Beranda > Topik panas > Peternak Mesir protes keputusan pemusnahan babi

Peternak Mesir protes keputusan pemusnahan babi

Peternak babi melempari kantor-kantor polisi di Kairo, Mesir, pada hari minggu setelah petugas kesehatan mengumpulkan dan mengumumkan kepada peternak untuk membantai apa yang pemerintah maksudkan sebagai pencegahan terhadap penyebaran flu babi, kata staf kementrian dalam negeri kepada CNN.

Brigjen Hani Abdel-Latif berkata 50-60 pemrotes di Kairo ditangkapi dari rumah-rumah gubuk mereka di daerah kumuh Manshiyet Naser karena mereka kecewa dengan pelayanan kesehatan dari keputusan untuk membantai semua babi di negara ini. Tetapi media lokal melaporkan jumlah petani yang bentrok dengan polisi pada hari Minggu mencapai ratusan orang.

Para ahli mengkritik peraturan pemerintah Mesir yang diumumkan pekan lalu, untuk membantai semua babi tanpa memperhatikan apakah mereka terinfeksi. Padahal sampai saat ini belum ada kasus flu babi di Mesir.

Menurut CDC USA, manusia tidak bisa terkena virus flu babi, yang dikenal oleh ilmuwan dengan nama virus H1N1, dengan makan babi. CDC mengatakan infeksi pada manusia dari babi kemungkinan besar terjadi ketika orang-orang tersebut berada di dekat hewan sakit, misalnya di dalam kandang babi. Tetapi pejabat Mesir mencontohkan bagaimana flu burung masih ada di negeri itu karena pemerintah tidak mengambil tindakan perlindungan memadai saat penyakit flu burung tersebut pertama kali ditemukan di sana pada tahun 2006.

Sebagian besar petani babi di Mesir beragama Kristen Koptik yang merupakan 10 % dari 80 juta penduduk Mesir yang mayoritas Muslim. Kristen Koptik tidak memiliki larangan seperti Islam dalm hal makan babi, dan selama ini mereka hidup damai dengan mayoritas Muslim di Mesir. Para petani tersebut juga ada yang bekerja pada industri (pengolahan) sampah dan mereka sehari-hari makan babi dari peternakan milik mereka, Jumlah babi mencapai 300.000 di negeri ini.

Dengan mandat ‘pemusnahan’ dari pemerintah, Mesir dari Departemen Kesehatan menyatakan (pada hari Sabtu kemarin) bahwa “Mesir telah bebas dari flu babi”. Dr Hamid Samaha, kepala Institut negara untuk Pelayanan Kedokteran Hewan, mengatakan bahwa mulai hari Minggu pemerintah akan memberikan kompensasi untuk petani babi sebesar $ 45 untuk babi yang sehat dan $ 5 untuk yang sakit.

Kementrian kesehatan mengatakan kepada CNN bahwa para pekerja telah membekuan semua daging yang bebas penyakit dan berencana untuk memberikan kembali ke pemiliknya setelah larangan pada babi yang dihapuskan. Tetapi menurut koran Al-Akhbar, sebuah sumber kementrian tersebut mengatakan bahwa negara tidak memiliki cukup fasilitas untuk menyimpan daging beku. Juru bicara Departemen Dr Abdel-Rahman Shaheen mengatakan pemerintah akan membuka dua rumah jagal baru (sekaligus tempat penyimpanan babi beku) di dua provinsi di dekat Kairo, al-Alioubiya dan al-Giza.

Shaheen juga mengumumkan pada hari Sabtu, bahwa kementerian telah menambah 100 dokter dan perawat untuk membantu karantina kesehatan di Bandara Kairo, untuk memeriksa para wisatawan yang telah bepergian dari Meksiko baru-baru ini. Lebih diharapkan lagi bahwa mereka dapat diperbantukan di pelabuhan utama Alexandra, di mana pemerintah menyatakan keadaan darurat sejak pekan lalu.

Sumber: CNN

Iklan
Kategori:Topik panas Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: