Beranda > Berita Dunia > Ikut program KB, dibayar!

Ikut program KB, dibayar!

Pertumbuhan penduduk yang pesat di India mengkhawatirkan pemerintah di sana. Bagaimana tidak, saat ini jumlah penduduk India mencapai 1,2 miliar, ini memang  masih di bawah Tiongkok yang penduduknya 1,3 miliar. Tetapi dengan kecepatan penambahan jumlah penduduk yang mencapai 18 juta per tahun, India diperkirakan akan menyalip Tiongkok pada 2050. Kalau Tiongkok mulai melonggarkan pembatasan punya anak, India malah sebaliknya. Negeri dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia itu malah siap mengeluarkan uang agar penduduknya tidak punya anak!

Pasangan yang bersedia menunda rencana untuk punya anak dua tahun setelah mereka menikah akan dihadiahi uang tunai 5 ribu rupee (sekitar Rp 1 juta). Kalau bersedia memperpanjang setahun lagi, uang tambahan sebesar 2.500 rupee juga berhak mereka kantongi. Jumlah itu sudah tergolong lumayan di India karena di wilayah pedesaan, rata-rata pendapatan hanya 70 rupee (sekitar Rp 14 ribu).

Uang tersebut berasal dari Misi Kesehatan Wilayah Pedesaan Nasional, sebuah proyek Kementerian Kesehatan India. Pasangan yang bersedia meneken kesepakatan itu akan dibayar bulan ini juga. Seperti dilansir harian Inggris The Guardian kemarin (2/8), pembayaran pertama akan dilakukan pada 15 Agustus ini. ”Ini program yang baik. Kami memang membutuhkan kerja dengan kecepatan supersonik untuk memotong pertumbuhan populasi,” ujar Menteri Kesehatan India Ghulam Nabi Azad seperti dikutip The Guardian kemarin.

Proyek penundaan rencana memiliki anak itu sudah diuji coba di Distrik Satara, Negara Bagian Maharastra, dan terbukti sukses. (Sumber: Jawapos.com).

Memang perlu diadakan pembatasan kelahiran bagi negara yang sangat tinggi pertumbuhan penduduknya, namun pengalaman di negara-negara yang maju seperti di Eropa, tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat rendah membuat negara mereka kekurangan tenaga kerja bagi berbagai bidang pekerjaan yang membutuhkan tenaga manusia saat ini dan di masa yang akan datang. Hal ini juga akan menyebabkan migrasi besar-besaran dari negara lain untuk mengisi kekurangan tenaga kerja tersebut, akibatnya, warga negara asli lama kelamaan akan menjadi minoritas.

Kategori:Berita Dunia Tag:,
  1. 4 Agustus 2009 pukul 06:37

    asik juga tuh klo berlaku di indonesia

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: