Beranda > Penyakit fisik > Breast cancer, kanker payudara

Breast cancer, kanker payudara

Kanker payudara adalah kanker yang dimulai dari sel-sel di payudara. Di seluruh dunia, kanker payudara adalah jenis kanker kedua yang paling umum  setelah kanker paru-paru (10,4% dari seluruh insiden kanker, kedua jenis kelamin dihitung) dan kelima diantara kanker-kanker yang paling sering menyebabkan kematian. Pada tahun 2004, kanker payudara menyebabkan 519.000 kematian di seluruh dunia (7% dari  kematian kanker dan hampir 1% dari semua penyebab kematian).

Kanker payudara menyerang sekitar 100 kali lebih sering pada wanita dibanding pria, tapi rata-rata hidup (dengan kanker payudara) adalah sama antara wanita dan pria.

Klasifikasi
Kanker payudara dijelaskan dalam empat kelompok atau skema klasifikasi yang berbeda, masing-masing berdasarkan berbagai kriteria dan tujuan yang berbeda:

  • Pathology – Setiap tumor diklasifikasi melalui tampilan histologi-nya (anatomi mikroskopis) dan kriteria lainnya.
  • Tingkat tumor – Tingkat Histologi tumor ditentukan melalui patologi di bawah mikroskop. Tingkat rendah berarti tumor yang bisa dibedakan dengan baik dan  menyerupai jaringan normal. Tingkat tinggi berarti tumor yang sulit untuk bisa dibedakan dengan baik dan terlihat/terdiri seperti sel-sel yang tidak beraturan, karena itulah maka tumor ini tidak terlihat seperti jaringan biasa. Tingkat moderat (intermediate grade) berarti diantara kedua tingkat di atas.
  • Status protein & ekspresi gen  – Saat ini, semua kanker payudara seharusnya diuji untuk melihat ekspresi atau efek-nya terhadap  estrogen receptor (ER), progesterone receptor (PR), dan HER2/neu protein. Tes ini biasanya dilakukan melalui immunohistochemistry dan disajikan dalam laporan patologi. Profil ekspresi suatu tumor membantu memperkirakan prognosis-nya dan membantu seorang onkologis memilih perawatan yang paling sesuai.
  • Tahapan tumor – Sekarang ini, skema tahapan yang diterima bisa diterima untuk kanker payudara adalah TNM classification.

Tanda-tanda dan gejala
Gejala pertama atau tanda subyektif dari kanker payudara biasanya berupa munculnya benjolan yang terasa berbeda dengan jaringan lain di sekitar payudara. Benjolan (lain) yang ditemukan di lokasi kelenjar getah bening yang terletak di armpits (ketiak) juga dapat menunjukkan kanker payudara.

Indikasi adanya kanker payudara selain benjolan bisa juga berupa perubahan dalam ukuran atau bentuk payudara, kulit payudara seperti menyusut (lesung), puting susu agak masuk (inversion), dan keluarnya satu-puting susu secara spontan (spontaneous single-nipple discharge). Rasa sakit (“mastodynia”) pada payudara tidak bisa dijadikan patokan dalam menentukan kehadiran atau tidak adanya kanker, tetapi dapat menunjukkan masalah kesehatan payudara lainnya.

Bila sel-sel kanker payudara menyerbu dermal lymphatics (pembuluh kecil limpa pada payudara) maka ini ditunjukkan dengan adanya radang kulit yang dikenal dengan istilah  inflammatory breast cancer (IBC). Gejala peradangan kanker payudara yaitu rasa sakit, bengkak, hangat, dan kemerahan di seluruh payudara, serta tekstur orange-peel  di kulit tersebut (ini disebut dengan istilah peau d’orange).

Adakalanya, kanker payudara hadir sebagai penyakit metastatic, yakni kanker yang telah menyebar ke luar organ asli. Metastatic kanker payudara akan menyebabkan gejala yang bergantung pada lokasi metastasis. Lokasinya berada di tulang, hati, paru-paru dan otak. Tulang atau sendi terasa sakit terkadang bisa menjadi manifestasi dari metastatic kanker payudara. Gejala-gejala tersebut adalah “non-khusus”, yang berarti mereka juga bisa menjadi manifestasi dari berbagai penyakit lainnya.

Kebanyakan gejala payudara tersebut di atas bukan merupakan kanker payudara. Penyakit payudara yang jinak seperti radang kelenjar dada (mastitis) dan fibroadenoma pada payudara lebih umum menjadi penyebab gejala ketidakberesan pada payudara tersebut. Namun demikian, gejala baru apapun pada payudara harus disikapi secara serius baik oleh pasien maupun dokter, karena setiap orang (khususnya wanita) bisa terkena kanker payudara di hampir semua umur.

Penyebab
Faktor-faktor risiko Utama yang telah diidentifikasi adalah jenis kelamin, usia, kemampuan beranak, hormon, diet, asupan alkohol, kegemukan, dan faktor lingkungan seperti penggunaan tembakau, radiasi, dan tingkat kesibukan dalam bekerja. Tidak ada etiologi yang diketahui untuk 95% kasus kanker payudara, sementara sekitar 5% dari kanker payudara baru, disebabkan oleh syndrome turun temurun.  Berikut adalah hal-hal yang kemungkinan bisa menyebabkan kanker payudara:

  • Riwayat kanker payudara: Seorang wanita yang pernah memiliki riwayat kanker payudara akan memiliki resiko terkena kanker payudara lagi dikemudian hari.
  • Riwayat (penyakit) keluarga: Seorang wanita beresiko terkena kanker payudara jika ibunya, saudara, atau anak perempuannya telah terkena kanker payudara. Risiko yang lebih tinggi jika ada anggota keluarganya mendapat kanker payudara sebelum usia 40. Resiko juga ada jika terdapat riwayat kanker payudara pada keluarga lain dari pihak ayah maupun ibu.
  • Beberapa perubahan pada payudara: Pada beberapa wanita, terdapat sel-sel di payudara-nya yang abnormal (terlihat di bawah mikroskop). Memiliki beberapa jenis sel abnormal (atypical hyperplasia dan lobular carcinoma in situ [LCIS]) akan meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Ras: Kanker payudara didiagnosis lebih sering terjadi pada perempuan di Kaukasus daripada perempuan Latin, Asia, atau African American.
  • Tidak ada kegiatan fisik: Perempuan yang secara fisik tidak aktif selama hidup mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Aktif dapat membantu mengurangi risiko oleh mencegah peningkatan berat badan dan kegemukan.
  • Penggunaan Antiperspirant: ilmuwan Inggris menemukan bahwa aluminium, bahan yang umum ditambahkan dalam antiperspirant untuk menghentikan kulit berkeringat, dapat dihubungkan dengan kanker payudara. Penumpukan aluminium dalam konsentrasi tinggi di dekat ketiak telah ditemukan dalam jaringan di luar payudara pasien (yang menggunakan antiperspirant).
  • Konsumsi babi: Orang-orang yang makan rata-rata lebih dari satu ons daging babi harian memiliki risiko cukup tinggi untuk terkena kanker.
  • Konsumsi daging yang diproses: Sodium, nitrate dan nitrite dalam daging yang diproses kemungkinan menimbulkan iritasi pada sel-sel dan   melakukan perubahan pada DNA, keduanya dapat mengakibatkan kanker. Risiko yang lebih tinggi saat ini adalah makanan yang dimasak dengan suhu tinggi untuk masa yang lama. Panas yang tinggi dalam memanggang dan  menggoreng menghasilkan heterocyclic amines (HCAs), yang dapat mengubah sel normal menjadi sel kanker (carcinogen).
  • Tamoxifen mungkin berinteraksi dengan baik pada beberapa antidepressant bila digunakan untuk pencegahan kekambuhan kanker payudara.

Pathophysiology
Kanker payudara, seperti bentuk-bentuk kanker lainnya adalah hasil dari beberapa faktor lingkungan dan turun temurun. Beberapa faktor-faktor ini termasuk:

  1. Luka pada DNA yang mengakibatkan mutasi genetik. Mutasi dapat menyebabkan kanker payudara. Selain kontribusi estrogen, penelitian telah menemukan implikasi  transformasi virus dan kontribusi radiasi ionizing yang menyebabkan mutasi genetik tersebut.
  2. Kegagalan dalam menjaga kekebalan tubuh, secara teori, sistem kekebalan dapat menghapus sel-sel berbahaya dalam tubuh.
  3. Faktor pertumbuhan abnormal yang ditandai dengan adanya interaksi antara sel-sel stromal  dengan sel-sel epithelial dapat memfasilitasi pertumbuhan sel ganas. Misalnya, Tumor dapat menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah (angiogenesis) melalui pengeluaran beragam faktor-faktor pertumbuhan  yang selanjutnya memfasilitasi pertumbuhan kanker.
  4. Cacat warisan pada  DNA (untuk perbaikan gen) seperti BRCA1, BRCA2 dan TP53.

Para ahli percaya bahwa 95 persen dari kanker payudara warisan dapat dilacak ke salah satu dari dua gen yang mereka sebut dengan Breast Cancer 1 (BRCA1) dan Breast Cancer 2 (BRCA2). Kanker payudara dapat diwariskan dari laki-laki maupun perempuan.

Diagnosis
Meskipun penyaringan teknik yang dibahas di atas berguna dalam menentukan kemungkinan kanker, uji lanjutan diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah benjolan yang terdeteksi pada pemeriksaan tersebut merupakan sebuah kanker.

Dalam pengaturan klinis, kanker payudara umumnya didiagnosis dengan “triple test” yaitu pemeriksaan klinis payudara (pemeriksaan payudara oleh praktisi medis yang terlatih), mammography, dan fine needle aspiration cytology (FNAC). Mammography dan uji payudara klinis juga digunakan untuk skrening. Hal ini dapat menunjukkan perkiraan kemungkinan bahwa benjolan adalah kanker, dan juga mengidentifikasi luka lainnya. Fine needle aspiration cytology (FNAC)  dapat dilakukan dengan anastesi lokal (jika diperlukan) dan mengambil sebagian kecil dari cairan di benjolan. Jika ketiga tes di atas dijalani, maka hasilnya dapat digunakan untuk mendiagnosa kanker payudara dengan tingkat akurasi yang baik.

Pilihan lainnya adalah biopsi, misalnya core biopsy (mengambil sebagian  benjolan), dan excisional biopsy (mengambil seluruh benjolan).

Skrining
Skrining kanker payudara adalah usaha untuk menemukan kanker pada individu yang sehat. Metode  penyaringan yang paling umum bagi perempuan adalah kombinasi mammography x-ray dan uji klinis payudara.

Pengobatan
Pengobatan kanker payudara andalan adalah dengan operasi tumor yang terlokalisasi ditambah dengan terapi hormonal (dengan obat tamoxifen atau dengan aromatase inhibitor), kemoterapi dan / atau radioterapi.

Dalam perencanaan pengobatan, dokter juga dapat menggunakan tes PCR seperti tes Oncotype DX microarray dan tes MammaPrint yang memprediksi risiko kekambuhan kanker payudara berdasarkan ekspresi gen.  Interstisial laser thermotherapy (ILT) merupakan metode inovatif merawat kanker payudara dengan cara invasi minimal. Cara ini tanpa memerlukan sebuah operasi pemindahan/pengangkatan.

Terapi radiasi juga digunakan untuk membantu menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin masih tertinggal setelah operasi. Radiasi dapat mengurangi risiko kambuh antara 50-66% (1 / 2 – 2/3rds pengurangan resiko) jika diberikan dengan benar.

Sumber: Wikipedia.

Kanker payudara adalah kanker yang dimulai dari sel-sel di payudara. Diseluruh dunia, kanker payudara adalah jenis kanker kedua yang paling umum

setelah kanker paru-paru (10,4% dari seluruh insiden kanker, kedua jenis

kelamin dihitung) dan kelima diantara kanker-kanker yang paling sering

menyebabkan kematian. Pada tahun 2004, kanker payudara menyebabkan 519.000

kematian di seluruh dunia (7% dari  kematian kanker dan hampir 1% dari

semua penyebab kematian).

Kanker payudara menyerang sekitar 100 kali lebih sering pada wanita

dibanding pria, tapi rata-rata hidup (dengan kanker payudara) adalah sama

antara wanita dan pria.

Klasifikasi
Kanker payudara dijelaskan dalam empat kelompok atau skema klasifikasi yang

berbeda, masing-masing berdasarkan berbagai kriteria dan tujuan yang

berbeda:

* Pathology – Setiap tumor diklasifikasi melalui tampilan histologi-nya

(anatomi mikroskopis) dan kriteria lainnya.
* Tingkat tumor – Tingkat Histologi tumor ditentukan melalui patologi

di bawah mikroskop. Tingkat rendah berarti tumor yang bisa dibedakan dengan

baik dan  menyerupai jaringan normal. Tingkat tinggi berarti tumor yang

sulit untuk bisa dibedakan dengan baik dan terlihat/terdiri seperti sel-sel

yang tidak beraturan, karena itulah maka tumor ini tidak terlihat seperti

jaringan biasa. Tingkat moderat (intermediate grade) berarti diantara kedua

tingkat di atas.
* Status protein & gene exspression  – Saat ini, semua kanker payudara

seharusnya diuji untuk melihat ekspresi atau efek-nya terhadap  estrogen

receptor (ER), progesterone receptor (PR) dan HER2/neu protein. Tes ini

biasanya dilakukan melalui immunohistochemistry dan disajikan dalam laporan

patologi. Profil ekspresi suatu tumor membantu memperkirakan prognosis-nya

dan membantu seorang onkologis memilih perawatan yang paling sesuai.
* Tahapan tumor – Sekarang ini, skema tahapan yang diterima bisa

diterima untuk kanker payudara adalah TNM classification.

Tanda-tanda dan gejala
Gejala pertama atau tanda subyektif dari kanker payudara biasanya berupa

munculnya benjolan yang terasa berbeda dengan jaringan lain di sekitar

payudara. Benjolan (lain) yang ditemukan di lokasi kelenjar getah bening

yang terletak di armpits (ketiak) juga dapat menunjukkan kanker payudara.

Indikasi adanya kanker payudara selain benjolan bisa juga berupa perubahan

dalam ukuran atau bentuk payudara, kulit payudara seperti menyusut

(lesung), puting susu agak masuk (inversion), dan keluarnya satu-puting

susu secara spontan (spontaneous single-nipple discharge). Rasa sakit

(“mastodynia”) pada payudara tidak bisa dijadikan patokan dalam menentukan

kehadiran atau tidak adanya kanker, tetapi dapat menunjukkan masalah

kesehatan payudara lainnya.

Bila sel-sel kanker payudara menyerbu dermal lymphatics – pembuluh kecil

limpa pada payudara- ini ditunjukkan dengan radang kulit sehingga dikenal

sebagai inflammatory breast cancer (IBC). Gejala peradangan kanker payudara

yaitu rasa sakit, bengkak, hangat, dan kemerahan di seluruh payudara, serta

tekstur orange-peel  di kulit tersebut (ini disebut dengan istilah peau

d’orange).

Adakalanya, kanker payudara hadir sebagai penyakit metastatic, yakni kanker

yang telah menyebar ke luar organ asli. Metastatic kanker payudara akan

menyebabkan gejala yang bergantung pada lokasi metastasis. Lokasinya berada

di tulang, hati, paru-paru dan otak. Tulang atau sendi terasa sakit

terkadang bisa menjadi manifestasi dari metastatic kanker payudara.

Gejala-gejala tersebut adalah “non-khusus”, yang berarti mereka juga bisa

menjadi manifestasi dari berbagai penyakit lainnya.

Kebanyakan gejala payudara tersebut di atas bukan merupakan kanker

payudara. Penyakit payudara yang jinak seperti radang kelenjar dada dan

fibroadenoma pada payudara lebih umum menjadi penyebab gejala

ketidakberesan pada payudara tersebut. Tampilan gejala baru harus disikapi

secara serius baik oleh pasien maupun dokter, karena setiap orang

(khususnya wanita) bisa terkena kanker payudara di hampir semua umur.

——————————–
Penyebab
Faktor-faktor risiko Utama yang telah diidentifikasi adalah jenis kelamin,

usia, kemampuan beranak, hormon, diet, asupan alkohol, kegemukan, dan

faktor lingkungan seperti penggunaan tembakau, radiasi, dan tingkat

kesibukan dalam bekerja.

Tidak ada etiologi yang diketahui untuk 95% kasus kanker payudara,

sementara sekitar 5% dari kanker payudara baru, disebabkan oleh syndrome

turun temurun.

* Riwayat kanker payudara: Seorang wanita yang pernah memiliki riwayat

kanker payudara akan memiliki resiko terkena kanker payudara lagi

dikemudian hari.
* Riwayat (penyakit) keluarga: Seorang wanita beresiko terkena kanker

payudara jika ibunya, saudara, atau anak perempuannya telah terkena kanker

payudara. Risiko yang lebih tinggi jika ada anggota keluarganya mendapat

kanker payudara sebelum usia 40. Resiko juga ada jika terdapat riwayat

kanker payudara pada keluarga lain dari pihak ayah maupun ibu.
* Beberapa perubahan pada payudara: Pada beberapa wanita, terdapat

sel-sel di payudara-nya yang abnormal (terlihat di bawah mikroskop).

Memiliki beberapa jenis sel abnormal (atypical hyperplasia dan lobular

carcinoma in situ [LCIS]) akan meningkatkan risiko kanker payudara.
* Ras: Kanker payudara didiagnosis lebih sering terjadi pada perempuan

di Kaukasus daripada perempuan Latin, Asia, atau African American.
* Tidak ada kegiatan fisik: Perempuan yang secara fisik tidak aktif

selama hidup mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Aktif

dapat membantu mengurangi risiko oleh mencegah peningkatan berat badan dan

kegemukan.
* Penggunaan Antiperspirant: ilmuwan Inggris menemukan bahwa

aluminium, bahan yang umum ditambahkan dalam antiperspirant untuk

menghentikan kulit berkeringat, dapat dihubungkan dengan kanker payudara.

Penumpukan aluminium dalam konsentrasi tinggi di dekat ketiak telah

ditemukan dalam jaringan di luar payudara pasien (yang menggunakan

antiperspirant).
* Konsumsi babi: Orang-orang yang makan rata-rata lebih dari satu ons

daging babi harian memiliki risiko cukup tinggi untuk terkena kanker.
* Konsumsi daging yang diproses: Sodium, nitrate dan nitrite dalam

daging yang diproses kemungkinan menimbulkan iritasi pada sel-sel dan

melakukan perubahan pada DNA, keduanya dapat mengakibatkan kanker. Risiko

yang lebih tinggi saat ini adalah makanan yang dimasak dengan suhu tinggi

untuk masa yang lama. Panas yang tinggi dalam memanggang dan  menggoreng

menghasilkan heterocyclic amines (HCAs), yang dikenal dengan carcinogen
* Tamoxifen mungkin berinteraksi dengan baik pada beberapa

antidepressant bila digunakan untuk pencegahan kekambuhan kanker payudara.

Pathophysiology
Kanker payudara, seperti bentuk-bentuk kanker lainnya adalah hasil dari

beberapa faktor lingkungan dan turun temurun. Beberapa faktor-faktor ini

termasuk:
1. Luka pada DNA yang menakibatkan mutasi genetik. Mutasi dapat

menyebabkan kanker payudara. Selain kontribusi estrogen, penelitian telah

menemukan implikasi  transformasi virus dan kontribusi radiasi ionizing

yang menyebabkan mutasi genetik tersebut.
2. Kegagalan dalam menjaga kekebalan tubuh, secara teori, sistem

kekebalan dapat menghapus sel-sel berbahaya dalam tubuh.
3. Faktor pertumbuhan abnormal yang ditandai dengan adanya interaksi

antara sel-sel stromal  dengan sel-sel epithelial dapat memfasilitasi

pertumbuhan sel ganas. Misalnya, Tumor dapat menyebabkan pertumbuhan

pembuluh darah (angiogenesis) melalui pengeluaran beragam faktor-faktor

pertumbuhan  yang selanjutnya memfasilitasi pertumbuhan kanker.
4. Cacat warisan pada  DNA (untuk perbaikan gen) seperti BRCA1, BRCA2

dan TP53.

Para ahli percaya bahwa 95 persen dari kanker payudara warisan dapat

dilacak ke salah satu dari dua gen yang mereka sebut dengan Breast Cancer 1

(BRCA1) dan Breast Cancer 2 (BRCA2). Kanker payudara dapat diwariskan dari

laki-laki maupun perempuan.

Diagnosis
Meskipun penyaringan teknik yang dibahas di atas berguna dalam menentukan

kemungkinan kanker, uji lanjutan diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah

benjolan yang terdeteksi pada pemeriksaan tersebut merupakan sebuah kanker.

Dalam pengaturan klinis, kanker payudara umumnya didiagnosis dengan “triple

test” yaitu pemeriksaan klinis payudara (pemeriksaan payudara oleh praktisi

medis yang terlatih), mammography, dan fine needle aspiration cytology

(FNAC). Mammography dan uji payudara klinis juga digunakan untuk skrening.

hal ini dapat menunjukkan perkiraan kemungkinan bahwa benjolan adalah

kanker, dan juga mengidentifikasi luka lainnya. Fine needle aspiration

cytology (FNAC)  dapat dilakukan dengan anastesi lokal (jika diperlukan)

dan mengambil sebagian kecil dari cairan di benjolan. Jika ketiga tes di

atas dijalani maka hasilnya dapat digunakan untuk mendiagnosa kanker

payudara dengan tingkat akurasi yang baik.

Pilihan lainnya adalah biopsi, misalnya core biopsy (mengambil sebagian

benjolan), dan excisional biopsy (mengambil seluruh benjolan).

Skrining
Skrining kanker payudara adalah usaha untuk menemukan kanker pada individu

yang sehat. Metode  penyaringan yang paling umum bagi perempuan adalah

kombinasi mammography x-ray dan uji klinis payudara.

Pengobatan
Pengobatan kanker payudara andalan adalah dengan operasi tumor yang

terlokalisasi ditambah dengan terapi hormonal (dengan obat tamoxifen atau

dengan aromatase inhibitor), kemoterapi dan / atau radioterapi.

Dalam perencanaan pengobatan, dokter juga dapat menggunakan tes PCR seperti

tes Oncotype DX microarray dan tes MammaPrint yang memprediksi risiko

kekambuhan kanker payudara berdasarkan ekspresi gen.

Interstisial laser thermotherapy (ILT) merupakan metode inovatif merawat

kanker payudara dengan cara invasi minimal. Cara ini tanpa memerlukan

sebuah operasi pemindahan/pengangkatan.

Terapi radiasi juga digunakan untuk membantu menghancurkan sel-sel kanker

yang mungkin masih tertinggal setelah operasi. Radiasi dapat mengurangi

risiko kambuh antara 50-66% (1 / 2 – 2/3rds pengurangan resiko) jika

diberikan dengan benar.

Semua isi artikel ini hanyalah merupakan informasi untuk menambah pengetahuan, diagnosa dan obat untuk menyembuhkan penyakit terkait dengan artikel ini HARUS dikonsultasikan kepada dokter sesuai bidangnya terlebih dahulu.

About these ads
Kategori:Penyakit fisik Tag:
  1. 23 Juni 2013 pukul 10:09

    It’s genuinely very complex in this busy life to listen news on Television, therefore I simply use web for that purpose, and obtain the most recent information.

  2. 17 Juli 2013 pukul 01:56

    When writing this article, I have received a funny one-piece figure toy from Buy – On – Me.
    This e – Machines ET1352-01 Desktop will support a wide variety of users;
    however, creative professionals or those seeking professional-grade tech support may not find this computer effective.
    You can use photo editing software to crop pictures so that your subject fills the
    frame perfectly or unsightly background objects are removed.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.144 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: