Beranda > Cerita > Wanita bercelana panjang diancam hukum cambuk 40 kali

Wanita bercelana panjang diancam hukum cambuk 40 kali

Seorang wanita Sudan terancam kena hukuman cambuk 40 kali karena mengenakan celana panjang di tengah publik. Dia muncul pertama kali di pengadilan untuk hearing dengan ditemani para pendukungnya di Khartoum, Rabu (29/7/2009) seperti dilansir Reuters.

Yang mengejutkan, mantan jurnalis bernama Lubna Hussein yang kini bekerja di PBB itu hadir di hearing dengan tetap mengenakan celana kain hijau yang pada 3 Juli membuatnya ditangkap aparat dengan tuduhan berpakaian tidak sopan..

ilustrasi

Kasus seperti itu bukan hal aneh di Sudan. Namun Lubna berusaha agar kasusnya menarik perhatian publik dengan mengundang jurnalis menghadiri sidangnya dan memanfaatkan hal itu untuk melawan peraturan berpakaian di Ibukota Sudan. Sidang kasus ini ditunda setelah pengacara Lubna mendiskusikan apakah statusnya sebagai pegawai PBB memberinya imunitas hukum. Setelah sidang, pengacara Lubna, Nabil Adib Abdalla menyatakan bahwa kliennya setuju untuk mundur dari PBB untuk sidang pada 4 Agustus untuk memastikan kasus ini akan dilanjutkan. Dia menyatakan kliennya siap menghadapi hukuman maksimum atas pelanggaran mengenakan busana tidak pantas di publik yaitu 40 kali dicambuk dan denda tak terbatas.

Sebelum sidang Lubna menyatakan dia ditangkap awal Juli saat polisi menggerebek sebuah pesta yang dia hadiri di sebuah restoran di Distrik Riyadh, Khartoum. “Ribuan orang telah dihukum cambuk di Sudan namun mereka tetap diam. Hukum telah digunakan untuk menyerang wanita dan saya ingin membongkarnya,” ujar Lubna.

Lubna menyatakan sejumlah wanita yang ditangkap dengannya telah dicambuk. Namun kasus Lubna dibawa ke pengadilan setelah dia memanggil pengacaranya. Sidang Lubna sendiri berlangsung ricuh. Para jurnalis terlibat baku hantam dengan polisi bersenjata tongkat di luar ruang sidang. Sejumlah reporter sempat ditahan sebentar, sedang perlengkapan jurnalistik mereka disita. Sejumlah wanita pendukung Lubna tampak mengenakan celana panjang kain dan jeans. Beberapa di antaranya membawa poster bertuliskan “Mencambuk manusia bertentangan dengan HAM.”

Sudan bagian utara menerapkan hukum Islam yang membatasi hal-hal yang dianggap tidak sopan, utamanya bagi wanita. Namun aturan itu hanya berlaku sporadis di Khartoum.

Sebagian besar wanita mengenakan pakaiaan tradisional, beberapa lainnya, utamanya umat Kristen yang berasal dari selatan, mengenakan celana panjang dan pakaian ala Barat. Jarang wanita Sudan tampil di depan publik untuk memperjuangkan haknya menentang “dress code” itu.

Sumber: DetikNews.

Di Indonesia, wanita pakai celana panjang malah trend. Juga butik-butik yang menjual celana panjang untuk wanita sangat banyak bertaburan di mana-mana. Wanita berjilbab kadang terlihat anggun jika menggunakan celana panjang, memang pasangan jilbab bisa dengan celana panjang, tetapi ini menjadi bermasalah di muka umum jika tidak pakai baju.. 🙂

Iklan
Kategori:Cerita Tag:,
  1. mromi
    30 Juli 2009 pukul 08:35

    kalau diterapkan di indonesia
    dalam sehari kira2 berapa ribu wanita yang bakal di tangkap yaa…?
    salam kenal 😀

  2. mromi
    30 Juli 2009 pukul 08:35

    kalau diterapkan di indonesia
    dalam sehari kira2 berapa ribu wanita yang bakal di tangkap yaa…?
    salam kenal 😀
    http://mromi.wordpress.com/

    • pisangkipas
      30 Juli 2009 pukul 08:45

      salam kenal juga, makasih dah mampir.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: