Beranda > Penyakit fisik > Mycobacterium avium complex (MAC)

Mycobacterium avium complex (MAC)

Mycobacterium avium complex (MAC) adalah kelompok bakteri yang secara genetik terkait dalam genus Mycobacterium, contohnya Mycobacterium avium bagian jenis avium (MAA), Mycobacterium avium bagian jenis hominis (mAH), dan Mycobacterium avium bagian jenis paratuberculosis (MAP).  Secara historis, MAC juga termasuk Mycobacterium avium intracellulare (MAI) – yang berbeda jenis bakteri.

Sumber dan gejala

Bakteri MAC  umumnya berada di sekitar kita dan menyebabkan infeksi saat terhirup atau tertelan. Gejala penyakit MAC mirip dengan  tuberkulosis, yaitu demam, kelelahan, dan berat badan menurun. Banyak pasien penyakit ini mengalami anemia dan neutropenia jika sumsum tulang ikut terlibat. Juga mengalami diare dan rasa sakit pada daerah abdominal (sekitar perut) yang terkait dengan keterlibatan aluran pencernaan. Diare yang sering terjadi pada pasien HIV dikaitkan dengan MAC.

Mycobacterium avium infeksi pada anak-anak
Infeksi M. avium dan M. haemophilum pada anak-anak terjadi dalam bentuk yang entitas klinis yang berbeda (ini tidak ada kaitan dengan dari AIDS). M. avium biasanya menyebabkan pembengkakan pada Kelenjar getah bening di leher yang biasanya sepihak. Hal ini tidak berkaitan dengan ketidak-normalan dari sistem kekebalan. Perawatan pilihan adalah operasi,  jika pasien tidak mau dioperasi atau tidak mungin melakukan operasi maka bisa dilakukan perawatan dengan pengobatan medis (biasanya dengan obat  klaritromisin dan rifabutin selama 18 sampai 24 bulan).

MAC pada pasien dengan infeksi HIV
Risiko MAC berhubungan dengan jumlah CD4 pasien, dan penyakit ini menjadi meningkat secara signifikan bila CD4-nya menurun hingga di bawah 50 sel / mm³. Faktor risiko lainnya untuk akuisisi infeksi MAC yaitu penggunaan kolam renang umum, konsumsi ikan/kerang  mentah atau setengah dimasak, penggunaan alat bronchoscopy dan pengobatan dengan obat (hormon) granulocyte stimulating factor.

Penyakit ini menyebar luas (khususnya pada pasien HIV) sebelum kedatangan highly active antiretroviral therapy (HAART). Saat ini, di daerah-daerah yang menjadikan  HAART sebagai standar perawatan, penyakit ini masih mungkin terjadi, hal ini umumnya terfokus pada penyakit lymphadenopathy / lymphadenitis.

Diagnosis
Diagnosis dapat dicapai melalui budidaya (kultur) darah atau cairan tubuh lainnya seperti dahak. Hasil Kultur sumsum tulang seringkali dihindari sebagai langkah awal diagnostik karena rendahnya invasi pada daerah tersebut.

Perawatan
Perawatan melibatkan kombinasi anti antibiotik tuberkulosis. Diantaranya:

  • Rifampicin
  • Rifabutin
  • Ciprofloxacin
  • Amikacin
  • Ethambutol
  • Streptomisin
  • Klaritromisin
  • Azithromycin

 

Baca juga:

– Epididymitis, epididimitis

 

Sumber: Wikipedia.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Iklan
  1. 18 Mei 2015 pukul 13:11

    thanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: