Beranda > Penyakit fisik > Human respiratory syncytial virus (RSV)

Human respiratory syncytial virus (RSV)

Human respiratory syncytial virus (RSV) adalah virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Ini adalah penyebab utama infeksi saluran pernafasan bawah dan banyak menyerang bayi dan anak kecil. Belum ada vaksin sampai saat ini. Perawatan suportif terbatas pada perawatan, termasuk oksigen. Di daerah beriklim sedang ada epidemi tahunan selama musim dingin. Dalam iklim tropis, infeksi yang paling umum terjadi selama musim hujan.

Penjelasan
Bagi kebanyakan orang, RSV hanya menghasilkan gejala-gejala ringan, sering tidak bisa dibedakan dari masuk angin dan penyakit ringan lainnya. Centers for Disease Control CDC-US) menganggap RSV  sebagai “penyebab paling umum bronchiolitis (peradangan saluran udara kecil di paru-paru) dan pneumonia pada anak-anak di bawah usia 1 tahun di Amerika Serikat”. Bagi beberapa anak, RSV dapat menyebabkan bronchiolitis, yang menyebabkan penyakit pernafasan parah memerlukan rawat inap dan kadang ini bisa  menyebabkan kematian. Ini lebih cenderung terjadi pada pasien yang immunocompromised (kekebalan rendah) atau bayi lahir prematur. Gejala umum RSV lain  di kalangan bayi meliputi kelesuan, berkurangnya nafsu makan, dan kemungkinan demam.

Gejala pneumonia pada pasien immunocompromised  seperti dalam pasien transplantasi  dan terutama pasien transplantasi sumsum tulang  harus dievaluasi untuk menyingkirkan infeksi RSV. Ini dapat dilakukan dengan cara tes PCR.

Pemberian nasal cannula

Penanganan
Memperlakukan  bronchiolitis RSV yang terbaik hanya dengan memberi oksigen tambahan. Pemberian Adrenalin, bronkodilator, steroid, dan ribavirin tidak begitu  memberi manfaat yang nyata.

Perawatan lainnya hanya mendukung, dengan cairan dan oksigen, sampai penyakit pergi dengan sendirinya. Jika tersedia Albuterol, maka ini dapat digunakan dalam upaya untuk meringankan bronchospasm (kondisi kejang bronkial yaitu penyempitan tiba-tiba otot-otot di dinding bronchioles). Peningkatan aliran udara dan humidified (kelembapan) diberikan melalui nasal cannula (selang yang dimasukkan hidung).

Sumber: Wikipedia

Pic source: Photobucket.com

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

  1. 15 Oktober 2014 pukul 15:19

    Have you ever considered creating an ebook or guest authoring on other blogs?
    I have a blog centered on the same topics you discuss
    and would love to have you share some stories/information. I know my audience would value your work.

    If you are even remotely interested, feel free to shoot me an e mail.

  2. 12 Juni 2015 pukul 07:06

    Hello, after reading this amazing post i am also cheerful to share
    my familiarity here with friends.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: