Beranda > Topik panas > Dari dendeng babi ke flu babi

Dari dendeng babi ke flu babi

Saya kok agak tidak sreg nulis kata babi. Mungkin karena saya seorang Muslim jadi agak canggung saja.. padahal kalo dipikir juga mau pakai istilah apalagi. Saya baca berita kemarin, di Israel, seorang pejabat senior Israel menganjurkan untuk mengganti kata flu babi menjadi flu mexico karena mungkin mereka pun sama risihnya dengan saya jika menggunakan istilah hewan yang diharamkan untuk memakannya bagi pemeluk agama Islam dan Yahudi (plus katanya sebagian Kristiani juga mengharamkannya, benar?) ini. Saya tidak tahu apakah ada pejabat senior di Indonesia yang risih menggunakan kata ini, atau karena mereka sibuk mengurus ‘dagangan sapi’ nya sehingga gak mau repot-repot memikirkan kata ‘babi’.

Whatever, apapun itu, terserah oranglah mau makan babi atau tidak. Kalau mau jujur ada saja Muslim yang makan babi, katanya sih enak. Masalahnya adalah baru-baru ini ada orang yang memproduksi abon/dendeng sapi yang dicampur daging babi. Penemunya BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Pakai cap halal lagi di depan kemasannya. Dalam hal ini saya menghargai usaha pemerintah pusat dan daerah untuk menanggulanginya. Tapi sudah berapa lama kasus yang merugikan konsumen ini berjalan? he he jadi berat nih kalimatnya kalo dilanjutin, udah ah ntar dikira saya mau ganggu pilpres lagi.

Whatever lagi, ada flu babi. Flu ini kabarnya ditemukan di Mexico. Penemunya tentu saja bukan Betty la fea atau Esmeralda, tapi ya tentu saja keluarga si penderita itu sendiri, kalau BPOM-nya Mexico yang nganter ke rumah sakit baru namanya dia penemunya. Ah kasihan ya babi, apa ini trik-nya Obama untuk mengalihkan rakyatnya dari pembicaraan 100 hari setelah dilantiknya Obama? mungkin saja kalau berita flu babi diheboh-hebohkan oleh Pemerintah Federal sana melebihi berita ‘refleksi 100 hari’ Obama (emangnya di Amerika ada tradisi 100 hari seperti di Indonesia? hebat dong Indonesia dicontoh Amerika ya). Urgh.. saya lebih suka diskusi in politik langsung depan orang ketimbang nulis-nulis gini.. tapi tidak apa lah, ini semua demi menaikkan rating blog.. 🙂

“Gueros mengharaposta rakyatos tetapos dos tenangos”, demikian imbauan pejabat di Mexico city yang tidak mau diungkap identitas dirinya karena KTP-nya kebetulan puluhan keping dibuat guna mensukseskan Pilkada di sana. Kalau bahasa Indonesianya: “situasi aman terkendali”. Ah yang benar, gosipnya sudah 100 orang lebih yang meninggal karena kasus ini? Mestinya pejabat itu bikin iklan di TV sana bagaimana 3M: Membuka menutup membuka (lagi), apa artinya? Membuka dan masuk kandang babi, trus Menutup hidung, trus Mdendeng. Ketimbang dipliara malah jadi perkara di tetangga koboinya, mending dibuat abon biar ah.. mudah-mudahan tidak ada orang yang umrah dan haji sampai membawa abon itu ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah karena mereka gak ngerti apa-apa, karena sangat minimnya sosialisasi pada mereka.

pig bobok

pig bobok

Seperti pada kasus flu burung, pada kasus flu mexico (ini lebih pas ya), Pemerintah dan rakyat Amerika yang tampaknya lebih heboh ketimbang Pemerintah Pusat Mexico atau Pemkot-nya Mexico city. Sampai-sampai blog-blog di sana nulis yang gak karuan tentang kasus ini, tentu saja demi menaikkan rating.. Mudah-mudahan cuma saya saja yang latah bikin tulisan blog gak karuan tentang flu ini, ketimbang ngurusin si Minot minot siapa tuh namanya ya yang jadi istrinya pangeran di Malaysia itu? Rumah tangga orang tuh..

Iklan
Kategori:Topik panas Tag:,
  1. 29 April 2009 pukul 08:06

    Semoga penyakit ini segera bisa di musnahkan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: