Beranda > Politik > Partai papan tengah kehilangan banyak kursi DPR RI pasca keputusan MA

Partai papan tengah kehilangan banyak kursi DPR RI pasca keputusan MA

Ini merupakan perubahan yang kedua kali pada perolehan kursi yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akibat adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA). Putusan MK mengubah perolehan kursi hasil penghitungan tahap ketiga, sedangkan putusan MA mengubah kursi hasil penghitungan tahap kedua.

Putusan MK berkaitan dengan sisa suara parpol di dapil yang ditarik ke provinsi pada penghitungan tahap ketiga. Dalam keputusan KPU, hanya sisa suara dari dapil yang masih memiliki sisa kursi saja yang ditarik ke provinsi. Sedangkan dalam putusan MK, sisa suara yang ditarik ke provinsi adalah dari seluruh dapil, baik dapil itu masih memiliki sisa kursi atau tidak.

Adapun putusan MA terkait sisa suara parpol di tahap kedua. Dalam keputusan KPU, parpol yang telah memperoleh kursi di penghitungan tahap pertama hanya bisa menyertakan sisa suaranya untuk penghitungan tahap kedua. Sedangkan dalam putusan MA, parpol yang telah mendapat kursi di tahap pertama itu bisa menyertakan seluruh suara aslinya, bukan hanya suara sisa.

Baik putusan MK maupun MA mengubah konstelasi perolehan kursi tiap parpol. Namun hingga kini baik putusan MK maupun MA belum ditindaklanjuti oleh KPU. Berikut perbandingannya berdasarkan penghitungan yang dilakukan Center for Electoral Reform (Cetro) yang diterima detikcom, Sabtu (24/7/2009):

Partai

Jumlah kursi DPR RI

KPU

MK

MA

PD

150

149

180

Golkar

107

106

125

PDIP

95

95

111

PKS

57

57

50

PAN

43

46

28

PPP

37

37

21

PKB

27

28

29

Gerindra

26

26

10

Hanura

18

16

6

Walhasil, tiga partai papan tengah yakni PAN, PKS, dan PPP, akan mengadukan Mahkamah Agung (MA) ke Komisi Yudisial (KY) pada Senin, 27 Juli. Mereka menilai MA telah melanggar kode etik dengan mengeluarkan putusan yang membatalkan peraturan KPU tentang penetapan kursi DPR tahap kedua.

“Kita putuskan untuk melakukan perlawanan hukum. Kita akan melaporkan persoalan ini ke Komisi Yudisial atas dugaan adanya pelanggaran kode etik,” kata  saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/7/2009) malam. Pelanggaran kode etik yang dimaksud Romi adalah fakta bahwa MA telah memutus secara berbeda untuk perkara yang relatif sama. Pada 2 Juni lalu MA memutus perkara yang diajukan caleg PDIP Hasto Kristiyanto. Dalam permohonannya, Hasto mempermasalahkan pasal 23 ayat (1) dan (2) Peraturan KPU No 15/2009 yang mengatur penghitungan kursi tahap ketiga. 16 Hari kemudian, yakni pada 18 Juni, MA memutus perkara yang diajukan caleg Partai Demokrat Zaenal Ma’arif dan kawan-kawan. Zaenal juga mempermasalahkan pasal 23 ayat ayat (1) dan (2) ditambah pasal 22 huruf c.

“Namun perkara yang diajukan oleh Hasto ditolak seluruhnya, sedangkan Zainal dikabulkan seluruhnya. Ini menjadi pertanyaan bagi kita. Dalam jangka 16 hari, dengan persoalan yang relatif sama oleh majelis hakim yang sama diputuskan berbeda,” kata Romi.

Selain perbedaan putusan itu, ketiga parpol juga akan mengadukan MA karena terlalu lama mengeluarkan salinan putusan. Diputus 18 Juni, salinan putusan itu baru dikeluarkan lebih dari 1 bulan kemudian pada 22 Juli. “Kita akan melihat apakah pemuatannya di lembaran negara melebihi 30 hari atau tidak. Karena kalau melebihi berarti batal demi hukum,” kata Romi.

Mendorong PK
Jika upaya pengajuan ke MA ini gagal, ketiga parpol akan melanjutkannya dengan mendorong KPU agar mengajukan peninjauan kembali (PK). Hal itu dilakukan karena mereka tidak bisa mengajukan PK sendiri.

“PK kan hanya bisa dilakukan oleh termohon, dalam hal ini KPU. Kalau upaya kita gagal kita akan mendorong KPU mengajukan PK,” kata Romi. Putusan MA yang kontroversial ini membawa implikasi politik luar biasa. Akibat putusan ini, 5 parpol mengalami penurunan jumlah kursi, yakni PAN, PPP, PKS, Hanura dan Gerindra. Sedangkan 4 parpol lainnya mengalami penambahan kursi secara signifikan.

PAN, PPP, dan PKS yang kursinya berkurang kemudian menggalang kebersamaan untuk menyikapi permasalahan ini. PAN mengalami pengurangan 18 kursi, PPP 16 kursi, dan PKS 7 kursi. (Sumber: DetikNews).

Kalau melihat hitung-hitungan Cetro di atas, maka kemungkinan Gerindra dan Hanura akan terkena parliamentary threshold (partai yang tidak mencapai jumlah wakil tertentu, maka wakil partai tersebut tidak duduk di parlemen). Sehingga mereka terancam tidak memiliki wakil di DPR; yang akhirnya sisa kursi kedua partai ini akan dibagi-bagi lagi.

Wah wah kok kemungkinan perubahan semacam ini tidak diselesaikan terlebih dahulu sebelum Pemilu ya. .  kok kesannya sak karep karep e menafsirkan undang-undang atau UU nya memang masih belum jelas tapi tetap dipaksakan Pemilu??. Kalau undang-undang pembagian kursi masih belum jelas dan pasti, mestinya kan jangan mengadakan Pemilu dulu. Pada organisasi  yang kecil saja, aturan main yang pasti di-clear-kan terlebih dahulu, eehhh ini malah urusan negara dibiarkan jalan dulu: urusan  gontok-gontokan ntar blakangan.

Iklan
Kategori:Politik Tag:
  1. 26 Juli 2009 pukul 06:27

    Tampaknya, orang yang stress dan stroke akan bertambah.

  2. pisangkipas
    26 Juli 2009 pukul 10:19

    stres boleh, asal tidak bunuh diri masal saja ya pak.. hehe

  3. afan
    26 Juli 2009 pukul 13:50

    Nampaknya dunia perpolitikan kita semakin panas, mudah2han saja tidak sampai gosong. saya ngak habis pikir yang buat undang2 mereka2 sendiri malah mereka yang masuk dalam lubangnya sendiri.

  4. 27 Juli 2009 pukul 18:57

    Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009 sudah selesai walaupun penuh dengan berbagai persoalan, jangan Mahkamah Agung (MA) lagi buat keputusan masalah dengan mengurangi kursi-kursi dari partai yang punya hak sesuai keputusan KPU. Mahkamah Agung (MA) mau buat persoalan apa lagi? Kalau Pemilu 2009 kali tidak demokrasi jangan MA buat tambahan masalah lagi.. Negeri ini mau dibawa kemana dengan persoalan-persoalannya…?

  5. Yep
    28 Juli 2009 pukul 02:38

    Yang sakit jantung bisa langsung koit nih dengan keputusan MA.

    Apalagi yang dah saweran kemenangan 😀

  6. 4sudut
    31 Juli 2009 pukul 06:15

    Rakyat tambah BINGUNG…..
    http://sudutp4nd4ng.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: