Beranda > Renungan > Menyendiri untuk menghargai diri

Menyendiri untuk menghargai diri

Ada saatnya kita ingin menyendiri, menjauhkan diri dari orang lain. Mungkin, dengan demikian kita merasa lebih tenang untuk berpikir. Tetapi ada juga orang yang lari karena memang ingin lari dari kenyataan hidup, ini bukan hal salah tentunya karena setiap orang juga sekali-kali perlu untuk lari dari kecemasan dan ketakutan (baca: ini manusiawi). Ohh yeah.. begitu banyak caleg stress, tetapi mayoritas dari mereka pelan2 bisa mengembalikan dirinya dalam kondisi normal, setidaknya seperti sebelum masa kampanye.. Namun ada juga yang masih menyendiri karena kesedihan tiada terkira karena kegagalannya dan mungkin juga karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia kalah saat Pemilu.

Saudara, ini bukan kata si Mario Teguh yang hebat itu :), tetapi anda bisa menjadi seperti Mario Teguh. Beliau adalah seorang pemateri professional yang tentu saja mendedikasikan dirinya untuk menjadi lebih baik supaya bisa menjadi panutan bagi orang lain.. Tetapi, berjuta-juta manusia di dunia ini telah menerima bermacam-macam materi pengembangan diri, mengubah prilaku, bagaimana menjadi sukses, dan lain sebagainya: hanya sedikit manusia yang bisa menerapkannya dalam kehidupan keseharian.

Mengapa? Ini terjadi karena kita masih jarang sekali menghargai diri sendiri. Kita lebih sering memandang kelebihan orang lain tetapi sedikit sekali meluangkan waktu untuk menghargai diri sendiri.. Diri kita, bukan hanya apa yang kita sadari selama sehari-hari. Diri kita adalah alam semesta kecil yang masih menyimpan bermilyar misteri. Gali lah itu dengan mengawalinya dengan menghargainya, bagaimana menghargainya? dengan meluangkan waktu untuk menyendiri.

Menyendiri, bisa dalam bentuk ibadah, berkebun, bermeditasi, berjalan kaki sendiri, dan lain sebagainya. So fungsi dari ini semua adalah untuk memberi waktu bagi diri kita untuk berpikir dan menemukan jawaban atas segala permasalahan hidup secara alamiah tanpa dicampuri dengan pendapat orang lain.

Mungkin pada awalnya kita masih kesulitan dalam menemukan gagasan dan jawaban yang kita inginkan, namun seiring berjalannya waktu. Kita akan menemukan sesuatu pencerahan hidup yang secara alami sesungguhnya bersumber dari Rahmat Tuhan yang selama ini sering kita lupakan yaitu: hati. Menyendiri akan menstimulasi otak kita untuk mencari jawaban dengan berpikir dan mengembara kemana-mana, bahkan sampai ke relung-relung hati kita.

Hati kita lebih dalam ketimbang lautan, namun hanya sedikit orang yang mau menyelami hatinya sendiri. Saudara.. kita tidak akan menemukan mutiara yang alami dan terbaik jika kita tidak mau menyelam di lautan, kita pun tidak akan menemukan jawaban yang terbaik bagi kehidupan kita jika tidak mau menyediakan waktu untuk diri kita guna menyelami lautannya sendiri yaitu hati..

Sekali berteman, sekali menyendiri. Sudahkah anda menyediakan waktu untuk diri sendiri? 🙂

Iklan
Kategori:Renungan Tag:
  1. tami
    14 Oktober 2009 pukul 12:23

    tul 100% klo aku tuh lg error alias stress aku tuh selalu menyendiri dulu dgn tidur pasti bangunnya dah dapet solusi permasalahan yg ada.

  2. erdy
    19 Februari 2010 pukul 13:57

    wah bener baget memang kadang kita perlu menyediri dari kehidupan untuk merenungi apa yg telah kita perbuat selama ini,,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: