Beranda > Definisi > Anorgasmia

Anorgasmia

Anorgasmia, (pada pria sering dikaitkan dengan ejakulasi tertunda) adalah suatu bentuk disfungsi seksual yang kadang-kadang diklasifikasikan sebagai gangguan kejiwaan di mana pasien tidak dapat mencapai orgasme, bahkan dengan stimulasi yang memadai. Namun, hal itu juga dapat disebabkan oleh masalah medis seperti diabetes neuropati, multiple sclerosis, genital mutilation, komplikasi setelah operasi kelamin, trauma panggul (seperti akibat cedera mengkangkang ketika jatuh dari sepeda atau senam balok), ketidakseimbangan hormon, histerektomi total, cedera saraf tulang belakang, sindrom cauda equina, embolisation rahim, trauma melahirkan (vagina robek melalui penggunaan forseps dan episiotemy yang besar), vulvodynia dan penyakit kardiovaskular (Berman et al. 2005). Anorgasmia jauh lebih sering terjadi pada wanita daripada pria (khususnya pada pria yang lebih muda). Anorgasmia adalah istilah medis untuk kesulitan mencapai orgasme (bersifat reguler) setelah cukup rangsangan seksual, ini sering menyebabkan frustrasi seksual yang signifikan. Sekitar 15% perempuan melaporkan kesulitan dengan orgasme, dan sebanyak 10% perempuan di Amerika Serikat tidak pernah mencapai klimaks. Banyak wanita yang orgasme secara teratur hanya klimaks sekitar 50-70% pada saat semestinya dia mencapai klimaks.

Penyebab umum anorgasmia, baik pada pria maupun wanita, adalah penggunaan obat anti-depressant, terutama selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Penyebab lain adalah kecanduan, terutama pada heroin.

Anorgasmia primer
Anorgasmia utama adalah suatu kondisi dimana seseorang belum pernah mengalami orgasme. Ini secara signifikan lebih sering terjadi pada wanita, meskipun dapat terjadi pada pria yang tidak memiliki reflek gladipudendal/bulbocavernosus (ini berkaitan dengan kinerja syaraf) .

Wanita dengan kondisi ini kadang-kadang dapat mencapai tingkat gairah seksual  yang relatif rendah, dan mungkin berpikir tentang hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya sebagai sesuatu yang menyenangkan meskipun terdapat ketidakmampuan untuk orgasme. Mereka mungkin mendapatkan banyak rangsangan (dan kenikmatan) dari suatu sentuhan, ciuman, belaian, perhatian, dan sebagainya. Namun, perempuan yang secara rutin mencapai respon seksual tingkat tinggi  tanpa pelepasan secara orgasmik  dapat menjadi frustrasi. Emosional lekas marah, gelisah, dan nyeri panggul atau sensasi panggul yang berat dapat terjadi karena pembesaran pembuluh darah.

Banyak orang telah mampu menemukan bantuan yang efektif pada anorgasmia, meskipun anorgasmia itu disebabkan oleh faktor fisik. Sebuah proses pengondisian mental seperti hipnosis dapat memiliki dampak positif. Anorgasmia primer pada pria sangat jarang, dan dengan demikian sangat sedikit dipelajari.

Anorgasmia sekunder
Anorgasmia sekunder adalah hilangnya kemampuan untuk mencapai orgasme. Penyebabnya mungkin karena alkohol, depresi, kesedihan, pembedahan panggul (seperti total histerektomi) atau cedera, obat-obatan tertentu, penyakit, kekurangan estrogen yang berhubungan dengan menopause atau yang kejadian yang telah membuat si pasien merasa kehilangan sistem nilai seksual.

Anorgasmia sekunder adalah mendekati 50% pada priamengalami prostatektomi; 80% di antara prostatectomi radikal. Ini adalah hasil negatif yang serius karena prostatectomi radikal biasanya diberikan kepada pria yang lebih muda, yang diharapkan dapat hidup lebih dari 10 tahun. Pada usia lebih tua, prostat lebih kecil kemungkinannya untuk tumbuh selama orang itu masih hidup. Hal ini umumnya disebabkan oleh kerusakan saraf utama yang melayani daerah penis, yang lewat di dekat kelenjar prostat. Penghapusan prostat sering menyebabkan kerusakan atau bahkan sama sekali menghapus saraf ini, membuat respons seksual menjadi sulit terjadi.

Anorgasmia situasional
Seseorang kadang mencapai orgasme dalam beberapa situasi: mungkin hanya dengan satu atau beberapa orang saja dan tidak pada orang lain. Seseorang dapat mencapai orgasme dari satu jenis rangsangan, tetapi tidak dari yang lain. Bisa juga mengalami orgasme hanya dalam kondisi tertentu atau hanya dengan jenis atau jumlah pemanasan tertentu. Variasi umum ini berada dalam kisaran ekspresi seksual yang normal dan tidak bisa dianggap bermasalah.

Seseorang yang mengalami situasi terganggu oleh anorgasmia harus didorong untuk menjelajahi/mencari tahu sendiri (atau mungkin  dengan pasangannya) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dia untuk mencapai orgasme, contoh: kelelahan, emosional (berkaitan dengan perhatian), merasa tertekan untuk melakukan hubungan seks ketika ia atau pasangannya tidak tertarik, dan pasangannya mengalami disfungsi seksual. Dalam kasus umum, anorgasmia situasional relatif pada wanita selama hubungan intim (penis-vagina), beberapa ahli terapi seks menganjurkan agar pasangan memasukkan vibrator manual atau rangsangan (tambahan) selama hubungan seksual, atau menggunakan posisi tubuh wanita berada di atas pria karena dapat memungkinkan untuk terjadinya rangsangan klitoris oleh penis atau simfisis pubis atau keduanya, dan itu memungkinkan si wanita membuat kontrol yang lebih baik melalui gerakan tertentu untuk mencapai kenikmatan – sehingga diharapkan bisa mencapai orgasme.

Sumber: Wikipedia.

Iklan
Kategori:Definisi Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: