Beranda > Penyakit fisik > Herpes genitalis

Herpes genitalis

Herpes genitalis (atau herpes genital) mengacu pada infeksi genital (berkaitan dengan alat reproduksi dan sekitarnya) oleh virus herpes simpleks.

Setelah HSV diklasifikasi ke dalam dua kategori berbeda (HSV-1 dan HSV-2) pada tahun 1960, maka kemudian dibagilah daerah khusus penyebaran herpes-herpes ini yaitu: HSV-2  di bawah pinggang, dan HSV-1 berada di atas pinggang. Walaupun herpes genital diyakini sebagian besar disebabkan oleh HSV-2, herpes genital karena infeksi HSV-1 sekarang ini mengalami peningkatan lebih dari 50% pada populasi tertentu. HSV diyakini asimptomatik (tak bergejala) pada kebanyakan kasus, sehingga memudahkan penularan dan penyebaran tanpa terdeteksi.

Ketika muncul gejala, manifestasi khas dari primer HSV-1 atau HSV-2 infeksi genital yaitu luka cluster yang terdiri dari papula dan vesikula meradang pada permukaan luar dari alat kelamin mirip cold sores. Ini biasanya muncul 4-7 hari setelah terpajan/terkena HSV untuk pertama kalinya. Infeksi HSV-1 Genital  berulang pada tingkat sekitar seperenam dibanding HSV-2 genital. Pada laki-laki, luka terjadi pada kelenjar penis, batang penis atau bagian lain dari wilayah kelamin; bisa juga terjadi pada paha bagian dalam, pantat, atau anus. Pada perempuan, lesi muncul pada atau dekat pubis, labia, clitoris, vulva, pantat atau anus. Gejala umum lain diantaranya : pada daerah yang terinfeksi muncul rasa sakit, gatal, dan terasa panas (seperti terbakar). Jarang terjadi, gejala berupa keluarnya cairan yang tidak biasa dan tak terkontrol dari penis atau vagina, demam, sakit kepala, nyeri otot (myalgia), pembengkakan kelenjar getah bening dan diperbesar dan malaise. Wanita sering mengalami gejala tambahan yang termasuk buang air kecil sakit (dysuria) dan servisitis. Herpes proctitis (peradangan anus dan rektum)  umum terjadi bagi penderita yang melakukan  hubungan seks anal. Setelah 2-3 minggu, lesi yang ada berubah menjadi bisul dan kemudian menjadi kerak.

Dalam kasus yang jarang terjadi pula, infeksi yang terjadi di daerah sacral dari sumsum tulang belakang dapat menyebabkan urinary retention (juga dikenal sebagai ischuria, yaitu kurangnya kemampuan untuk buang air kecil) akut dan muncul  tanda-tanda myeloradiculitis (kombinasi mielitis dan radiculitis): rasa sakit, kehilangan indera, sensasi abnormal (paresthesia) dan ruam. Secara historis ini telah disebut sindrom Elsberg.

Sumber: Wikipedia.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Kategori:Penyakit fisik Tag:,
  1. eko
    20 November 2010 pukul 15:26

    apakah ini bisa sembuh total ya????

    • pisangkipas
      20 November 2010 pukul 17:35

      Ini kan tergolong seperti cacar air, jadi kemungkinan kambuh lagi masih bisa. Infeksi yang disebabkan virus biasanya bisa kambuh jika kekebalan tubuh kita sedang rendah (contoh gampangnya misalnya flu). Sistem imun dalam tubuh manusia bukan hanya memperlakukan kuman/benda asing yang masuk tubuh dengan membunuhnya, terkadang sistem imun hanya melemahkan saja atau ‘membungkus’ kuman itu supaya gak bisa berkembang biak atau mengganggu. Nah, jika kekebalan tubuh rendah maka kuman ini akan menjadi kuat kembali karena tidak ada yang mengawasinya. Contoh kasus ini seperti pada penderita diabetes melitus parah dan HIV/AIDS.

      • eko
        21 November 2010 pukul 05:59

        jadi jika penah mengidap penyakit ini,virusnya g penah bisa mati,akan didalam tubuh penderita trs ya

      • pisangkipas
        21 November 2010 pukul 08:24

        Bisa dikatakan demikian, virusnya tidak bisa dihilangkan secara total dari tubuh dan terbuka kemungkinan untuk kambuh lagi. Sebagian virus mati (karena diperangi oleh kekebalan tubuh, dan obat-obatan tertentu) dan sebagian mungkin tidak. Obat-obatan yang ada cuma mengurangi rasa sakit, mengurangi jumlah lesi (luka), menurunkan frekuensi dan tingkat keparahan infeksi berulang, mengurangi waktu penyembuhan, dan membatasi penyebaran infeksi ke bagian tubuh yang lain.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: