO..???

    tolong pencerahannya dan pcara mengatasinya..????

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: