Beranda > Topik panas > Flu babi tak lebih dari flu biasa

Flu babi tak lebih dari flu biasa

Apakah flu babi itu?
Flu babi adalah penyakit pernapasan yang umum terjadi pada babi. Menular dari babi ke babi. Flu pada babi ini sulit untuk langsung menular pada manusia. Namun babi punya kelemahan yaitu mudah juga tertular flu burung yang sudah tercampur flu manusia. Genetik bawaan virus flu burung yang masuk ke dalam tubuh babi tersebut kemudian beradaptasi dengan genetik virus flu yang ada dalam tubuh babi. Walaupun babi tidak sedang sakit flu, sebenarnya dalam tubuhnya masih terdapat virus itu tetapi pada kondisi lemah sehingga kekebalan tubuhnya mampu mengendalikan virus tersebut. Proses pencampuran itu akan semakin cepat terjadi jika si babi itu sedang mengalami sakit flu, hal ini disebabkan karena pada saat sedang sakit flu jumlah virus yang merajalela dalam tubuh babi sangat banyak, lebih banyak dibandingkan saat babi dalam keadaan sehat. Hasil dari pencampuran yang melewati proses lama ini antara flu (influenza) manusia-burung-babi membentuk turunan virus flu baru yang kita kenal saat ini sebagai flu babi (swine flu). Tentu saja virus ini bisa menular kepada manusia karena dalam genetik nenek moyangnya terdapat flu manusia.

Hal ini sama dengan kasus TBC (tuberkolosis) pada tubuh manusia, dalam tubuh orang yang sehatpun sebenarnya terdapat kuman TBC, namun karena kekebalan tubuh orang tersebut kuat sehingga virus TB tidak bisa berkembang dan mengakibatkan penyakit kronis dalam tubuh. Namun jika setiap hari seseorang diterpa kuman TBC terus menerus maka ada kemungkinan kekebalan tubuh kita menjadi kalah dan di saat itulah TB menjadi penyakit tubuh, hal ini dikecualikan pada orang yang bisa menjaga kondisi kekebalan tubuhnya tetap baik misal dengan istirahat cukup, makan makanan yang bernutrisi, dan olahraga.

Mengenal penyakit dan kekebalan tubuh manusia
Tubuh manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang kalau dipikir sangat luarbiasa kompleks, di sini ada CD4 yang memberi tanda kimia tertentu pada benda asing yang masuk kedalam tubuh manusia yang kemudian mengaktifkan tubuh untuk memproduksi sel B, CD8 (sel pembunuh),dan sel darah putih (sel pemakan kuman) dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pada kondisi saat tubuh memerlukan sel-sel pembunuh yang sangat banyak (karena benda asing yang masuk ke dalam tubuh seseorang itu juga banyak) maka sistem tubuh kita meresponnya dengan mengadakan pembakaran lemak dan mengambil protein dalam tubuh kita untuk memproduksi sel-sel pembunuh kuman tersebut. Oleh sebab itu kita mengalami lesu karena memang tubuh ‘menyita’ protein dan lemak tubuh kita dari setiap sel sehingga sel lain mengalami kekurangan nutrisi. Demam disebabkan sebagai warning/peringatan sekaligus kondisi dimana tubuh mengadakan proses pembuatan sel-sel pembunuh itu juga.

Semua flu dapat mematikan manusia, di Amerika Serikat flu biasa rata-rata membunuh sampai 30 ribu manusia per tahunnya. Tidak ada alasan untuk berpendapat bahwa flu babi yang dilaporkan lebih mematikan dibandingkan jenis flu musiman yang biasa. Jika pun mematikan, itu hanya pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang memang sudah lemah (misal penderita HIV atau diabetes melitus), mengapa demikian? karena jika seseorang memiliki antibodi yang tinggi maka orang tersebut akan mudah merespon kuman ini walaupun perlu waktu berhari-hari mungkin karena sel CD 4 menunggu kode genetik penyakit tertentu yang pernah dibunuh oleh sel B atau CD8 sesudah tersimpan dalam memori daftar kuman (semacam itulah kalau dijelaskan dalam bahasa umum :)). Jika kode tersebut belum ada maka CD4 tidak bisa mengenali virus flu burung. Hal ini yang melatarbelakangi pembuatan vaksin yaitu menyuntikkan kuman yang lemah ke dalam tubuh seseorang sehingga tubuh memiliki memori terhadap kuman tersebut di masa mendatang. Mungkin suatu saat ada vaksin untuk flu burung dan flu babi juga.

gambaran virus

gambaran bentuk virus

Begitu juga orang yang pernah terpapar flu burung, cacar air, dan semua penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri dan virus) lainnya ini tentu saja sudah terekam oleh tubuh. Ingat lah waktu kecil kita pernah divaksin BCG dan polio, itu bukan untuk mencegah kuman-kuman nya masuk ke dalam tubuh melainkan menciptakan rekaman peta kekuatan penyakit tersebut pada tubuh manusia sekaligus bagaimana penanggulangannya. Semakin anda mempelajari ‘tentara’ dalam tubuh kita ini maka kita akan semakin paham betapa luarbiasa kompleksnya tubuh manusia ini.

Kebanyakan Obat-obatan dan vitamin yang diminum oleh seseorang yang sakit berisi kimia tertentu berfungsi merangsang kekebalan tubuh kita memproduksi enzim tertentu untuk membunuh kuman tertentu. Ada juga obat yang memang isinya adalah suplai kimia tertentu yang diperlukan tubuh untuk memerangi penyakit tertentu pula. Semua ini tentunya telah diteliti dalam jangka waktu yang lama. Jadi pada kasus tertentu termasuk flu, bukan obat anti kumannya (antibiotik) yang membunuh penyakit tersebut melainkan kekebalan tubuh kita lah yang melakukannya, obat hanya sebagai pendorong dan penyedia suplai bagi sel-sel dalam tubuh kita untuk memerangi penyakit. Obat flu yang dijual umum kebanyakan berisi vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh. Padahal tanpa obat itupun tubuh kita bisa sembuh dengan sendirinya, apalagi ditambah dengan istirahat cukup dan makan makanan yang bergizi tinggi.

Makanya pada orang yang sudah memasuki tahap AIDS (sesudah terpajan HIV dalam jangka waktu tertentu) saat jumlah sel CD4 sangat sedikit dalam tubuh kita (karena HIV menginfeksi dan menggerogoti semua sel CD4 yang dia temui sehingga mati), antibiotik macam apapun akan sulit berfungsi. Logistik tersedia tapi komunikasi terputus, sehingga tubuh menganggap tidak ada penyakit dalam tubuh, merajalela-lah penyakit-penyakit dalam tubuh kita.

Oleh sebab itu diperlukan penanganan sesegera mungkin jika kita mengalami gejala flu yang kemungkinan itu disebabkan oleh virus dari flu babi (lihat juga apakah kita pernah bepergian ke negara yang sedang terkena wabah flu babi), supaya tubuh kita tetap dalam kondisi stabil dan tidak drop. Pemberian obat-obatan dan nutrisi yang tepat dapat menghindari virus ini berkembang biak dalam tubuh kita dan memberi waktu bagi tubuh untuk memetakan penyakit dan memproduksi imun untuk melawan virus flu burung.

Dari penelitian CDC (Centers of Disease Control and prevention), flu babi peka terhadap obat zanamivir atau oseltamivir sehingga dapat digunakan untuk mengobati pasien flu babi, cara kerja kedua obat ini mirip obat-obatan antiretroviral (anti replikasi virus dalam tubuh) pada pasien AIDS. Jika virus dapat dicegah perkembangbiakannya, maka pelan tapi pasti kekebalan tubuh kita akan mendapat waktu untuk memperbanyak jumlah tentara pembunuh kuman dalam tubuh kita.

Jadi jangan terlalu takut pada flu babi, karena itu sudah ada obatnya, yang penting saat kita terpajan penyakit tersebut sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit dan menjaga tubuh tetap fit (seperti halnya terkena flu biasa). Lebih penting lagi selain kita berusaha, juga berdoa meminta kesembuhan kepada Yang Maha Menyembuhkan, bukan?

Referensi:
– Mailing list aids-ina http://www.yahoo.com
– Bahan Diskusi pada Group AIDS Indonesia- http://www.Friendster.com

Iklan
Kategori:Topik panas Tag:,
  1. Yep
    1 Mei 2009 pukul 07:47

    Ngeri juga nih klo jadi pandemi ya ? 🙂

  2. 1 Mei 2009 pukul 08:20

    assalamu ‘alaikum mas, aku udah pasang link mas di Blog aku, dan aku tunggu link baliknya yahh…
    salam dari Dedhy Kasamuddin

  3. pisangkipas
    1 Mei 2009 pukul 09:56

    makasih mas ded.. buat mbak yep, iya itu flu babi ngeri juga tetapi sebenarnya daya hancurnya terhadap tubuh manusia tidak sebesar flu burung.

  4. search Engine optimization companies pricing
    4 Desember 2012 pukul 08:12

    Amazing issues here. I am very satisfied to look your
    post. Thank you so much and I’m looking ahead to contact you. Will you kindly drop me a mail?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: