Beranda > Politik, Topik panas > PKS, PPP, dan PAN akan mengadukan MA ke KY!!

PKS, PPP, dan PAN akan mengadukan MA ke KY!!

Buntut putusan MA yang membatalkan penetapan kursi tahap kedua terus berbuntut. Kemarin (26/7) tiga parpol (PKS, PAN, dan PPP) yang sama-sama berpotensi kehilangan banyak kursi atas putusan tersebut telah sepakat bergabung untuk bersama-sama melakukan perlawanan hukum.

Sebagai langkah pertama, hari ini tiga parpol menengah tersebut mengadukan MA ke Komisi Yudisial (KY). Mereka menduga, ada sejumlah pelanggaran kode etik yang telah dilakukan majelis hakim lembaga peradilan tertinggi itu dalam pengambilan putusannya.

Di antara kode etik yang mungkin dilanggar adalah kewenangan MA melakukan uji materiil terhadap peraturan KPU. Patrialis Akbar, juru bicara tiga parpol tersebut menyatakan, peraturan yang dikeluarkan lembaga penyelenggara pemilu itu tidak termasuk dalam hierarkhi perundang-undangan di Indonesia. “Karena itu, aneh MA lantas memproses gugatan yang masuk, apalagi ini sampai mengabulkannya,” ujar ketua DPP PAN tersebut.

Menurut dia, peraturan KPU itu masuk dalam putusan pejabat tata usaha negara. Dengan demikian, jika ada gugatan, seharusnya yang berhak menangani adalah pengadilan tata usaha negara (PTUN). “Intinya, putusan MA ini terlalu jauh masuk dalam legalitas formal,” tuturnya.

Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfidz menambahkan, dirinya melihat adanya skenario besar untuk membonsai partai-partai menengah dan kecil atas keluarnya putusan MA tersebut. “Kok saya melihat, memang ada skenario menumpuk kekuatan hanya pada parpol-parpol tertentu dengan memangkas kursi parpol menengah dan kecil,” tudingnya.

Apakah perlawanan tiga partai itu tidak mengganggu hubungan dalam koalisi bersama Partai Demokrat? Irgan meyakinkan, upaya perlawanan PPP bersama PKS dan PAN tidak berhubungan sama sekali dengan koalisi dalam pilpres lalu. Sebab, konteksnya adalah masalah seputar pemilu legislatif. “Tapi, agar tidak terjadi salah paham, kami akan tetap berkomunikasi dengan Demokrat, selain itu tentu tetap dengan partai lain yang sama-sama dirugikan,” tegasnya.

Sementara itu, DPP Partai Demokrat tetap memilih bersikap pasif. Mereka memutuskan untuk menunggu respons KPU. Apa pun yang diputuskan KPU, Partai Demokrat siap menerimanya dengan legawa. ”Ini bukan hanya soal hukum, tapi politik. Ada teman-teman dari parpol lain yang sudah dapat kursi tahu-tahu hilang. Kami tidak mau menimbulkan kegaduhan politik,” kata Sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Alie ketika dihubungi Jawa Pos.

Bila KPU menerapkan putusan MA, Partai Demokrat memang yang paling diuntungkan. Menurut simulasi Cetro, Demokrat berpeluang mendapatkan tambahan 31 kursi di DPR. (Sumber: Jawapos).

Ya terang saja kubu Demokrat pasif soalnya kan diuntungkan dengan keputusan MA ini, jika dirugikan, pasti ikut menceburkan diri bergabung dengan ketiga parpol tadi… tapi anehnya, Gerindra dan Hanura kok adem ayem saja ya?? Padahal kedua partai terakhir ini juga ikut kehilangan banyak kursi DPR juga.. ah namanya politik gae mumet ndas!

Lihat berita terkait:

Partai papan tengah kehilangan banyak kursi DPR RI pasca keputusan MA

Iklan
Kategori:Politik, Topik panas Tag:
  1. tforce2009
    27 Juli 2009 pukul 07:07

    Buktikan IndonesiaMu
    aio dukung Pulau Komodo sebagai new7wonders
    klik disini

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: