Beranda > Cerita > Jumat/29mei09

Jumat/29mei09

Ketika saya membuka beberapa situs yang berhubungan dengan IMS, saya semakin memahami betapa luas dan kompleksnya komplikasi yang ditimbulkan hanya karena ‘kenikmatan sesaat’. Maksudnya, ‘kenikmatan’ yang beresiko. misal karena berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom.  Semakin kita banyak membaca, semakin paham kita (apalagi jika itu diulang-ulang). Masalahnya, kita tidak memiliki budaya membaca kecuali sebatas untuk keperluan akademis, misalnya karena tugas kuliah, sekolah. Selebihnya mungkin karena sekedar pingin tahu karena terpaksa, misal karena kita atau kenalan kita ada yang terkena gejala penyakit tertentu. Parahnya lagi, kita mau membaca karena kita sedang menterjemahkan sesuatu atau mengetik ulang, misal seperti saya ini ha ha. Namun, pilihan terakhir inilah yang membuat saya lebih paham karena faktor mengulang-ulang membaca apa yang kita ketik supaya tulisan-tulisan yang kita berikan kepada publik tidak mengandung kesalahan.

Dari membaca berulang-ulang akhirnya saya sedkit lebih memahami kanker yang banyak membuat penderitaan pada wanita, yaitu kanker rahim dan serviks. Padahal selama ini saya cuma mengetahui kedua penyakit itu dari mendengar cerita orang. Tampaknya saya akan melangkah lebih jauh dengan kanker yang lain.

So.. Lima hari ini saya sedang pulang kampung, sedang berada di Samarinda; biasanya saya lebih banyak berada di seputaran Jatim. Baru kemarin saya bisa akses internet dengan bebas lagi karena saya tidak bisa online dengan menggunakan nomor ponsel Esia Malang. Setelah utak atik, kesimpulannya adalah bahwa saya harus beli nomor Esia dengan kode telpon Samarinda di depannya. Dan akhirnya it’s work! Saya bisa online lagi dengan laptop saya di rumah tanpa harus ke warnet. Btw, sebenarnya tanpa ganti nomorpun (katanya sih) kita tetap bisa online, tetapi kenyataannya tidak begitu.. whatever saya emang perlu sekali online. Ibaratnya kalo gak makan nasi rasanya gak kenyang, padahal makan roti atau mie pun sebenarnya bisa membuat kenyang.

Pengorbanan itu diperlukan, dan saya terpaksa kehilangan sia-sia pulsa saya di nomer Malang tadi; unlimited 7 hari lagi! Hanguslah semua karena baru terpakai 2 hari.

Di Samarinda ini saya jenguk ibu dan ratusan anakan anthurium wati – saya belum mengerti ini, biji-binya bermunculan dari anthurium dasi (tie), tetapi setahu saya bunga jantannya cuma ada di anthurium wave of love yang berdekatan dengannya. Makanya sementara saya beri nama anthurium wati (waveoflove-tie) karena ada kemungkinan mereka kawin silang. Jumlahnya hampir 150, dan selama 4 bulan ini saya titipkan kepada ibu dan sepupu saya untuk pemeliharaannya. Tampaknya, sudah waktunya untuk pindah pot karena mereka sudah mulai besar dan menumbuhkan daun-daun baru. Suatu saat akan saya tampilkan fotonya di sini.

Selain menjenguk anakannya, saya juga menjenguk ‘bapaknya’ yaitu anthurium waveoflove (gelombang cinta), 4 bulan lalu saya melakukan operasi potong bonggol, ini bener-bener eksperimen karena saya gak ada pengalaman melakukannya kecuali sekedar dapat ide dari membaca di buku-buku dan literatur di internet. Hasilnya: bonggol bagian atas tumbuh subur, sedangkan yang bawah juga tumbuh namun anehnya tumbuh pucuk baru dari 4 titik sehingga memungkinkan dilakukan potong bonggol lagi dan membaginya menjadi 4 tanaman baru.

Oce itu dulu, Welcome back, semoga saya bisa selalu memberi yang terbaik untuk anda.

Iklan
Kategori:Cerita
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: