Beranda > Penyakit fisik > Cervical cancer, kanker serviks

Cervical cancer, kanker serviks

Cervical kanker, kanker serviks adalah kanker ganas pada cervix uteri atau daerah servikal. Hal ini dapat ditandai dengan hadirnya pendarahan vaginal, tetapi mungkin gejala-gejala kanker itu sendiri masih belum muncul sampai dalam tahap lanjutan.

Tanda-tanda dan gejala
Tahapan awal kanker serviks dapat dikatakan tanpa menunjukkan gejala apapun. Pendarahan pada vagina mungkin menunjukkan adanya kanker ganas. Selain itu, Rasa agak sakit (dalam vagina) saat bersetubuh dan vaginal discharge adalah gejala kanker serviks. Dalam lanjutan penyakit, metastases (penyebaran penyakit dari satu organ/bagian ke organ/non-organ atau bagian berdekatan) dapat hadir dalam perut, paru-paru atau tempat lain.

Gejala kanker serviks lanjutan yaitu: hilangnya nafsu makan, hilangnya berat badan, kelelahan, sering munculnya rasa sakit (pada panggul, tungkai, punggung, dan kaki), bengkak satu kaki, perdarahan berat vagina, bocor (mengalirnya) air kencing atau kotoran dari vagina, dan munculnya keretakan tulang.

Penyebab
Faktor penyebab utama yang menyebabkan berkembangnya kanker serviks dalam tubuh adalah terjadinya infeksi strain HPV. Jaringan Virus kanker bekerja dengan memicu perubahan sel-sel serviks, yang dapat mengakibatkan pengembangan cervical intraepithelial neoplasia, yang dapat mengakibatkan kanker.

Wanita yang memiliki banyak mitra seksual (entah berhubungan seks dengan laki-laki atau perempuan yang memiliki banyak mitra lain juga) memiliki resiko yang lebih besar dibanding wanita yang hanya memiliki satu mitra seksual.

Terdapat lebih dari 150 type/jenis HPV yang terdata (beberapa sumber menunjukkan lebih dari 200 subtype). Dari jumlah tersebut, 15 diklasifikasi sebagai jenis risiko tinggi (16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 68, 73, dan 82), 3 sebagai kemungkinan beresiko tinggi (26, 53, dan 66), dan 12 yang berisiko rendah (6, 11, 40, 42, 43, 44, 54, 61, 70, 72, 81, dan CP6108) tetapi inipun masih bisa menyebabkan kanker. Tipe 16 dan 18 pada umumnya diakui menyebabkan sekitar 70% dari kasus kanker cervical. Bersama-sama dengan tipe 31, mereka adalah faktor risiko utama untuk kanker serviks.

Genital warts (jengger ayam) disebabkan oleh berbagai jenis HPV dari type yang biasanya tidak berhubungan dengan kanker serviks.

Yayasan kanker Amerika memberikan daftar faktor risiko untuk kanker serviks: infeksi Humanpapillomavirus (HPV), merokok, infeksi HIV, infeksi Chlamydia, diet ketat tanpa pengawasan, kontrasepsi hormonal, kehamilan yang banyak, terpapar (terus menerus) obat hormonal diethylstilbestrol (DES) dan sejarah keluarga adanya kanker serviks.

Walaupun vaksin HPV sudah ada/makin dikembangkan, beberapa peneliti menyatakan bahwa sunat/khitan pada pria dapat menjadi cara untuk menurunkan resiko kanker serviks pada perempuan (mitra seksual mereka) di masa depan. Belum ada bukti yang pasti untuk mendukung klaim bahwa sunat pada laki-laki ini telah mencegah kanker serviks, walaupun demikian beberapa peneliti mengatakan bahwa ini merupakan hal yang menarik secara epidemiologi, ada bukti memang bahwa orang-orang yang telah disunat mungkin kurang terinfeksi HPV (karena tidak memiliki kulit kulup yang beresiko menjadi sarang virus). Namun, pada seorang pria yang memiliki kebiasaan seksual berisiko rendah dan hanya berhubung seks dengan satu wanita/ monogami, sunat tidak membuat perbedaan pada risiko kanker serviks.

Kanker serviks juga bisa diakibatkan  invasi lanjutan kanker Endometrial.

Diagnosis
Pada umumnya diagnosis menggunakan prosedur biopsy (disebut Pap smear) yaitu mengambil contoh sel/jaringan pada serviks dengan alat colposcopy.

Lain-lain prosedur, untuk keperluan pembelajaran dapat dicek pada alamat Wikipedia (tinggal diklik) di bagian paling bawah tulisan ini.

Pengobatan/operasi
Pada Kanker Microinvasive (tahap IA), biasanya dilakukan tindakan hysterectomy (seluruh kandungan/uterus diangkat dari tempatnya melalui pembedahan). Untuk tahap IA2, Kelenjar getah bening juga akan dihapus juga. Alternatif bagi pasien yang ingin tetap subur adalah prosedur operasi lokal seperti loop electrical excision procedure (LEEP) dan biopsi kerucut.

Jika biopsi kerucut tidak bisa membersihkan kanker, satu lagi kemungkinan pengobatan pilihan untuk pasien yang ingin menjaga kesuburan mereka adalah trachelectomy. Cara ini mencoba untuk mengangkat kanker melalui pembedahan sedangkan ovarium dan uterus dipertahankan. Ini merupakan pilihan bagi mereka yang berada dalam tahap I kanker serviks yang belum menyebar. Namun, itu belum dianggap sebagai standar perawatan, karena hanya sedikit dokter yang terampil dalam prosedur ini. Bahkan dokter yang paling ahli bedah sekalipun tidak bisa menjanjikan seberapa mujarabnya cara trachelectomy ini sampai setelah pemeriksaan mikroskopis bedah, karena luasnya penyebaran kanker tidak diketahui. Jika ahli bedah tidak bisa mengkonfirmasi batasan luasnya penyebaran kanker secara microscopical (saat pasien masih berada dalam pengaruh obat bius operasi bedah), dalam hal ini hysterectomy mungkin diperlukan. Ini hanya dapat dilakukan pada saat operasi yang sama jika pasien telah memberikan izin. Hal ini juga dilakukan karena Kemungkinan risiko kanker menyebar ke Kelenjar getah bening di tahap 1b dan beberapa tahap 1a, ahli bedah juga harus menghapus/mengangkat beberapa kelenjar getah bening di sekitar kandungan/uterus untuk evaluasi pathologi.

Tahap awal (IB1 dan IIA kurang dari 4 cm) dapat diobati dengan hysterectomy radikal dengan mengangkat kelenjar getah bening atau terapi radiasi. Terapi radiasi bisa diberikan dalam bentuk radioterapi penyinaran eksternal ke panggul atau bisa juga dengan brachytherapy (radiasi internal).

Tumors tahap awal yang lebih besar (IB2 dan IIA lebih dari 4 cm) dapat dirawat dengan terapi radiasi dan cisplatin-based kemoterapi, hysterectomy (yang kemudian biasanya memerlukan terapi radiasi pembantu), atau kemoterapi cisplatin diikuti hysterectomy.

Tahap lanjutan Tumors (IIB-iva) yang dirawat dengan terapi radiasi dan kemoterapi berbasis cisplatin.

Pencegahan
a. Kesadaran

Diperlukan kesadaran bagi setiap wanita muda untuk mempelajari penyakit ini khususnya pada pencegahan dan pemahaman gejala-gejala yang mungkin muncul. Ini diperlukan karena banyaknya kasus kanker serviks yang terjadi, dan yang pasti kanker ini bisa membahayakan jiwa karena dapat menyebar ke seluruh organ tubuh.

b. Skrining

Tes skrining Pap smear kanker serviks perlu dilakukan untuk mengetahui keberadaan cervical intraepithelial neoplasia (berpotensi berubah menjadi kanker ganas), sehingga jika didapat kemungkinan ada sel yang abnormal, dapat segera dilakukan pemeriksaan lanjutan dan kemungkinan pengobatan pencegahan. Rekomendasi untuk seberapa sering Pap smear dilakukan bervariasi dari sekali dalam satu tahun sampai sekali untuk setiap lima tahun sekali. Para ahli menyarankan skrining kanker serviks harus dimulai sekitar tiga tahun setelah haid pertama kali dan/atau selambat-lambatnya umur dua puluh satu tahun.

Tes HPV merupakan teknik baru untuk mendeteksi keberadaan infeksi HPV di seviks. Hal ini lebih sensitif dibandingkan dengan pap smear (kurang kemungkinan untuk memberikan hasil negatif palsu), tapi kurang spesifik (lebih mungkin menghasilkan hasil positif palsu) dan perannya dalam pemeriksaan rutin masih dalam pengembangan. Sejak lebih 99% dari serbuan kanker serviks berisi HPV di seluruh dunia, beberapa peneliti menyarankan pengujian HPV dilakukan bersama dengan skrining rutin serviks.

c. Vaksin HPV

Lihat tulisan tentang vaksin HPV.

d. Kondom

Selain untuk mencegah penyebaran HPV, kondom juga berguna dalam menjaga timbulnya potensi keganasan kanker dalam cervix. Terpapar semen tampaknya meningkatkan risiko keganasan tadi. Satu studi menunjukkan bahwa prostaglandin dalam air mani mungkin dapat menjadi bahan bakar pertumbuhan tumor serviks dan kandung telur, dan mungkin ini juga keuntungan bagi orang yang menggunakan kondom.

e. Hindari berganti-ganti pasangan seksual.

Sumber: Wikipedia.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

  1. olif
    5 Juni 2009 pukul 12:48

    rasa nyeri pada vagina saat buang air kecil apakah termasuk gejala kanker serviks? Apakah wanita yg belum menikah juga rentan terhadap kanker ini?

    • pisangkipas
      5 Juni 2009 pukul 15:18

      Saya menyarankan kepada setiap wanita (baik yang belum maupun sudah pernah melakukan seks vaginal-penis) untuk melakukan tes pap smear secara rutin untuk mengecek keberadaan kanker pada daerah mulut rahim karena kadang penyakit kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala apapun (tau-tau sering mengalami pendarahan atau kadang seseorang baru mengecek ke dokter setelah sering gagal hamil/keguguran). Kalau sekedar buang air kecil nyeri itu banyak kemungkinannya, apalagi jika tidak disertai gejala lainnya misalnya pendarahan hebat, dan keluarnya cairan yang berbeda warna/bau dari biasanya. Jenis bakteri dan jamur yang hidup di dalam vagina itu banyak, ada yang baik ada pula yang jahat, sehingga perlu tes laboratorium untuk memastikannya. Coba periksa ke dokter ya non.

  2. nani
    8 November 2009 pukul 11:43

    saya akan mendengarkan sarannya

  3. wati
    21 Februari 2011 pukul 01:30

    Dok, saya berusia 26 tahun.. dalam 2-3 tahun belakangan ini saya rutin memeriksakan organ intim saya ke dokter kandungan, keluhan yang saya alami karna munculnya keputihan yang berlebihan.. keputihan itu berwarna putih susu dan seperti santan pecah.. dan setelah USG luar saya ternyata terdeteksi endometrosisi, dan juni, juli dan november 2010 kemaren saya melakukan vaksin HPV tapi bukan yang gardasil.. dan januari akhir sampai sekarang kok sekitar panggul kiri saya suka nyeri dan pegel ya donk..
    apakah itu ada tanda-tanda terkena kanker serviks?? bagaimana ya cara mendeteksinya…

    terimakasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: