Beranda > Definisi > Kondom

Kondom

Kondom hanya dapat memberikan perlindungan bila digunakan dengan baik sebagai penghalang, dan hanya dari dan ke kawasan yang ditutupinya. Sedangkan pada daerah yang tidak tertutupi masih rentan terhadap berbagai IMS. Dalam kasus HIV, rute transmisi seksual hampir selalu melibatkan penis, karena HIV tidak dapat menular melalui kulit yang tidak terbuka (terluka atau iritasi). Jika kondom dipakai dengan benar pada penis maka (selama/setelah bersentuhan dengan vagina atau anal) akan efektif mencegah penularan HIV. Pada vagina yang kurang cairan pelicin atau anal harus ditambahkan gel atau pelicin yang berbahan dasar air.

Penularan melalui/antar cairan (apapun itu dari kelamin yang mengandung HIV) pada kulit luka dan terbuka tidak dianggap sebagai penularan seksual, tetapi secara teoritis masih dapat terjadi selama kontak seksual. Hal ini dapat dihindari hanya dengan tidak melakukan kontak seksual ketika mengalami pendarahan buka luka. IMS lain, bahkan infeksi virus, bisa dicegah dengan penggunaan kondom latex sebagai penghalang. Beberapa jenis mikroorganisme dan virus mungkin dapat lolos dari kondom yang terbuat dari bahan alami, tetapi masih terlalu besar untuk melewati kondom lateks (karet).

Kondom dirancang, diuji, dan diproduksi untuk tidak pernah gagal jika digunakan dengan benar. Belum ada satu kasus yang didokumentasikan yang menunjukkan adanya penularan HIV karena adanya kesalahan akibat produksi kondom.

Penggunaan yang benar

  1. Tidak menempatkan kondom terlalu ketat di ujung penis, dan meninggalkan kira-kira 1,5 cm ruang kosong pada ujung penis itu. Maksudnya jika terjadi ejakulasi maka sperma akan memenuhi ruang kosong tersebut dan tidak menimbulkan pecah kondom di bagian ujungnya.
  2. Memakai kondom yang terlalu besar dibanding ukuran penis akan berpotensi kegagalan fungsi kondom sebagai penghalang (bisa jadi ntar kondomnya lepas di ‘dalam’ atau cairan-cairan bisa bertukar melalui pangkal penis yang longgar).
  3. Jangan tumpahkan isi kondom setelah dipakai.
  4. Menghindari pemakaian kondom yang tidak terbuat dari bahan latex atau Polyurethane, karena tidak melindungi terhadap HIV.
  5. Hindari penggunaan minyak pelumas berdasarkan (atau apapun dengan minyak di dalamnya) dengan latex kondom, karena minyak dapat membuka pori-pori lateks.
  6. Menggunakan kondom rasa hanya untuk oral seks.
  7. Lihat tanggal kadaluarsanya sebelum dipakai.
  8. Jangan gunakan satu kondom berulang-ulang, ganti/buang kondom lama dan ganti dengan yang baru jika akan melakukan senggama lagi.

Sumber: Wikipedia, cari materi tentang kondom.

Iklan
Kategori:Definisi Tag:, ,
  1. engeldvh
    14 Mei 2009 pukul 11:08

    Makasi bos, atas petunjuknya….:-)
    http://engeldvh.wordpress.com

  2. pisangkipas
    14 Mei 2009 pukul 13:18

    Makasih juga sudah berkunjung ke sini.

  3. 27 Oktober 2009 pukul 13:34

    wow, tata cara demikian gak ada di tiap label kondom yang dijual…cool

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: