Beranda > Topik panas > Vaksin meningitis dan swine

Vaksin meningitis dan swine

Rupanya hewan satu ini (babi) lagi naik daun, dari tulisan saya sebelumnya, saya menyatakan keprihatinan saya yang sangat mendalam kepada hewan ini. Gosip terus melanda, hidup tetap dalam kandang becek. Itulah babi. Selain dendeng, flu, dan sekarang vaksin meningitis (radang otak) yang setelah diteliti LPPOM MUI Sumsel mengandung enzim babi, entah enzim yang bagaimana yang dimaksud.

Di sini saya tuliskan alinea awalnya saja selanjutnya silakan anda baca sendiri dari Republika.co.id (Jumat, 01 Mei 2009).

JAKARTA– Temuan enzim babi dalam vaksin meningitis (radang selaput otak) yang biasa digunakan jamaah haji dan umrah, menuai reaksi keras dari Komisi VIII DPR RI. Ketua Komisi VIII, Hasrul Azwar, menegaskan, pelaksanaan ibadah haji 2009 harus terbebas dari penggunaan vaksin yang mengandung enzim babi…. baca lanjutannya di sini .

Jika anda telah membaca tulisan saya : “Dampak flu babi secara sosial: bercermin pada kasus-kasus HIV/AIDS dan Ajinomoto” yang diterbitkan dua hari yang lalu maka anda akan membaca kalimat terakhir pada tulisan saya tersebut: “Anda bisa membayangkan hal ini??”. Maksud saya, anda saya ajak untuk berpikir dalam kerangka yang luas tidak hanya tentang flu babi saja tetapi juga bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan babi pasti berdampak pada masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ini.

Sekian ratus ribu orang calhaj (calon haji) telah disuntik vaksin meningitis pada musim haji tahun lalu yang disinyalir (mungkin) mengandung enzim babi ini. Kalau diakumulasikan bertahun-tahun jadi angka jutaan, bahkan mungkin puluhan juta orang. Kalau anda tanyakan masalah vaksin yang mengandung enzim babi tersebut kepada orang awam maka jawabannya pasti hampir merata: “Yah insyaallah hajinya tetap sah karena kan kita tidak tahu”. Hal ini mungkin mengambil contoh orang yang tidak tahu apakah daging yang dimakannya itu babi atau bukan tapi sudah terlanjur termakan, lalu bagaimana jika dia sudah tahu bahwa itu adalah daging babi? jawabannya tentunya jika masih ada makanan lain yang bisa sekedar menahan lapar yang amat sangat sehingga hampir mati (setelah berpuasa berhari-hari karena makanan sangat sedikit) maka makanan itulah yang harus diutamakan untuk dimakan ketimbang daging babi. Daging babi dan daging dari hewan-hewan yang diharamkan dalam Islam untuk memakannya (termasuk bangkai manusia) adalah pilihan terakhir untuk bisa bertahan hidup.

Seandainya berita tentang adanya kandungan enzim babi tersebut benar adanya (setelah melalui penelitian), maka tinggal menunggu tanggapan MUI apakah mengharamkan vaksin ini atau tidak. Tentunya kalau tidak ada pilihan vaksin menangitis lain, maka tampaknya jamaah haji akan terpaksa mau disuntik vaksin yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya karena demi keamanan kesehatan dirinya dan semacam jaminan bahwa jamaah haji tersebut nantinya setelah pulang ke Indonesia tidak membawa ‘oleh-oleh’ kurma menangitis ke Indonesia, ingatlah bahwa seseorang jamaah haji akan dilarang pemerintah Arab Saudi memasuki negerinya jika pada kartu/dokumen kesehatan pribadinya tidak terdapat stempel telah divaksin menangitis. Kasihan juga calhaj yang mengetahui berita ini, mudah-mudah- an segala persiapan mereka tidak terganggu. Lagipula kan ini baru penelitian di LPPOM MUI Sumsel, pemerintah pusat saja mungkin masih belum meneliti temuan ini lebih lanjut, jadi masih ada waktu kira-kira setengah tahun untuk menunggu.

Saya mencoba untuk tidak memikirkannya. Bukan saya tidak peduli, tetapi mungkin masalah ini nanti akan sarat kepentingan lebih-lebih menjelang Pilpres. Juga, kalau saya terlalu mikir apa-apa itu kadang sampai kemana-mana dan bercabang-cabang gak jelas jadinya. Mending mikir bagaimana mengisi blog dengan tulisan yang baik (hati). Eh… bisa saja masalah ini dibuat gampang, suntik vaksin saja semua calhaj, yang tidak mau disuntik maka tidak diperbolehkan budal kaji (pergi haji).. beres bukan? horee eureka!

Sudah terlalu malam, mau main game dulu.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: