Beranda > Nasional, Teknologi baru > Canggih! Pemilihan Ketua RT di Semarang: sentuh touch screen, verifikasi Pemilih lewat KTP !

Canggih! Pemilihan Ketua RT di Semarang: sentuh touch screen, verifikasi Pemilih lewat KTP !

Ini mungkin pemilihan level ketua rukun tetangga (RT) tercanggih di Indonesia, bahkan lebih canggih daripada pemilihan presiden 8 Juli lalu. Peranti yang digunakan oleh warga RT 6 RW 6 Tanjungsari, Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Semarang, untuk memilih ketua RT tersebut tidak menggunakan kertas suara, melainkan touch screen (layar sentuh).

Proses verifikasi pemilih tidak kalah canggih. Warga harus menggesekkan KTP agar barcode terbaca. Sebelumnya, KTP mereka memang sudah diberi kode identifikasi itu. Setelah digesek, di layar komputer terbaca nama, jenis kelamin, golongan darah, dan semua data terkait dengan pemilik KTP. Begitu verifikasi berhasil, di layar tersebut muncul tiga foto calon ketua RT. Pemilih tinggal menyentuh foto calon yang didukung.

Kecanggihan pemilihan ketua RT tersebut menarik perhatian dan diapresiasi beberapa tokoh pemilu Kota Semarang dan Jawa Tengah. Sebut saja Rahmulyo Adiwibowo dari  Panwaslu Jateng, Henry Wahyono dari KPU Kota Semarang, dan Hasyim Asyari dari Partnership Indonesia sebagai pemantau independen. “Itulah model pemilihan tercanggih yang pernah ada. Saya kira bukan hanya di Indonesia, melainkan jauh melampaui batas-batas negara,” papar Hasyim. Sedangkan Rahmulyo menilai, dari sisi waktu, metode pemilihan dengan sistem tersebut jauh lebih cepat. Sebab, suara yang diberikan pemilih otomatis masuk ke tabulasi perolehan suara. Jadi, tidak perlu ada penghitungan. “Sangat efisien, nggak harus njelimet pakai acara sah-sahan segala,” ucapnya sambil tertawa.

Ya, memang suara yang masuk bisa langsung direkap secara otomatis oleh komputer. Sesudah seluruh warga menggunakan hak pilih, pemenang bisa langsung diketahui. Saat pengumuman, warga beramai-ramai menonton tampilan data pada layar lebar.

Ketua Panitia Pemilihan Hadi Santoso mengatakan, database warga RT 7 Tanjungsari disusun berdasar nomor induk kependudukan (NIK) di KTP. Ternyata, KTP yang selama ini hanya berfungsi sebagai tanda pengenal saja bisa dimanfaatkan lebih optimal. “Kuncinya ada pada kemauan. Dengan kebijakan single identity number, sesungguhnya pemerintah bisa mengoptimalkan fungsi KTP. Baik memastikan penerima raskin, jamkesmas, pemilu, bahkan track record seseorang yang berkait dengan dunia perbankan. Kami membuktikan hal itu dengan memanfaatkan KTP sebagai akses untuk pemilu, yakni pemilihan ketua RT,” imbuh Hadi.

Darimana ide itu berasal? Ternyata, sistem canggih itu terinspirasi oleh seorang tetua kampung yang pastinya sepuh dan gaptek. Wikayat, 82, atau akrab dipanggil Mbah Kayat adalah sosok sederhana tertua di kampung tersebut. Secara ekonomi, seharusnya Mbah Kayat berhak mendapatkan jamkesmas, raskin, dan BLT. Namun, sistem database yang digunakan oleh pemerintah ternyata tidak mengakomodasi Mbah Kayat. “Padahal, dia punya KTP dan NIK. Jadi, KTP maupun NIK ternyata hanya aksesori identitas sebagaimana kartu nama serta tidak berfungsi lebih,” tambah Hadi.

Mbah Kayat juga ikut dalam pemilihan kemarin. Lelaki tua itu percaya diri dengan kaus oblong dan celana gombrong yang dilapis sarung kumal. Mungkin karena dianggap sebagai inspirator, Mbah Kayat disambut dengan tepuk tangan bergemuruh yang mengiringi perjalananannya ke depan komputer. Mbah Kayat bahkan tidak kikuk di hadapan layar komputer. Mungkin karena sudah diberi penjelasan, dia santai saja menggesekkan KTP dan menunjuk-nunjukkan jari pada monitor. (Sumber: Jawapos.com).

Model pemilihan ini sebenarnya bisa dimulai dari level pilkada walikota atau bupati, pelan-pelan bisa naik ke level yang lebih tinggi sambil memperbaiki kekurangannya. Kalau ini berjalan baik, mungkin lima tahun lagi Pilpres bisa pakai touch screen, sungguh penghematan biaya luarr biasa kalo sistem ini sudah berjalan.

Iklan
  1. 3 Agustus 2009 pukul 16:09

    pilpres pakai touchscreen?
    kemaren aja IT nya 165 milliar kalo gak salah…hehe
    jangan deh, manual kadang lebih baik, nek makin komputerisasi, makin gak jelas dimana dan siapa yang curang..

  2. moh med
    3 Agustus 2009 pukul 20:17

    Terlalu riskan kalo pemilihan sekelas presiden, bupati, dan tingkat atas lainnya menggunakan IT, data digital mudah dimanipulasi. Di Amerika aja masih pake manual, bukan karena mereka ga bisa, tapi demi keamanan.

  3. 4sudut
  4. 4 Agustus 2009 pukul 08:03

    wah canggih,…. kudu nya saat PILPRES kemarin gitu dunk so jadi ga ada yg ngerasa di curangi. but salut for an Indonesian’s idea.

    • pisangkipas
      4 Agustus 2009 pukul 09:22

      @romailprincipe,moh med,4sudut,mkomira >> makasih dah mampir dan kasih koment ya

  5. 4 Agustus 2009 pukul 10:03

    Wah hebat tu, KPU harus meniru, nggak usah malu kalau mau maju. Semoga pemilihan2 dimana-mana dapat melakukan seperti itu. Amin

  6. 4 Agustus 2009 pukul 10:25

    Hal ini harus dicontoh untuk pemiluh 2014 nanti 🙂

  7. sus
    4 Agustus 2009 pukul 11:29

    gabung aja dgn dua model konvensional dan it, agar ada keseimbangan. sebaik apaun sistemnya kalau dibelakang layar bobbrok ya bobrok

  8. SARIYADI
    19 Juli 2010 pukul 14:40

    BOLEH BANGET NIH MAS..KLU BOLEH MINTA REFERENSINYA MAS.
    SAYA DARI KALIMANTAN TIMUR

    • pisangkipas
      20 Juli 2010 pukul 18:43

      itu sumbernya di jawapos.com bang ai, gak tau tglnya, udah lama.. tapi sepertinya sebelum tgl pemuatan artikel ini (3 agustus 2009).

  9. 2 November 2011 pukul 11:00

    wah bagus… rt ku juga ku buat namun hanya berupa piranti lunak saja…
    http://bgamesday.blogspot.com/2011/10/pemilihan-ketua-rt-dengan-e-lection.html

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: