Beranda > Berita Dunia, Politik, Topik panas > 20 ribu demonstran bentrok dengan polisi di Kuala lumpur, 288 orang ditangkap! [Video]

20 ribu demonstran bentrok dengan polisi di Kuala lumpur, 288 orang ditangkap! [Video]

Di saat Indonesia sedang menikmati buah dari perjuangan reformasi 10 tahun yang lalu, Malaysia tampaknya masih harus bersabar untuk bisa menikmati buah kebebasan berpendapat yang diimpikan rakyatnya.Tanggal satu agustus kemarin, sekitar 20 ribu demonstran turun ke jalan untuk memprotes pemberlakuan Akta Keselamatan Dalam Negeri atau Internal Security Act (ISA) di negara itu.

Polisi antihuru-hara dengan bersenjata pentungan turun untuk membubarkan para demonstran. Polisi juga menembakkan sedikitnya 75 gas air mata dan water cannon di dekat kompleks perbelanjaan Sogo. Di tempat itu, massa terbesar berkumpul. Bersama massa yang berkumpul di depan Masjid Raya dan stasiun kereta api, para pengunjuk rasa bergabung dan berencana melakukan long march menuju ke istana kerajaan. Sambil berjalan kaki, massa juga meneriakkan ”reformasi” untuk mengecam penerapan ISA.

Massa bermaksud untuk mengirimkan petisi berisi 10 poin, termasuk penghapusan ISA. Undang-undang warisan kolonial itu memberikan kewenangan bagi polisi untuk menangkap siapa saja yang dianggap menentang pemerintah. Selain itu, setiap orang yang dianggap mengancam keamanan dapat dipenjarakan. Para saksi menuturkan, polisi bersenjata pentungan memukuli para pengunjuk rasa. Bentrok pun terjadi antara polisi dan demonstran. Sejumlah orang lari ke gang-gang sempit dan toko terdekat untuk menghindari penangkapan.

”Polisi benar-benar amat brutal. (Aksi polisi) ini secara jelas menunjukkan sikap tak toleran (pemerintah) atas setiap perbedaan pendapat. Kami berkumpul di sini hari ini untuk memerangi undang-undang yang kejam,” kata pemimpin oposisi Anwar Ibrahim kepada wartawan.

Pihak berwenang memasang rintangan di sejumlah ruas jalan di Kuala Lumpur untuk menghalangi para pengunjuk rasa menuju pusat kota. Ratusan polisi antihuru-hara siaga dengan dukungan sejumlah truk water cannon di luar stasiun kereta api dan kompleks perbelanjaan Sogo. Restoran dan toko-toko juga ditutup di beberapa jalan sebelum demonstrasi. Tetapi, massa tak gentar. Mereka tetap turun ke jalan. Polisi memperkirakan, demonstrasi kemarin diikuti beberapa ribu orang. Surat kabar The Star dan situs berita Malaysiakini justru melaporkan, sekitar 20 ribu orang mengikuti unjuk rasa di tiga wilayah. itu merupakan protes jalanan terbesar di Kuala Lumpur sejak November 2007 ketika ribuan etnis minoritas India menuntut perlakuan sama.

Dalam unjuk rasa kemarin, sedikitnya 288 orang ditangkap. ”Jumlah pengunjuk rasa yang ditangkap mungkin bertambah. Sebab, demonstrasi ini ilegal,” ungkap Wakil Kepala Polisi Kuala Lumpur Ismail Omar kepada AFP. ”Kami cuma ingin membubarkan mereka. Karena itu, kami gunakan water cannon dan gas air mata,” katanya sambil menolak bahwa polisi bertindak kejam. Anwar Ibrahim, yang ikut dalam demonstrasi itu, juga terkena gas air mata. Selain mengecam tindakan polisi, dia mengatakan bahwa penangkapan demonstran juga bukti buruknya citra pemerintahan PM Najib Razak. ”Najib menodai citranya sebagai orang baik dengan membiarkan polisi bertindak brutal,” ujarnya.

Di Masjid Raya, reporter AFP melaporkan bahwa sedikitnya 50 pengunjuk rasa ditangkap. Sebelumnya, mereka menunaikan salat. Selesai menjalankan salat, mereka bergabung dengan para demonstran. Lalu lintas di jalan-jalan Kuala Lumpur pun macet. Kereta api juga berhenti beroperasi.

PM Najib Razak mengkritik unjuk rasa tersebut dan menilai tidak perlu. Dia beralasan telah menyetujui peninjauan kembali ISA. Dia berjanji akan mengkaji dan mempertimbangkan amandemen. Tapi, para pejabat pemerintah Malaysia berulang-ulang menyatakan soal perlunya menjaga keamanan nasional. ”Selama koalisi Barisan Nasional masih memimpin pemerintahan, ISA tidak akan dihapus,” kata Nazri Aziz, menteri yang bertanggung jawab soal urusan hukum, kemarin seperti dikutip situs The Star.

Belakangan ini ISA digunakan untuk menangkap lawan politik (oposisi) pemerintahan dan kelompok militan Islam. Kelompok hak asasi manusia (HAM) memperkirakan, sedikitnya 17 orang ditahan akhir-akhir ini atas tuduhan terkait militan Islam dan pemalsuan dokumen. (Sumber: Jawapos.com).

Jika perjuangan menegakkan kebenaran itu dilakukan setengah-setengah dan takut berkorban maka itu sulit terwujud. Belajarlah kepada Indonesia, walau Malaysia menyebut ‘Indon’, tapi kebanyakan rakyatnya lebih berani mengatakan TIDAK kepada ketidakadilan. Perjuangan reformasi itu panjang dan melelahkan, harus ada yang mau mengorbankan jiwa raganya untuk mewujudkannya.

Berikut suasana demonstrasi yang diunduh dari Youtube:

Ayoo lebih semangat lagi cik!

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: