Beranda > Penyakit fisik > Diphtheria, Difteri

Diphtheria, Difteri

Difteri (διφθέρα Yunani (diphthera) “sepasang gulungan kulit”) adalah penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae, suatu bakteri Gram-positif fakultatif anaerob. Hal ini ditandai dengan sakit tenggorokan, demam rendah, dan suatu pseudomembrane pada tonsil, faring, dan / atau rongga hidung. Suatu bentuk ringan dari difteri dapat terbatasi pada kulit. Kadang-kadang bisa berakibat miokarditis (pendarahan pada otot jantung) dan peripheral neuropathy (istilah untuk kerusakan saraf-saraf pada sistem saraf periferal).

Difteri adalah penyakit menular yang menular melalui kontak fisik langsung atau terhirup  sekresi aerosol (material cair maupun padat dalam udara) dari napas individu yang terinfeksi.

Difteri umumnya telah diberantas di negara-negara industri dan beberapa negara berkembang melalui vaksinasi secara luas. Vaksin yang dipakai adalah DPT (Diphtheria–Pertussis–Tetanus) .

Tanda dan gejala
Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2-5 hari. Awal penyakit biasanya bertahap. Gejalanya meliputi kelelahan, demam, sakit tenggorokan ringan dan masalah untuk menelan. Anak yang terinfeksi mengalami gejala lain berupa  mual, muntah, menggigil, dan demam tinggi, meskipun beberapa tidak menunjukkan gejala sampai infeksi telah berkembang lebih lanjut. Dalam 10% kasus, leher pasien mengalami pembengkakan. Kasus-kasus ini terkait dengan risiko kematian yang tinggi.

Selain gejala di daerah infeksi (sakit tenggorokan), pasien mungkin mengalami gejala yang lebih umum, seperti kelesuan, pucat, dan denyut jantung yang cepat. Gejala-gejala ini disebabkan oleh toksin yang dikeluarkan oleh bakteri. Tekanan darah rendah dapat berkembang pada pasien ini. efek jangka panjang dari toksin difteri termasuk kardiomiopati (kerusakan fungsi miokardium jantung) dan peripheral neuropathy  (jenis sensor). Bentuk difteri kulit sering berupa  infeksi sekunder dari penyakit kulit yang sudah ada. Tanda-tanda infeksi difteri cutaneous berkembang rata-rata dalam tujuh hari setelah munculnya penyakit kulit primer.

Diagnosa

Pendefinisian difteri saat ini berdasarkan pada kriteria klinis dan laboratorium.

Kriteria Laboratorium
* Isolasi Corynebacterium diphtheriae dari spesimen klinis, atau
* Histopatologis diagnosis difteri

Kriteria klinis
* Munculnya penyakit pada saluran pernapasan atas (sakit tenggorokan)
* Demam kelas rendah
* Sebuah pseudomembrane pada tonsil, faring, dan / atau hidung.

Pengobatan
Penyakit ini dapat disembuhkan, tetapi dalam banyak kasus, kelenjar getah bening di leher bisa membengkak, ini menyebabkan kesulitan bernapas dan menelan. Orang-orang dalam tahap ini harus mendapatkan perhatian medis segera, halangan dalam tenggorokan mungkin memerlukan intubasi atau sebuah tracheotomy. Ritme jantung yang abnormal dapat terjadi pada awal perjalanan penyakit atau beberapa minggu kemudian, dan dapat menyebabkan gagal jantung.

Difteri juga bisa menyebabkan kelumpuhan di mata, leher, tenggorokan, dan otot pernafasan. Pasien dengan kasus yang parah harus dimasukkan dalam ruang unit gawat darurat dan diberi anti-toksin difteri. Pertimbangan pemberian anti toksin harus berdasarkan pada pertimbangan kemungkinan bahwa toksin difteri mengalami kekebalan.

Antibiotik belum terbukti mempengaruhi penyembuhan infeksi lokal pada pasien yang diobati dengan antitoksin difteri. Antibiotik digunakan pada pasien untuk memberantas C. diphtheriae dan mencegah penularan kepada orang lain. CDC (AS) merekomendasikan:

  • Eritromisin (oral atau injeksi) selama 14 hari (40 mg / kg per hari dengan maksimum 2 g/d), atau
  • Procaine penicillin G secara intramuskuler selama 14 hari (300.000 U/d untuk pasien dengan berat <10 kg dan 600.000 U/d bagi mereka yang beratnya> 10 kg). Pasien dengan alergi terhadap penisilin G atau eritromisin dapat menggunakan rifampin atau klindamisin.

Sumber: Wikipedia.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Iklan
Kategori:Penyakit fisik Tag:
  1. 1 Mei 2010 pukul 01:57

    dang cool story dude.

  2. 1 Mei 2010 pukul 12:39

    lmao sweet info dude.

  3. 29 April 2011 pukul 12:09

    thank ada nya penjelasan ini marisa mengerti

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: