Beranda > Nasional, Selebriti > Putri mbah Surip pingsan, Mbah Surip dimakamkan pada 4 agustus 2009 malam di Depok

Putri mbah Surip pingsan, Mbah Surip dimakamkan pada 4 agustus 2009 malam di Depok

Prosesi pernikahan putri ketiga Mbah Surip, Resia Tri Kresnawati akhirnya berlangsung pada Selasa (4/8/2009) malam di depan jasad ayahnya. Pernikahan mendadak itu berlangsung di Bengkel Teater Rendra, Depok, Jawa Barat beberapa saat setelah kedatangan rombongan keluarga kedua pengantin dari Mojokerto.

Resia yang mengenakan kebaya brokat hijau dan kerudung putih terus tertunduk sedih ketika tiba di depan jasad ayahnya. Samsuri tampak mengenakan jas dan kopyah hitam. Mas kawinnya uang Rp 100 ribu yang tanpa persiapan dibungkus rapi seperti pengantin umumnya, sungguh Tuhan memperlihatkan kepada kita bahwa kita harus selalu dalam kondisi sederhana, yang penting hak istri terbayarkan. Resia pun resmi menjadi istri dari Samsuri.

Samsuri terlihat lancar mengucapkan akad nikah yang dituntun penghulu, “Sah,” ujar para pelayat yang hadir mengamini kalimat ijab qabul yang diucapkan Samsuri. Setelah akad nikah, Resia dan Samsuri berdiri. Tampak Samsuri dituntun penghulu menyerahkan selembar uang Rp 100 ribu. Pada saat yang sama, Resia menerima.

Penghulu pun menuntun Resia mencium tangan Samsuri. Dan Samsuri dituntun mencium kening sang istri. Permintaan penghulu yang terakhir tak dipenuhi kedua mempelai. Sebelum, selama dan sesudah akad nikah, tak tampak sedikit senyum tersungging di bibir mempelai. Mereka digelayuti duka dan kelelahan setelah perjalanan panjang dari Mojokerto ke Jakarta.

Pingsan
Peristiwa emosional terjadi ketika prosesi akad nikah putri Mbah Surip, Resia Tri Kresnawati, berakhir. Resia jatuh pingsan saat melihat wajah ayahnya.

Setelah suami Resia, Samsuri dinyatakan sah membaca ijab kabul dan menyerahkan mas kawin senilai Rp 100 ribu keluarga lalu mempersilakan Resia melihat jasad ayahnya untuk terakhir kalinya, sebelum dimakamkan di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009). Sejumlah kerabat lalu membuka penutup keranda tempat jasad Mbah Surip diletakkan. Sesaat setelah penutup wajah Mbah Surip dibuka, Resia yang mengenakan kebaya hijau tak kuasa menahan emosi lalu jatuh pingsan.

Perempuan berusia 29 tahun itu pun lalu digotong sejumlah pria, termasuk suaminya.

Pemakaman Mbah Surip

Awan tebal menutupi langit Citayam, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2009) malam. Tak terlihat kerlap kerlip bintang ketika prosesi pemakaman Mbah Surip. Pelantun lagu ‘Tak gendong’ itu tepat dimakamkan sekitar pukul 23.10 WIB. Sejumlah kerabat dan pelayat tak dapat menahan emosinya.

Beberapa di antara mereka bahkan terlihat bercucuran air mata. Mbah Surip yang kaya raya namun sederhana itu dimakamkan dengan prosesi yang jauh dari kata mewah.

Di papan nisannya tertera : Urip Achmad Ariyanto bin Soekotjo, lahir 6 Mei 1957, wafat Selasa, 4 Agustus 2009. Itu artinya, beliau meninggal pada usia 52 tahun, bukan 60 tahun seperti kata kebanyakan orang.. sungguh mbah Surip adalah manusia misterius yang sangat sederhana.

Itulah… jika hati nurani bangsa ini telah sangat haus akan kejujuran, maka raga kita akan terlena dan tidak peduli dari siapa, apa, dan bagaimana kebenaran dan kesahajaan itu keluar.

Sumber: Detik.com dan Kompas.com.

Kategori:Nasional, Selebriti Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: