Viral Pneumonia, pneumonia virus
Viral pneumonia, pneumonia virus adalah Pneumonia yang disebabkan oleh virus dan paling umum menyebabkan pneumonia pada anak-anak. Gejala virus pneumonia yaitu demam, batuk yang tidak produktif, rhinitis (radang pada hidung), dan gejala sistemik (misalnya myalgia/sakit otot, dan sakit kepala). Virus yang berbeda menyebabkan gejala yang berbeda pula.
Pathophysiology
Virus harus menyerbu sel untuk bereproduksi. Umumnya, virus akan mencapai paru-paru melalui mulut dan hidung lewat pernapasan. Di paru-paru, virus menginvasi sel di lapisan saluran udara dan alveoli. Invasi ini sering menyebabkan kematian sel, baik melalui pembunuhan langsung oleh virus maupun ‘campur tangan’ virus agar sel melakukan apoptosis (bunuh diri sendiri). Lebih lanjut kerusakan pada paru-paru terjadi jika sistem kekebalan merespon terhadap infeksi. Sel darah putih, khususnya lymphocytes, bertanggung jawab untuk mengaktifkan berbagai bahan kimia (cytokines) yang menyebabkan kebocoran cairan yang masuk ke dalam alveoli. Kombinasi kerusakan selular dan penuhnya alveoli dengan cairan menghambat aliran oksigen ke dalam darah. Di samping efek pada paru-paru, virus ini akan mempengaruhi banyak organ lainnya dan dapat mengakibatkan berbagai penyakit yang mempengaruhi fungsi tubuh. Virus juga membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri, karena alasan ini, bakteri pneumonia sering berkomplikasi dengan virus pneumonia di paru-paru.
Etiologi
Virus yang sering menyebabkan radang paru-paru antara lain:
- Virus influenza A dan B,
- Respiratory syncytial virus (RSV),
- Adenoviruses ,
- Human parainfluenza viruses (pada anak-anak).
Virus yang jarang menyebabkan radang paru-paru antara lain:
- Herpes Simpleks – Herpes 1,2,
- Herpes Zoster, Varicella zoster virus (VZV) – Herpes 3,
- Mononucleosis karena Cytomegalovirus CMV – Herpes 5, terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang bermasalah,
Perawatan
Dalam kasus pneumonia yang disebabkan virus influenza A atau B, pasien yang dalam 48 jam setelah bergejala dapat diberi obat oseltamivir atau zanamivir. Respiratory syncytial virus (RSV) dapat diobati dengan ribavirin. Herpes simplex virus dan varicella-zoster virus biasanya dirawat dengan aciclovir, sedangkan ganciclovir digunakan untuk merawat cytomegalovirus. Tidak ada obat yang mujarab untuk pneumonia yang disebabkan oleh SARS coronavirus, adenovirus, hantavirus, parainfluenza dan virus H1N1; namun, terapi perawatan (misal istirahat dan asupan nutrisi tercukupi) dapat mendukung penyembuhan.
Sumber: Wikipedia.
|
Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu. |





[...] Original post: Viral Pneumonia, pneumonia virus « Pisangkipas's Blog [...]
Viral Pneumonia, pneumonia virus « Pisangkipas's Blog | Bisnis Online
26 Juni 2009 at 08:54