Beranda > Penyakit fisik > Pneumonia

Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit radang pada paru-paru. Seringkali, ia digambarkan sebagai parenchyma paru-paru/ peradangan alveolar atau alveolar yang berisi cairan abnormal.

Pneumonia adalah penyakit yang umum terjadi di semua kelompok umur, dan merupakan penyebab kematian terkemuka di antara orang tua dan orang-orang yang berkesinambungan. Selain itu, adalah yang menyebabkan kematian pada anak-anak di bawah lima tahun di seluruh dunia.

Gejala-gejala Pneumonia

Gejala-gejala Pneumonia

Klasifikasi klinis gabungan
Secara tradisional, ahli-ahli klinis telah mengklasifikasi pneumonia melalui karakteristik klinis, membagi mereka menjadi “akut” (kurang dari tiga minggu lamanya) dan “kronis” pneumonias. Pneumonia  kronis cenderung non-menular, dan disebabkan oleh mycobacterial, fungal, atau campuran yang disebabkan oleh infeksi bakteri di saluran pernafasan. Sedangkan penyebab Pneumonia akut dibagi ke dalam bakteri bronchopneumonias klasik (seperti Streptococcus pneumoniae), atypical pneumonias (seperti pneumonitis interstisial dari Mycoplasma pneumoniae atau Chlamydia pneumoniae), dan sindrom aspiration pneumonia.

Penyebab Pneumonias kronis, umumnya disebabkan oleh Nocardia, Actinomyces dan Blastomyces dermatitidis, serta granulomatous pneumonias (Mycobacterium tuberculosis dan atypical mycobacteria, Histoplasma capsulatum dan Coccidioides immitis).

Klasifikasi gabungan klinis pada saat ini yang paling umum dipakai dengan menggunakan klasifikasi skema, mencoba untuk mengidentifikasi faktor risiko seseorang ketika ia pertama kali datang ke medis. Keunggulan klasifikasi skema ini (dibanding cara sebelumnya) adalah dapat memandu dalam pemilihan perawatan awal yang tepat, bahkan sebelum microbiologi penyebab pneumonia tersebut diketahui.

Terdapat dua kategori pneumonia dalam skema ini: community-acquired pneumonia and hospital-acquired pneumonia.

Community-acquired pneumonia
Community-acquired pneumonia (CAP) adalah pneumonia menular pada seseorang yang tidak didapat dari rumah sakit. CAP adalah pneumonia yang paling umum terjadi. Penyebab  paling umum CAP beragam, tergantung pada usia seseorang, contoh penyebabnya Streptococcus pneumoniae, virus, bakteri yang atypical, dan Haemophilus influenzae. Secara keseluruhan, Streptococcus pneumoniae adalah yang paling umum menjadi penyebab CAP di seluruh dunia. Bakteri gram-negatif menyebabkan CAP di suatu populasi berisiko tertentu. CAP adalah keempat paling umum menjadi penyebab kematian di Inggris Raya dan keenam di Amerika Serikat. Istilah “walking pneumonia” telah digunakan untuk menjelaskan suatu jenis CAP yang kurang ganas (karena fakta bahwa penderita ini dapat terus “berjalan” daripada memerlukan rumah sakit). Walking pneumonia biasanya disebabkan oleh atypical bakteri mycoplasma pneumonia.

Hospital-acquired pneumonia
Hospital-acquired pneumonia, juga disebut nosocomial pneumonia, pneumonia yang diperoleh selama atau setelah sakit dan menjalani rawat inap di rumah sakit, atau secara prosedur dimulai pada minimal 72 jam setelah masuk rumah sakit. Penyebabnya mikrobiologi, pengobatan dan prognosa yang berbeda dari yang CAP. Me-rumahsakit-kan pasien dapat memiliki banyak faktor risiko  pneumonia, contohnya pasien dengan  ventilasi mekanik (alat pernapasan buatan), kekurangan gizi berkepanjangan, penyakit jantung dan paru-paru, penurunan jumlah asam perut, dan gangguan kekebalan. Sebagai tambahan, mikroorganisme pada seseorang yang terpapar dari rumah sakit sering berbeda dari yang ada di rumah. Mikroorganisme yang diperoleh dari rumah sakit mungkin termasuk bakteri yang (umumnya resisten terhadap obat) seperti MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus), Pseudomonas, Enterobacter, dan Serratia. Karena seseorang yang mendapat pneumonia dari rumah sakit biasanya terkena bakteri yang lebih berbahaya (daripada dari luar rumash sakit), maka ia cenderung lebih mematikan daripada CAP. Ventilator-associated pneumonia (VAP) adalah subset dari pneumonia yang diperoleh dari rumah sakit. VAP adalah pneumonia yang terjadi setelah – setidaknya – 48 jam intubation (merujuk kepada penempatan sebuah tabung pada eksternal atau internal melalui lubang tubuh, mis. mulut) dan ventilasi mekanik.

Sekitar 5 % pasien (mungkin ini data kasus di AS) yang menjalani rawat inap mengalami pneumonia jenis ini.

Type lain radang paru-paru:

  • Severe acute respiratory syndrome (SARS), ini sangat menular dan merupakan jenis pneumonia yang mematikan. Pertama terjadi di awal 2002 setelah wabah di Cina. SARS disebabkan oleh SARS coronavirus, yang sebelumnya tidak dikenal sebagai patogen.
  • Bronchiolitis obliterans organizing pneumonia (BOOP), disebabkan oleh peradangan pada saluran udara kecil di paru-paru. Ia juga dikenal sebagai cryptogenic organizing pneumonitis (COP).
  • Eosinophilic pneumonia adalah invasi pada  paru-paru oleh eosinophils, (suatu jenis sel darah putih). Eosinophilic pneumonia sering terjadi sebagai respon terhadap infeksi parasit atau setelah terpapar jenis tertentu dari faktor lingkungan.
  • Chemical pneumonia (biasanya disebut pneumonitis kimia) disebabkan oleh toxicants kimia seperti pestisida, yang dapat memasuki tubuh melalui penghirupan atau kontak kulit. Bila zat beracun adalah minyak, disebut lipoid penumonia.
  • Aspiration pneumonia (atau aspiration pneumonitis) disebabkan oleh terhirup/termakan material asing yang biasanya melalui mulut atau berhubungan dengan isi  lambung, baik saat makan, setelah surutnya, dan atau saat muntah. Ini berhubungan juga dengan bronchopneumonia. Radang paru-paru yang dihasilkannya bukan merupakan sebuah infeksi tetapi bisa jadi pada material yang terhirup tadi mengandung partikel dari bakteri anaerobic atau penyebab pneumonia lainnya. Aspiration pneumonia ini merupakan penyebab kematian di beberapa rumah sakit dan rumah perawatan pasien, karena mereka sering tidak cukup dapat melindungi saluran-saluran udara dan ini semakin parah pada  kondisi pertahanan tubuh pasien itu sendiri sudah lemah.
  • Dust pneumonia, dalam hal ini debu terhirup dan menetap pada semua jalan menuju alveoli di paru-paru.
  • Necrotizing pneumonia, meskipun tumpang tindih dengan banyak klasifikasi lainnya, termasuk pneumonia yang menyebabkan kematian  pada sel-sel paru-paru. Bakteri pada pneumonia ini umumnya adalah  bakteri anaerobic, dengan atau tanpa tambahan  Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae dan Streptococcus pyogenes. Pneumococcus tipe III jarang terkait dengan pneumonia ini.
  • Oportunistik pneumonia termasuk pneumonia yang sering menyerang pasien dengan kekebalan rendah. Patogen utamanya adalah cytomegalovirus, Pneumocystis jiroveci, Mycobacterium avium-intracellulare, invasi aspergillosis, invasi candidiasis, serta “bakteri-bakteri biasa” yang juga menyerang orang dengan kekebalan yang baik.

Tanda-tanda dan gejala
Orang dengan pneumonia sering memiliki gejala batuk yang mengeluarkan dahak berwarna kehijau-hijauan dan kuning, juga lendir dan demam tinggi yang disertai dengan tubuh menggigil. Sesak nafas juga umum terjadi pada pneumonia, seperti sakit pleuritic (selaput) dada  yang menusuk dan menusuk. Penderita pneumonia mungkin bisa mengeluarkan darah saat batuk, mengalami sakit kepala, juga sering berkeringat dan kulit lembab/basah. Gejala lainnya adalah hilangnya nafsu makan, kelelahan, kulit berwarna kebiruan, mual, muntah, mood swings (?), dan rasa sakit/nyeri otot. Bentuk pneumonia yang kurang umum dapat menyebabkan gejala lain, misalnya, pada pneumonia yang disebabkan oleh Legionella abdominal yang dapat menimbulkan sakit perut dan diare, sedangkan pneumonia yang disebabkan oleh tuberculosis or Pneumocystis dapat menyebabkan penurunan berat badan dan berkeringat saat malam hari. Pada orang dewasa, manifestasi dari pneumonia mungkin bisa berbentuk kebingungan dan sekelilingnya seperti berputar yang bisa menyebabkan jatuh. Bayi dengan pneumonia mungkin mengalami banyak gejala seperti tersebut di atas, tetapi dalam banyak kasus mereka terlihat sering mengantuk dan nafsu makan berkurang.

Penyebab
Pneumonia dapat disebabkan oleh mikroorganisme dan faktor-faktor lain yang belum diketahui. Gejala-gejala pneumonia yang menular disebabkan oleh invasi pada paru-paru oleh mikroorganisme dan respon sistem kekebalan terhadap infeksi. Meskipun lebih dari seratus jenis makhluk  kecil yang dapat menyebabkan pneumonia, hanya beberapa yang menjadi penyebab untuk kebanyakan kasus. Yang paling umum menjadi penyebab pneumonia adalah jenis dari virus dan bakteri. Penyebab pneumonia menular yang kurang umum adalah parasit dan jamur.

Diagnosis

Jika pneumonia diduga berdasarkan gejala pasien dan temuan dari pemeriksaan fisik, penyelidikan lebih lanjut  diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis ini. Informasi tambahan dari rontgen dan tes darah mungkin diperlukan, begitu pula dari kultur mikroorganisme pada dahak. Rontgen pada  dada biasanya digunakan untuk diagnosa di beberapa rumah sakit dan klinik dengan fasilitas rontgen. Namun, dalam prakteknya, pneumonia biasanya didiagnosis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik saja. Mendiagnosis pneumonia bisa sulit pada beberapa orang, terutama orang-orang yang mengidap penyakit lainnya. Sesekali CT scan pada dada atau tes lainnya mungkin diperlukan untuk membedakan pneumonia dengan penyakit lainnya.

Pencegahan
Ada beberapa cara untuk mencegah gejala radang paru-paru. Merawat penyakit yang tepat (seperti AIDS) dapat menurunkan risiko terkena pneumonia. Penghentian merokok sangat penting, tidak hanya karena membantu untuk membatasi kerusakan paru-paru, tetapi juga karena asap rokok dapat menghalangi pertahanan tubuh dalam memberikan perlawanan terhadap pneumonia.

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa cara untuk mencegah radang paru-paru pada bayi saat masih dalam kandungan dan baru lahir. Test Streptococcus Grup B dan Chlamydia trachomatis untuk wanita hamil, dan kemudian memberikan perawatan antibiotik yang diperlukan, mengurangi pneumonia pada bayi.

Vaksinasi sangat penting untuk mencegah pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa. Vaksinasi terhadap Haemophilus influenzae dan Streptococcus pneumoniae pada tahun pertama kehidupan sangat mengurangi kemungkinan bakteri ini untuk memainkan peranan dalam kasus pneumonia  pada anak-anak. Vaksinasi pada anak-anak terhadap Streptococcus pneumoniae juga menyebabkan penurunan insiden infeksi pada orang dewasa karena banyak orang dewasa mendapatkan infeksi dari anak-anak. Vaksin Hib sekarang banyak digunakan di seluruh dunia.

Perawatan
Sebagian besar kasus radang paru-paru dapat diobati tanpa perlu rawat inap di rumah sakit. Biasanya cuma diperlukan antibiotik oral, istirahat cukup, cairan tambahan, dan rumah perawatan yang memadai dan bersih. Namun, orang dengan pneumonia yang mengalami kesulitan bernapas dan masalah medis lainnya, serta pada orang tua mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut. Jika mendapatkan gejala parah atau komplikasi, pasien pneumonia tidak cukup dirawat di rumah saja, dalam hal ini perlu pertimbangan serius untuk memasukkan pasien tersebut ke rumah sakit.

Bacterial pneumonia (pneumonia bakteri)
Antibiotik digunakan untuk merawat pneumonia bakteri. Sebaliknya, antibiotik tidak berguna bagi pneumonia viral, meskipun kadang-kadang digunakan untuk merawat atau mencegah infeksi bakteri yang dapat terjadi di paru-paru akibat pengrusakan oleh pneumonia viral. Antibiotik pilihan tergantung pada sifat pneumonia, pertimbangan biasanya berdasarkan pada jenis  mikroorganisme yang biasanya berkembang di daerah tersebut, dan status kekebalan/kesehatan pasien. Perawatan untuk pneumonia idealnya harus didasarkan pada mikroorganisme kausatif atau dikenal sebagai sensitivitas antibiotik.

Antibiotik untuk hospital-acquired pneumonia yaitu vancomycin, generasi ketiga dan keempat dari cephalosporins, carbapenems, fluoroquinolones, dan aminoglycoside. Antibiotik ini biasanya diberikan melalui urat nadi. Antibiotik pilihan bervariasi dari rumah sakit ke rumah sakit karena perbedaan mikroorganisme yang mungkin berkembang di tiap daerahnya dan  adanya perbedaan kemampuan microorganisme untuk menolak berbagai obat antibiotik.

Orang-orang yang mengalami kesulitan bernafas akibat radang paru-paru mungkin memerlukan tambahan oksigen. Individu yang sakit serius mungkin memerlukan perawatan intensif, seperti dengan alat intubation dan ventilasi buatan.

Virus Pneumonia
Pneumonia yang disebabkan oleh virus influenza A dapat diobati dengan rimantadine atau amantadine, sementara pneumonia yang disebabkan oleh virus influenza A atau B dapat diobati dengan oseltamivir atau zanamivir. Perawatan ini hanya akan bermanfaat jika dimulai dalam waktu 48 jam setelah timbulnya gejala. Banyak jenis influenza A H5N1, yang juga dikenal sebagai flu burung telah menunjukkan perlawanan terhadap rimantadine dan amantadine. Tidak ada perawatan efektif terhadap virus pneumonias  yang disebabkan oleh SARS coronavirus, adenovirus, hantavirus, atau parainfluenza virus.

Pneumonia aspirasi
Antibiotik tidak efektif untuk aspiration pneumonia.

Sumber    : Wikipedia.

Pic source: Wikipedia.org.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

  1. 5 Juli 2009 pukul 14:52

    pneumonia emang berbahaya…. perlengkapan bayi

  2. 22 Oktober 2009 pukul 09:35

    gini aku mau nanya kalo kadang2 tangan dan kaki basah atau kadang2 kering pa bsa dikatakan gejala pneumonia??????mohon dijawab karna yg mngalami gejala ini aku sendiri,,,,makasi sebelumnya,,,,,,,

    • pisangkipas
      23 Oktober 2009 pukul 00:56

      tangan yang berkeringat belum tentu merupakan gejala pneumonia, bisa jadi itu karena kelelahan sehingga mempengaruhi kerja jantung (namun bukan juga berarti jantung anda bermasalah), tubuh menyesuaikan dengan suhu di sekelilingnya, dan banyak hal lainnya yang kemungkinan menjadi penyebabnya. Untuk memastikannya coba dicek ke dokter.

      • Anonim
        23 Oktober 2009 pukul 07:23

        kalo kadang aku juga mengalami sesak napas gimana????pa bener pneumonia bisa nyebabin kematian????trus gejala pneumonia pa ja sich?????

  3. 6 November 2010 pukul 13:17

    Apa bedanya pneumonia sama asma ??
    Saya masih gak ngerti, tolong dijelaskan.

  4. Isma
    2 Februari 2012 pukul 09:43

    Anak saya didiagnosa pnemonia dengan gejala demam dan sesak nafas. Tapi tetap nafsu makan dan selalu kehausan.apa sdh betul diagnosanya?

  5. Anonim
    7 Juli 2012 pukul 11:34

    penyakit pneumonia pada orang dewasa. . .
    apakah bisa di sembukan…. ???????

  6. yanti
    14 Juni 2013 pukul 10:12

    kenapa anak-anak lebih mudah terkena pneumonia drpda org dewasa?

  7. esti
    5 April 2014 pukul 07:31

    bpk saya berumur 63 thn sakit pneumonia paru2 sudah di sedot cairainnya tapi masih bengkak ditangan, dokter tdk mau menyedot lagi takut kering. sekarang dirawat dirumah dengan menggunakan oksigen apakah bisa sembuh ??? dan bagaimana cara merawatnya karna sudah tdk bisa berjalan, nafasnya sesak sekali. apakah ini termasuk Pneumonia akut dapat menular ke anak2 kah ???

  8. 6 November 2014 pukul 15:39

    Thanks on your marvelous posting! I certainly enjoyed reading it, you might be a
    great author. I will be sure to bookmark your
    blog and will come back in the future. I want to encourage yourself
    to continue your great work, have a nice evening!

  1. 25 Juni 2009 pukul 12:55

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: