Beranda > Nasional, Topik panas > Heboh, dua gadis bersahabat bunuh diri bersamaan!

Heboh, dua gadis bersahabat bunuh diri bersamaan!

Hidup ini memang susah tapi jangan sampai keputusan yang kita ambil akan menyusahkan orang lain juga. Hal ini berlaku bagi dua perempuan yang lama bersahabat, Lia Nurhabibah (17), warga Dusun Bangkok Timur, Desa Bangkok,  Gurah, Kab. Kediri, dan Siti Dewi Masitoh (18) yang masih bertetangga, nekat berusaha bunuh diri bersama dengan menenggak potas jenis racun ikan dicampur minuman ringan Sprite dan obat sakit kepala Bodrex.

Menurut informasi yang dihimpun Harian Surya, diduga kuat keduanya sudah janjian untuk mengakhiri hidupnya. Dari beberapa kesaksian menyebutkan, keduanya terlihat masuk ke dalam kamar Siti sekitar pukul 21.00 WIB.  Setengah jam kemudian Lia berlari keluar dari kamar dan berteriak memanggil Siren (45), ayah Siti. Spontan Siren mendatangi suara tersebut dan mendapati Lia berteriak minta tolong sambil memegangi tenggorokan dan perutnya.

Setelah melihat ke dalam kamar, Siren melihat anaknya, Siti, terkapar di lantai dengan mulut berbusa serta mata melotot. Siren langsung berteriak minta tolong. Teriakan ini didengar Sukimen (42), ibu Siti, dan para tetangga. Sementara Lia berusaha lari pulang, tetapi terjatuh dan tergeletak di kandang sapi dekat rumahnya dengan kondisi mulut berbusa.

Warga yang berdatangan langsung melarikan Siti dan Lia ke RS Siti Khodijah. Namun naas, nyawa Siti tidak tertolong dan meninggal dalam perjalanan. Sementara Lia, putri pertama pasangan Doiri (40) dan Suparmi (35), kondisinya kritis dan masih menjalani perawatan. Menurut keterangan Direktur RS Siti Khodijah, Masrur, saat dibawa ke RS, Siti sudah meninggal dunia, sedangkan Lia dalam kondisi kritis serta tidak sadar.

Menurut Yusi, bibi Lia, keponakannya itu memang sudah lama bersahabat dan sering curhat (mencurahkan isi hatinya) kepada Siti yang sehari-hari bekerja sebagai buruh Pabrik Rokok (PR) Taji Mas Plosoklaten. “Mereka sudah berteman lama dan sering ngobrol,” ujar Yusi saat ditemui di RS Siti Khodijah. Namun diungkapkan Yusi, beberapa hari terakhir Lia terlihat lebih banyak diam dan termenung seperti tertekan dan memendam masalah. Padahal, Lia baru menikah 24 Juli 2009 lalu dengan Sudarsono (23), warga Dusun Bolodewo, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

“Saya tidak tahu, apakah penyebabnya karena dia dipaksa menikah dengan pria pilihan orangtuanya itu hingga keponakan saya itu nekat, atau ada sebab lain,” tuturnya. Sedangkan alasan orangtua memilih Sudarsono sebagai menantu karena lelaki itu sudah mapan dan punya pekerjaan di sebuah pabrik di Wates serta menyukai Lia sejak lama. Namun, sejak menikah Lia berubah menjadi pendiam, sering termenung, dan beberapa kali curhat kepada Siti.

Ketika disinggung mengenai masalah yang dihadapi Siti, Yusi mengaku tidak tahu pasti. Namun, ia sempat mendengar bahwa Siti putus asa melihat orangtuanya yang sakit-sakitan. Kepastian motif kenekatan dua perempuan itu bunuh diri, saat ini masih dalam penyelidikan polisi. Polisi yang datang tidak lama setelah mendapat laporan warga langsung melakukan olah TKP. “Kami menemukan sebuah gelas, minuman Sprite, obat sakit kepala Bodrex, dan sisa potas dalam kamar korban (Siti). Barang-barang inilah yang menjadi penyebab celakanya dua korban,” kata Kapolsek Gurah AKP Sudiono.

ilustrasi

Dari informasi di TKP dan pemeriksaan keluarga korban, dugaan kuat mengarah pada perjodohan yang tidak dikehendaki Lia serta Siti yang putus asa dengan penyakit yang diidap orangtuanya. “Namun, kita akan perdalam penyelidikan sambil menunggu Lia sehat,” paparnya. Hasil penyelidikan sementara, bunuh diri ini sudah direncanakan oleh kedua korban. Dengan kata lain, keduanya sudah janjian untuk mengakhiri hidup akibat beban masalah masing-masing.

Sementara itu, Nanang, warga Gurah pemilik toko penjual potas, juga akan dimintai keterangan oleh polisi, terutama untuk mengetahui siapa yang membeli potas. Sebab dari keterangan yang digali polisi, potas itu dibeli pada Jumat (31/7) sore di toko tersebut. “Termasuk akan kita selidiki, apakah ada tekanan atau paksaan dari pihak lain sehingga keduanya nekat bunuh diri,” kata AKP Sudiono. (Sumber: Kompas.com).

Aduh mbak-mbak ya jangan bunuh diri minum racun dong, kasian ntar orang yang jualan racun malah repot berurusan dengan pihak berwajib. Ketimbang bunuh diri mendaing jadi penyanyi, nah lo apa hubungannya? 🙂

Iklan
  1. 3 Agustus 2009 pukul 03:59

    dramatis bgt gt ya critanya..
    sebenarnya yg lebih mereka butuhkan sebenarnya adalah kedewasaan dalam menghadapi masalah. dan lebih baik curhat sm psikolog aj mbak lain kali!! okay!!

  2. 4sudut
    3 Agustus 2009 pukul 07:08

    Salam Hangat….

    Rio de Jenero ALA Indonesia “Jember Fashion Carnaval” (plus koleksi foto)
    kunjungi http://sudutp4nd4ng.wordpress.com

  3. 3 Agustus 2009 pukul 08:01

    ck..ck..ck..

    mati koq bunuh diri?
    dosa besar tuh

    • pisangkipas
      3 Agustus 2009 pukul 09:43

      iya tampaknya para ortu harus lebih memperhatikan perasaan anak-anaknya

  4. dadangismawan
    3 Agustus 2009 pukul 09:19

    AMPUN PEMERINTAH…!!

  5. 3 Agustus 2009 pukul 10:30

    Motifnya belum jelas. Kita tunggu saja polisi mengungkapkannya 🙂

  6. 3 Agustus 2009 pukul 13:52

    harah**, masih banyak jalan menuju ke roma, kok malah pilih bunuh diri tho nduk-nduk. kalau sudah gini, siapa coba yang salah ?

  7. abangchot
    3 Agustus 2009 pukul 15:19

    tak sangka no.. apa pasal depa sanggup buat cam tu..

  8. elexyoben
    3 Agustus 2009 pukul 19:15

    ” Yang di atas ngasih cobaan gak akan pernah melebihi hambanya.” Mungkin dua orang ini lupa tentang hal ini. VIDEO BEJAD DISINI

  9. chacha
    17 Februari 2010 pukul 21:20

    dlu aku prnah nyoba bnuh diri. . aku minum paramex 13 tapi ga mati juga . . smua jalan crita hdup qta udh ada yg ngatur .

  10. 15 Februari 2011 pukul 09:05

    dasar,
    baru segotu bunuh diri
    mank nyawa bisa di beli

  11. la belle
    13 April 2012 pukul 15:04

    Sya udah nyoba minum bodrex+Sprite gak knapa2 tuh,
    gak berbusa-busa mulutnya gak seperti yg disebutin diatas…

  12. Anonim
    13 Juli 2013 pukul 09:22

    wah penemuan baru tuh, bodrex + sprite + obat potas ikan = modar…
    hidup itu indah, kok ya milih modar ?? apa modar lebih indah ??
    ga ada yang tau.
    tapi kebanyakan agama maupun kepercayaan di dunia, bunuh diri adalah jalan sesat dan makin sengsara aja di setelah mati nanti, masuk neraka bro.
    jangan ikuti bunuh diri lover, mendingan hidup lover, Ok!

  13. kholif
    24 Juli 2013 pukul 23:42

    hemttt

  14. fandi
    12 September 2013 pukul 19:03

    aku minum bodrex 10 sama sprite ko ngga ngefek??

  15. 24 Februari 2014 pukul 00:48

    Hemm… Rasanya sprti ap sih potas itu.. Jadi kpengen nyoba… Xixixi

  16. 2 Maret 2014 pukul 04:01

    baru saja aku coba minum bodrex+decolgen di campur dengan mnum sprite.tp apa, gk ada efek apa2 tuh.

  17. Anonim
    24 Desember 2014 pukul 12:05

    Lo emank perjodohan buat bxk gadis matí sia-sia, lebih baek suruh anak.a milih sendiri calon suami. , . ! Untuk ortu.

  18. doni
    31 Januari 2015 pukul 11:58

    sma sya aja udah nyerah putus asa,sebenarya sama mau bunuh diri hari senin jam 9 pagi !

  19. Anonim
    12 Oktober 2015 pukul 10:25

    Kenapa gk ad efek.A gwa coba

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: