Beranda > Penyakit fisik > Premature Ejaculation (PE), Ejakulasi Dini

Premature Ejaculation (PE), Ejakulasi Dini

Premature ejaculation (PE), ejakulasi dini, adalah suatu kondisi dimana seorang pria berejakulasi lebih awal dari saat yang diinginkannya atau pasangannya. Ejakulasi dini juga dikenal sebagai ejakulasi cepat, cepat klimaks, atau klimaks prematur.

Masters dan Johnson mendefinisikan PE sebagai kondisi di mana seorang pria berejakulasi sebelum pasangan seks mencapai orgasme, di lebih dari lima puluh persen hubungan seksual. Peneliti seks lainnya  telah mendefinisikan bahwa terjadi ejakulasi dini jika pria berejakulasi dalam waktu dua menit setelah penetrasi awal, namun, sebuah survey oleh Alfred Kinsey pada tahun 1950 menunjukkan bahwa tiga perempat  ejakulasi pria dalam dua menit penetrasi terjadi di lebih dari setengah hubungan seksual mereka.

Kemungkinan faktor psikologis dan lingkungan

Umumnya faktor psikologis berperan dalam ejakulasi dini. Sedangkan pria kadang-kadang meremehkan hubungan antara kinerja seksual dan kesejahteraan emosional, ejakulasi dini dapat disebabkan oleh depresi sementara, stres atas masalah keuangan, harapan yang tidak realistis tentang performa, riwayat represi seksual, atau kurangnya rasa percaya diri secara keseluruhan. Dinamika interpersonal sangat berkontribusi terhadap fungsi seksual dan ejakulasi dini ini dapat disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar pasangan, sakit hati, atau konflik-konflik yang tidak terselesaikan yang mengganggu kemampuan untuk mencapai kedekatan emosional. Ejakulasi dini neurologis juga dapat mengarah pada bentuk lain dari disfungsi seksual, ini akibat dari  pikiran yang berlebihan tentang  masalah yang ada, dengan menciptakan kecemasan kinerja seksnya sendiri (yang seharusnya itu tidak perlu berlebihan untuk dicemaskan). Dalam konteks patologis, ejakulasi dini juga bisa dikaitkan dengan gairah yang ekstrem.

Menurut teori-teori yang dikembangkan oleh Wilhelm Reich, ejakulasi dini mungkin merupakan konsekuensi dari suatu energi stasis seksual otot-otot panggul, yang mencegah difusi energi tersebut ke bagian lain dari tubuh.

Kemungkinan faktor fisik
Mekanisme ejakulasi: Proses fisik ejakulasi memerlukan dua tindakan berurutan: emisi dan pengusiran (pengeluaran). Fase emisi adalah tahap pertama. Melibatkan pengumpulan cairan  mani  dari ampullary vas deferens, vesikula seminalis, dan kelenjar prostat ke dalam saluran uretra. Tahap kedua adalah fase pengusiran (pengeluaran). Melibatkan penutupan leher kandung kemih, diikuti oleh kontraksi berirama uretra oleh otot panggul dan bulbospongiosus, dan sesekali relaksasi sfingter uretra (otot-otot di uretra yang mengontrol pengeluaran kemih) eksternal.

Saraf-saraf motor sympathetic mengendalikan fase emisi dari  refleks ejakulasi, dan fase pengusiran dijalankan oleh saraf motor  somatik dan otonom. Saraf-saraf motor ini terletak di daerah sumsum tulang belakang dan diaktifkan secara terkoordinasi bila input sensoris yang cukup mencapai ambang ejakulasi telah memasuki sistem saraf pusat.

Beberapa daerah di otak, dan terutama nukleus paragigantocellularis, telah diidentifikasi terlibat dalam mengontrol ejakulasi.  Para ilmuwan telah lama menduga kaitan genetik ke bentuk-bentuk tertentu ejakulasi dini.

Diagnosis
Ejakulasi dini harus dibedakan dari disfungsi ereksi terkait dengan suatu kondisi medis umum. Pada beberapa individu, gairah seksual bisa begitu tinggi sehingga ejakulasi bisa terjadi dengan cepat. Para dokter juga memperhitungkan usia individu, pengalaman seksual secara keseluruhan, aktivitas seksual baru-baru ini, dan hal-hal yang disukai mitra seksual (saat berhubungan seks).

Pengobatan
Dalam kasus biasa, perawatan secara bertahap terfokus pada pelatihan dan improvisasi kebiasaan dalam seks dan stimulasi pembangunan  kontrol fisik. Dalam kasus-kasus klinis, berbagai obat-obatan sedang diuji untuk membantu memperlambat kecepatan respon rangsangan.

Masters dan Johnson merekomendasikan teknik  ‘mulai dan berhenti’ untuk menambah waktu sampai ejakulasi. Ini memerlukan banyak kerjasama dan komunikasi dengan pasangan, dan mungkin sulit bagi beberapa orang.

Metode lain mengutamakan kontrol bukan pencegahan. Melakukan kegiatan rutin seperti ‘latihan Kegel’, yang, ini berhubungan dengan latihan untuk mendapatkan kendali atas otot Pubococcygeus dan dengan demikian memberikan kontrol terhadap ejakulasi. Ketika ejakulasi, pengendalian otot ini dikatakan hilang, dan dengan demikian, belajar untuk mempertahankan kontrol diharapkan dapat dapat memberi bantuan bagi beberapa orang. Latihan ini berupa kontraksi dan relaksasi otot-otot.

Sumber: Wikipedia.

  1. 16 Desember 2010 pukul 15:54

    PE alias premature ejaculation memang lebih banyak disebabkan oleh faktor psikologis dan salah satu faktor lainnya adalah pasangan baru. Karena biasanya Hasrat melakukan hubungan sex dengan pasangan baru lebih tinggi dan menggebu

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: