Beranda > Semangat hidup! > Bendera lusuh itu

Bendera lusuh itu

Bendera pusaka itu masih tersimpan di laci bawah lemari, ketika 5 kali ulangtahun bangsa ini berlalu. Tahun ini, bendera itu juga tetap tersimpan di tempatnya karena kami sudah menggunakan bendera baru sebagai penggantinya untuk dikibarkan pada acara pitulasan. Begitu tua bendera yang berada di laci itu karena memang sudah sejak 30 tahun yang sering dipergunakan. Sekarang dia tampak menguning walau dulunya sering dicuci, karena pergantian jaman memang tidak pernah berdusta.

Cinta setiap anak bangsa kepada negeri ini berbentuk bermacam cara, kebanyakan itu tidak sadar dilakukan karena memang sudah menjadi rutinitas atau karena memang takut ditegur pak RT (kalau dulu mungkin takut ditegur aparat). Kita tidak bisa memaksakan rasa cinta ini kepada setiap orang, yang perusak utamanya tentu saja adalah kesibukan mencari nafkah.

Solidaritas kita adalah kerja bakti, ini pun sudah jarang dilakukan pada kompleks perumahan menengah ke atas. Sekarang solidaritas ditunjukkan dengan kerja tangan yaitu mengetik di atas keyboard dan terciptalah tulisan-tulisan indah memuja muji keindahan negeri. Berlomba rakyat bangsa ini menunjukkan rasa sayangnya pada bangsa ini, namun konsistensi tetap perlu dijaga.

Bendera lusuh itu menjadi saksi, cinta anak negeri pun kini sudah mulai bertunas lagi setelah tergerus oleh gelombang pasang krisis ekonomi diakhir tahun 90 an lalu. Generasi baru yang benar-benar baru telah berdatangan. Tradisi lisan mulai berganti dengan tulisan, tulislah dalam lembaran merah dan putih itu setiap kebajikan dan kecintaan, bukan kerakusan harta berlimpah dan kebencian pada sesama anak negeri.

Sungguh masih banyak rakyat yang jujur dan selamanya akan berpegang kepada kejujuran.

16 agustus 2009 malam..

Iklan
Kategori:Semangat hidup! Tag:
  1. 16 Agustus 2009 pukul 16:04

    rakyat yang jujur… memang banyak.. aku termasuk salah satu diantaranya… memperjuangkan kebenaran…

    • pisangkipas
      17 Agustus 2009 pukul 02:37

      🙂 saya percaya kok vitri jujur.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: