Beranda > Penyakit fisik > Lymphocytic choriomeningitis (LCM)

Lymphocytic choriomeningitis (LCM)

Lymphocytic choriomeningitis (LCM), adalah virus penyakit menular yang menyebabkan:

  • Aseptic meningitis (radang lapisan pada  otak, atau meninges (radang pada membran kulit saraf) – bukan karena bakteri pyogenic (penyebab munculnya nanah),
  • Ensefalitis (peradangan akut pada otak), dan
  • Meningoencephalitis (peradangan sekaligus: meninges  dan ensefalitis).

Lymphocytic Choriomeningitis Virus (LCMV) merupakan  anggota keluarga Arenaviridae.

Nama Alternatif
* Benign lymphocytic meningitis
* Lymphocytic meningoencephalitis
* Serous lymphocytic meningitis
* La Maladie d’Armstrong

Infeksi
LCMV secara alami tersebar umum pada tikus rumah, Mus musculus. Setelah terinfeksi, tikus ini dapat terus memiliki virus ini dalam darah dan atau dapat ditemukan pada air seni mereka. Tikus betina yang terkena infeksi ini biasanya menularkan ke keturunan mereka, yang pada gilirannya, anaknya juga akan terinfeksi secara berkesinambungan sepanjang hidupnya. Sekitar lima persen dari tikus, hamster dan rodent (hewan pengerat) kemungkinan membawa penyakit ini. Hewan pengerat dapat terinfeksi virus ini setelah kontak (langsung maupun tidak langsung) dengan tikus yang telah terinfeksi.

Virus ini kelihatannya relatif tahan terhadap pengeringan dan karena itu manusia dapat menjadi terinfeksi dengan menghirup partikel-partikel dari urin tikus (yang sudah mengering dan berada di udara) yang mengandung virus ini. Selain pada urin, partikel juga bisa berasal dari kotoran, dan air liur. Makanan yang terpapar virus, kontaminasi antara lendir membran sel dengan cairan tubuh, atau paparan pada luka dengan darah (dari luar) yang mengandung virus. Manusia biasanya terinfeksi dari tikus dan hamster.

Virus biasanya hanya memiliki sedikit efek pada orang sehat, tetapi dapat membawa maut bagi orang dengan sistem kekebalan yang telah melemah. Transmisi orang-ke-orang biasanya tidak terjadi, kecuali transmisi vertikal dari ibu (yang terinfeksi) ke janin.

Sumber: Wikipedia.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

  1. 1 Mei 2013 pukul 10:25

    I think that is among the most significant info for me. And i’m happy studying your article. However want to remark on some normal issues, The site taste is wonderful, the articles is really great : D. Excellent process, cheers

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: