Beranda > Penyakit fisik > Toxoplasmosis (1)

Toxoplasmosis (1)

Toxoplasmosis disebabkan oleh parasit protozoa toxoplasma gondii (genus Toxoplasma). Host definitif (rumah utama)  T. gondii adalah kucing, tetapi parasit ini dapat dibawa dalam tubuh semua mamalia. Toxoplasmosis atau toksoplasmosis biasanya menimbulkan efek kecil dan dapat membatasi penyebaran dirinya, tetapi dapat menjadi serius atau bahkan menimbulkan efek fatal pada janin dalam rahim seorang  ibu yang dalam tubuhnya terdapat parasit ini selama kehamilan, pada orang dengan kondisi immunocompromised (imun rendah), dan (mungkin) pada kucing.

Pencegahan toxoplasmosis selama kehamilan meliputi: menghindari makan daging yang kurang matang, mencuci sayur dan buah sebelum makan dengan teliti, dan menghindari kontak dengan (memegang langsung) tanah. Jika berkebun, pakaian pelindung sarung tangan karet dan mencuci tangan dengan sempurna setelah itu. Mencegah terjadinya kontak dengan kucing  umumnya dianjurkan untuk wanita hamil, namun kontribusi kucing dalam menularkan selama kehamilan ini masih merupakan hal yang  kontroversial. Beberapa studi telah mengidentifikasi kepemilikan atau kontak dengan kucing  sebagai sumber resiko yang kecil, sementara beberapa studi lainnya telah gagal untuk mengidentifikasi paparan dari  kucing sebagai faktor risiko yang signifikan untuk terjadinya infeksi Toxoplasma.

Gejala
Infeksi ini memiliki dua tahapan, yaitu:

1. Toxoplasmosis akut
Selama toxoplasmosis akut, gejala seringkali berupa seperti gejala influenza: Pembengkakan kelenjar getah bening, dan nyeri atau rasa sakit pada otot yang  berlangsung selama satu bulan atau lebih. Pasien yang memiliki sistem kekebalan sehat jarang mengalami kerusakan  mata. Anak kecil dan pasien immunocompromised (imun rendah) seperti orang-orang dengan HIV / AIDS memerlukan beberapa jenis kemoterapi. Mereka yang baru saja menerima transplantasi organ, mungkin mengalami toxoplasmosis parah seperti kerusakan otak atau mata. Hanya sebagian kecil dari bayi yang baru lahir terinfeksi serius parasit ini pada mata atau kerusakan otak saat lahir.

2. Toxoplasmosis laten
Sebagian besar pasien awalnya tidak tahu bahwa dirinya telah terinfeksi Toxoplasma gondii dan mengembangkan penyakit toxoplasmosis dalam tubuhnya. Pada kebanyakan pasien dengan immunocompetent (imun sehat), infeksi memasuki fase laten jika parasit sudah memasuki tahap  bradyzoites yaitu pembentukan cysta dalam jaringan saraf dan otot. Kebanyakan bayi yang terinfeksi selama di dalam rahim tidak memiliki gejala-gejala saat lahir namun dapat mengembangkan gejala nantinya saat sudah dewasa.

Kemungkinan berhubungan dengan kekacauan psikologi
Parasit toxoplasmosis juga dapat memicu perkembangan skizofrenia, bipolar disorders, penyakit Parkinson’s, Tourette’s syndrome dan attention deficit disorders. Penelitian menemukan bahwa orang yang menderita skizofrenia adalah lebih mungkin untuk memiliki toxoplasmosis dalam tubuhnya dibandingkan dengan masyarakat umum. Parasit memproduksi sebuah enzim yang disebut tyrosine hydroxylase yang dapat berkontribusi dalam pengembangan kekacauan psikologi yang mempengaruhi produksi dopamine. Perubahan kimia dalam otak dapat mempengaruhi tingkah laku manusia. Dopamine berperan menciptakan suasana  bersemangat, keramahan, perhatian, motivasi dan pola tidur. Skizofrenia telah lama berhubungan dengan dopamine, sehingga penyembuhan dopamine  menjadi target semua obat skizofrenia.

Diagnosis
Deteksi dari Toxoplasma gondii dalam sampel darah manusia dapat dicapai dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR).

Transmisi/penularan
Transmisi dapat terjadi melalui:

  • Makan daging mentah atau setengah matang, terutama daging babi, kambing, dan daging rusa yang mengandung cysta toxoplasma. Prevalensi infeksi di negara-negara yang masyarakatnya terbiasa memakan makanan daging secara tradisional telah berhubungan dengan penularan. Oocysts toxoplasma juga dapat masuk ke tubuh melalui tangan-ke-mulut setelah penanganan daging yang tidak/kurang dimasak tadi, menggunakan pisau, peralatan, dan papan pemotongan yang berkaitan dengan daging mentah.
  • Dari kucing (melalui kotorannya langsung maupun tidak langsung). Hal ini dapat terjadi melalui kontak tangan-ke-mulut setelah berkebun, membersihkan/memandikan kucing, dan menyentuh apapun yang telah tersentuh secara langsung dengan kotoran kucing.
  • Minum air yang terkontaminasi toxoplasma.
  • Infeksi  transplacental di utero.
  • Menerima transplantasi organ yang terinfeksi atau transfusi darah, walaupun ini sangat langka.

Cysta toxoplasma sangat kuat, mampu hidup pada pembekuan -12° Celcius (10° Fahrenheit), suhu sedang, bertahan terhadap disinfektan kimia seperti pemutih, dan dapat bertahan di lingkungan terbuka selama lebih dari satu tahun. Namun demikian, rentan terhadap suhu tinggi-di atas 66° Celsius (150° Fahrenheit), dan dengan demikian membunuh kuman ini berarti pula kita harus memasak secara menyeluruh semua masakan samapai matang. Parasit ini juga akan mati dalam 24 jam di kulkas rumah tangga biasa.

Kucing mengeluarkan patogen dalam kotoran mereka selama beberapa minggu setelah tertular penyakit, umumnya berasal dari makanan yang terinfeksi. Kotoran kucing tersebut pada umumnya tidak menularkan penyakit untuk saat pertama atau dua hari setelah pengeluaran. Penelitian menunjukkan bahwa hanya sekitar 2% dari kucing  meluruhkan oocysts (pada kotorannya) setiap satu waktu. Meskipun pathogen telah terdeteksi pada anjing dan kucing, belum ditemukan bentuk infeksinya pada mereka, dan penanganan langsung infeksi pada kucing umumnya diyakini sangat langka.

bersambung ke toxoplasmosis (2)

Sumber      :  Wikipedia.

Pic source: Photobucket.com.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: