Beranda > Sehat > The Canon of Medicine, karya Ibnu Sina – 2

The Canon of Medicine, karya Ibnu Sina – 2

Sambungan dari tulisan : The Canon of Medicine, karya Ibnu Sina – 1

Eksperimental obat
The Canon of Medicine adalah buku pertama yang berhubungan dengan obat-obatan berdasarkan bukti, percobaan obat-obatan, tes klinis, percobaan acak terkontrol, tes kemanjuran, analisis faktor risiko, dan gagasan dari sindrom pada diagnosa penyakit tertentu.

Menurut Toby Huff dan A.C. Crombie, Canon berisi “satu set aturan yang didasarkan pada percobaan untuk menguji dan menggunakan obat-obatan” yang merupakan “sebuah panduan yang teliti untuk praktek eksperimen” dalam proses “menemukan dan membuktikan efektivitas substansi medis.”

Clinical pharmacology (farmakologi klinis)

Penekanan The Canon pada obat-obatan yang diuji adalah untuk meletakkan landasan pendekatan  eksperimental secara pharmacology. The Canon menurunkan aturan dan prinsip-prinsip untuk menguji efektivitas obat-obatan dan obat baru (yang masih membentuk dasar dari klinis pharmacology  modern dan percobaan klinis sampai saat ini):

  1. Obat harus bebas dari kualitas asing yang bersifat ‘kebetulan’.
  2. Obat harus dapat digunakan dengan mudah, bukan merupakan campuran (dengan substansi yang tidak jelas), apalagi mendatangkan penyakit.
  3. Obat-obatan harus diuji dengan dua tipe yang bertentangan dari penyakit-penyakit, karena kadang-kadang sebuah obat bisa mengobati satu penyakit karena  kualitas esensi dan kadang pula karena faktor kebetulan. (terjemahan no 3 ini tampaknya masih perlu koreksi).
  4. Kualitas obat harus sesuai dengan kekuatan penyakit.
  5. Saat tindakan harus diperhatikan, agar pemahaman antara esensi dan faktor kebetulan tidak tercampur.
  6. Efek obat harus dilihat atau terus dipantau pada banyak kasus, sebab jika efek obat tidak  terjadi, itu bisa jadi merupakan suatu  kebetulan.
  7. Eksperimentasi harus dilakukan pada tubuh manusia, untuk menguji sebuah obat pada singa atau kuda mungkin tidak membuktikan apa-apa berkaitan dengan efeknya pada manusia.

Canon memuat sebanyak 800 obat yang sudah diuji, termasuk tanaman dan zat mineral, dengan komentar-komentar pada aplikasi dan efektifitasnya. Untuk masing-masing, ia jelaskan tindakan-tindakan  farmasi dari berbagai kemungkinan dari sebuah range yang memuat 22 kemungkinan (termasuk resolusi, astringency dan kelemahan), dan properti khusus dengan sebuah grid bagi 11 jenis penyakit.

logika induktif
Ibnu Sina sering bersandar pada pemikiran deduktif dalam “The Book of Healing” dan tulisan-tulisan tentang logika pada filsafat Islam, tetapi ia menggunakan pendekatan yang berbeda dalam The Canon of  Medicine. Teks ini memberikan kontribusi untuk pengembangan logika induktif, yang digunakan untuk mengembangkan ide dari sindrom untuk mendiagnosa penyakit tertentu. The Canon of Medicine adalah buku pertama yang menjelaskan metode kesepakatan, variasi  perbedaan dan kesamaan yang sangat penting untuk logika induktif dan metode ilmiah.

Ilmu-ilmu farmasi
Buku ini memberikan kontribusi kepada ilmu farmasi termasuk pengenalan eksperimentasi sistematis dan perhitungan ke dalam pharmacology dan ilmu fisiologi. Pengenalan percobaan obat-obatan, obat-obatan berdasarkan bukti, percobaan klinis, tes acak terkontrol, tes kemanjuran dan pharmacology klinis, penjelasan yang teliti tentang masalah kulit, penyakit menular seksual, perbuatan yang abnormal dan penyakit saraf, dan penemuan penyembuhan dengan merkuri selain racun yang ditimbulkannya; selain itu: penggunaan es untuk merawat demam, dan pemisahan antara obat medis dengan obat pharmacology. Semua ini adalah hal yang penting untuk perkembangan ilmu farmasi.

Pharmacotherapy
Ibnu Sina menulis risalah suplemen  terpisah yang didedikasikan untuk pharmacotherapy yang disebut Hindiba, sebuah obat kompleks. Ia menyarankan untuk menggunakan obat ini untuk pengobatan kanker dan tumor lainnya, juga dapat digunakan untuk merawat neoplastic disorders. Dia memberikan rincian tentang peralatan obat dan penggunaannya, dan kemudian memberikan instruksi persiapannya sebagai obat.

Farmasi
Canon menjelaskan tidak kurang dari 700 persiapan pengobatan, peralatannya, modus tindakan pada indikasinya. Dia mengkhususkan berdasar fakta suatu jumah volume/takaran untuk obat-obatan sederhana dan kompleks dalam The Canon of Medicine. Ini banyak berasal dari berbagai sumber-sumber tulisan  Arab, Yunani dan India, dan juga berisi beberapa obat yang diimpor dari Cina; tentunya banyak juga yang merupakan kontibusi asli Ibnu Sina sendiri. Menggunakan keahlian sendiri, dia sering mengkritisi penjelasan yang diberikan oleh penulis sebelumnya dan merevisinya.

Anatomy and Physiology

Kontribusi Canon pada fisiologi meliputi pengenalan eksperimentasi sistematis dan penghitungan pada ilmu fisiologi. Tulisan-tulisan tentang  anatomi di Canon tersebar di seluruh teks dalam bagian mengenai penyakit yang berkaitan dengan bagian tubuh tertentu. Canon menyertakan berbagai diskusi tentang anatomi dan diagram pada beberapa bagian tubuh, termasuk diagram pertama yang berhubungan dengan jahitan pada tengkorak.

Tekanan darah
Ibnu Sina mendedikasikan sebuah bab dari Canon untuk tekanan darah. Dia mampu menemukan penyebab bleeding (pendarahan) dan haemorrhage, dan menemukan bahwa pendarahan dapat dipaksa oleh tekanan darah tinggi karena tingkat kolesterol yang tinggi dalam darah. Hal ini menyebabkan dia  menyelidiki metode mengendalikan tekanan darah.

Neuroanatomy dan neurophysiology
Ibnu Sina menemukan the cerebellar vermis yang dinamakannya “vermis” dan the caudate nucleus yang dinamakannya “tailed nucleus” atau “nucleus caudatus”. Istilah tersebut masih digunakan dalam neuroanatomy modern dan neurophysiology. Canon yang juga merupakan teks awal yang mencatat bahwa disfungsi intelektual sebagian besar disebabkan oleh defisit pada ventrikel tengah otak.

Ophthalmology

Kontribusi Canon pada Ophthalmology  di abad Islam meliputi penjelasan mengenai fisiologi pergerakan mata, yang merupakan informasi bentuk dasar  bagi Ophthalmology modern. Dia juga memberikan informasi bermanfaat pada saraf optik, irisan mata, pusat mata dan paralyses (hilangnya fungsi otot) pada pinggiran wajah.

Pulsology dan sphygmology
Canon memelopori pendekatan modern untuk memeriksa nadi melalui pemeriksaan di pergelangan tangan, hal yang masih dilakukan di jaman modern. Alasan memilih pergelangan tangan sebagai lokasi yang ideal adalah karena denyut telah tersedia dengan mudah dan pasien tidak perlu harus memperlihatkan   tubuh tertutupnya. Terjemahan Canon dalam bahasa Latin juga meletakkan landasan untuk penemuan sphygmograph di kemudian hari.

Ibnu Sina menulis risalah tambahan pada diagnosa penyakit yang hanya dengan menggunakan metode merasakan dan mengamati pulse pernafasan. Dia mampu menemukan gejala penyakit tertentu hanya dengan mengamati pulse pasien.

The Canon of Medicine, karya Ibnu Sina – 3

Sumber: Wikipedia.

Kategori:Sehat Tag:
  1. Aisyah Liputa Indeka
    5 Februari 2011 pukul 10:04

    artikelnya udh bagus.. tapi, bisa gak nampilin karya-karya ibnu sina, kayak hasil-hasil percobannya??

  2. hesti
    11 Mei 2011 pukul 05:18

    terima kasih artikel sangat bagus, sangat bermanfaat sekali untuk menginspirasi peserta didik kami di Sekolah Avicenna Cinere… semoga dapat melahirkan generasi bangsa seperti Ibnu Sina … amin

  3. Anonim
    5 Juli 2011 pukul 16:59

    syang bgt , hanya tau covernya aja , seandainya aku bisa beli bukunya , alhamdulillah

  4. 8 Oktober 2011 pukul 05:26

    Kunjungi juga blog dibawah untuk mendownload bukunya yaitu canon of medicine.terima kasih mas..

    http://alghavindi.blogspot.com/2011/09/canon-of-medicine-ibnu-sina.html

  5. 2 Desember 2013 pukul 10:15

    saya harap artikel ini bisa di percaya atas semua informasi nya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: